
BAGIAN VIII
HALLO PARA PEMBACA SETIAKU.
INI MERUPAKAN NOVEL KETIGA YANG AKU BUAT DAN KETIGA NOVELKU BERKAITAN DENGAN ABDI NEGARA.
NOVEL PERTAMAKU “JODOHKU PAK TARA”
NOVEL KEDUAKU “I LOVE YOU PAK POLISI”
DAN INI YANG KETIGA “PERJUANGAN CINTA KAPTEN DIMAS A.P LAKSONO”
Sebelumnya author minta maaf jika ada yang salah penulisan gelar atau pangkat, karena disini author juga kurang terlalu paham dengan pangkat-pangkat yang ada di dunia militer.
Jika ada kritik dan saran jangan lupa untuk dikomen dibawah karena menurut author komenan dari pembaca semua itu sangat bermanfaat untuk diri author. Terus janganlupa di klik like dan menambahkan kedalam daftar favorit.
Jika ada kesalahan pengetikan author juga minta maaf ya para pembaca setiaku.
HAPPY READING
SKIP
Sampai dirumah dinas aku langsung memboyong belanjaanku di dapur, aku susun di lemari es. Selanjutnya aku menyiapkan beberapa bahan-bahan dan sayuran untuk dimasak, karena abangku sangat suka dengan mie goreng becek dicampur suwiran daging ayam, sambal terasi dan tempe goreng.
“Mas Herman, sini bantuin nyuwirin ayamnya, sama potongin tempenya ya mas, biar aku
__ADS_1
nguleg cabe buat sambel terasi dan bumbu tumisnya” Perintahku.
“Engga di blender aja dek bumbunya” Mas Herman.
“Halah sok minta di blender, enak di uleg lah mas” Aku.
“Iya sih, yaudah kalau kau mau nguleg” Mas Herman.
“Sekalian di goreng tempenya ya mas, nanti biar aku tinggal numis sama bikin terasi” Aku.
“Siap komandan cilik” Mas Herman sambil cengengesan.
Selesai menguleg bumbu terasi dan tumis aku langsung mensurvey hasil gorengan mas Herman ternyata pinter masak dia. “Suwiran ayamnya digoreng ya mas, tapi jangan sampe garing banget”
Langsung digorengnya suwiran ayam di mangkok, kemudian aku merebus mie di kompor sebelahnya.
“Wadah-wadah yang kotor dicuci ya mas ganteng” aku
Tanpa menyaut dia laksung melaksanakan perintahku.
15 menit akhirnya sambal terasi dan tumis mie campur suwiran ayam goreng selesai. Aku langsung menghidangkan diatas meja makan dan mencuci wajan.
Aku berjalan keteras depan dimana keempat mas-masku disana duduk manis.
“Mas Angga kok disini, iparku mana kok engga ngekor” tanyaku.
__ADS_1
“Lagi ada acara sama persit dek”
"Hooooo gitu.
Yaudah sekarang kita korve yok mas-mas yang ganteng, kebetulan selama sebulan disini kan ini rumah ga pernah dibersihkan jadi hayuk kita bersihkan bersama” Ucapku dan langsung di pelototi oleh keempat masku. “No, penolakan ya mas-mas ganteng” Aku.
“Besok aja kenapa sih dek, ini hampir tengah hari ngajak korve” Mas Harman.
“Masih jam 12 kurang seperempat mas” ucapku sambil menunjuk jam ditanganku.
“Lima menit lagi ya adek sayang cantiknya mas” Mas Bimo.
“Kalau adek mau sekarang ya sekarang mas” Ucapku dengan nada tinggi.
“Astagfirullah dek, kenapa kamu kaya titisan bapak sih” Mas Angga
“Karena aku anak bapak, sekarang kalian berdiri semuanya kecuali mas Herman, dia tadi udah bantu aku masak” Aku.
“Tapi kan dek itu-“ Mas Angga.
“Oke kalau mas bertiga ga mau ga masalah, adek bisa korve sendiri tanpa bantuan kalian. Sekarang adek mau Mas Angga, Mas Bimo dan Mas Harman lari keliling lapangan 7x, tidak ada tawar menawar atau lari ditambah 3x putaran, Mas Herman awasin mereka. Adek mau kedalam bikin es buah” Aku.
Ketiga masku sudah lari berkeliling lapangan.
“Laksanakan komandan sableng, kamu lagi datang bulan ya dek kok mood kamu berubah-ubah?” Mas Herman.
__ADS_1
“Iya mas” sambil tertawa aku masuk kedalam rumah.
JANGAN LUPA VOTE, LIKE DAN TAMBAHKAN KE DALAM DAFTAR FAVORIT