
BAGIAN XV
HALLO PARA PEMBACA SETIAKU.
INI MERUPAKAN NOVEL KETIGA YANG AKU BUAT DAN KETIGA NOVELKU BERKAITAN DENGAN ABDI NEGARA.
NOVEL PERTAMAKU “JODOHKU PAK TARA”
NOVEL KEDUAKU “I LOVE YOU PAK POLISI”
DAN INI YANG KETIGA “PERJUANGAN CINTA KAPTEN DIMAS A.P LAKSONO”
Sebelumnya author minta maaf jika ada yang salah penulisan gelar atau pangkat, karena disini author juga kurang terlalu paham dengan pangkat-pangkat yang ada di dunia militer.
Jika ada kritik dan saran jangan lupa untuk dikomen dibawah karena menurut author komenan dari pembaca semua itu sangat bermanfaat untuk diri author. Terus janganlupa di klik like dan menambahkan kedalam daftar favorit.
Jika ada kesalahan pengetikan author juga minta maaf ya para pembaca setiaku.
HAPPY READING
Sesampai di warung lesehan langgananku aku langsung memesan dan duduk di salah satu bangku, berhubung ini adalah malam minggu. Jadi suasana sangat ramai di warung pinggir jalan ini, tak heran jika banyak pasang mata memandang kearah kami. Dan itu adalah penyebabnya Lettu Dimas yang gantengnya kelewatan dan seragam dia. Rasanya jengkel gitu pas dia diliatin banyak orang. Astaga masak iya aku cemburu. Ya Allah tolong amankan otakku.
"Hehh dek, malah bengong" Lettu Dimas.
"Enggak, siapa yang bengong" Elakku.
"Halah pakai acara ngeles lagi" Lettu Dimas.
"Iya lagian orang-orang ngapain sih nengok mas sampe segitunya juga, bikin risih aja" Ucapku sambil memanyunkan bibir.
"Mas aja biasa aja, ga risih" Ucapnya.
__ADS_1
"Iya udah sana kalo ga risih, ga usah duduk disini. Duduk sama mereka aja" Ucapku jengkel sambil memalingkan wajah.
"Kalo lagi marah tambah cantik" Lettu Dimas tapi tidak aku respons.
"Mbk mas, ini pesanannya" Penjual
"Iya makasih ya pak" Lettu Dimas.
"Dek, ayok makan" Lettu Dimas.
"Udah ga laper tiba-tiba" Jawabku.
"Pilih makan sendiri atau disuapin" Lettu Dimas sambil menaik turunkan alisnya.
"Makan sendiri" Ucapku dan aku langsung makan.
Setelah makan aku hanya diam karena masih jengkel karena ucapannya Lettu Dimas, kalo dia ga risih sama sekali ditatap wanita dan orang-orang disini.
"Dek"........... " Rifika yang cantik udah jangan ngambek lagi lah" Ucapnya lagi dan aku masih no responsrespons dan lagi ternyata karena dia manggil aku dengan suara yang lumayan keras jadinya orang pada liatin kami, memanglah kacang ijo yang satu ini. Pengen sekali aku hanyutin dia ke lautan.
"Sayang ayok jangan marah lagi, biarin mereka liatin mas. Yang jelas mas kan ga ada lirik-lirik mereka. Udah ya marahnya" Ucapnya sambil megang tangan aku dan senyum.
Astagfirullah ini laki-laki, boleh peluk ga sih terus cium gitu batinku.
Aku tersenyum dan menarik tangannya "Iya udah ayok kita pulang mas"
Kamipun berjalan kearah penjual untuk membayar makanan. Aku menunggu Lettu Dimas membayar dan setelah itu kami berjalan menuju mobil.
Sepanjang perjalanan hanya ada keheningan antara aku dan dia, hanya terdengar suara radio di dalam mobil.
20 menit perjalan akhirnya sampai dirumdin, aku segera turun dan Lettu Dimas membawakan barang yang aku beli.
__ADS_1
"Nah ini buat mas, makasih udah mau nemenin. Besok-besok kalo mau keluar ga usah pakai pakaian kaya gini lagi" Ucapku.
"Kok buat mas, ga trauma keluar sama mas" Ucapnya sambil senyum.
"Iya sebagai ucapan terimakasih, maaf kalo ngerepotin enggeh mas. Trauma pake banget malahan" Ucapku sambil tertawa.
"Ga ada repotin kok, udah ga marah lagi kan? " Tanyanya.
"Masih marah dikit" Jawabku.
"Marah kenapa lagi to ya Allah" Tanyanya.
"Gegara mas manggil sayang" Ucapku.
"Iya maaf, habisnya pake acara ngambek. Lagian beneran ini ga mau di panggil sayang" Ucapnya.
"Ishh apasih mas" Jawabku.
"Itu kenapa pipinya kok merah gitu ya" Lettu Dimas.
"Udah sana pulang, udah malam" Ucapku.
"Ngusir ceritanya" Lettu Dimas.
"Bukan ngusir tapi emang udah malam" Jawabku.
"Iya udah mas pulang dulu" Lettu Dimas.
"Hati-hati dijalan ya mas" Ucapku dan diangguki olehnya sambil tersenyum tipis.
Ya Allah senyumnya bikin hati adek meleleh mas batinku.
__ADS_1