
BAGIAN XXII
HALLO PARA PEMBACA SETIAKU.
INI MERUPAKAN NOVEL KETIGA YANG AKU BUAT DAN KETIGA NOVELKU BERKAITAN DENGAN ABDI NEGARA.
NOVEL PERTAMAKU “JODOHKU PAK TARA”
NOVEL KEDUAKU “I LOVE YOU PAK POLISI”
DAN INI YANG KETIGA “PERJUANGAN CINTA KAPTEN DIMAS A.P LAKSONO”
Sebelumnya author minta maaf jika ada yang salah penulisan gelar atau pangkat, karena disini author juga kurang terlalu paham dengan pangkat-pangkat yang ada di dunia militer.
Jika ada kritik dan saran jangan lupa untuk dikomen dibawah karena menurut author komenan dari pembaca semua itu sangat bermanfaat untuk diri author. Terus jangan lupa di klik like dan menambahkan kedalam daftar favorit.
Jika ada kesalahan pengetikan author juga minta maaf ya para pembaca setiaku.
HAPPY READING
Aku segera menuju sekolah untuk menyelesaikan urusanku, setelahnya aku mengajak Lettu Dimas bertemu disalah satu caffe.
"Maaf jadi lama nunggunya" Ucapku.
__ADS_1
"Engga apa-apa kok dek" Ucapnya.
akupun duduk dan memesan makanan kepada pelayan. Dan aku bercerita tentang rencana perjodohan gila kedua orang tuaku.
"Memang kapan rencana calonmu akan datang dek? " Lettu Dimas.
"Besok malam denger-denger mas" Ucapku.
Aku melihat Lettu Dimas membuang nafasnya kasar dan mengetuk-ngetukkan jarinya di meja.
"Mas tapi ga usah khawatir, aku besok akan kabur. Bagaimanapun caranya pokoknya aku ga mau dijodohkan dengan orang. Aku cuma mau nikah sama mas" Ucapku penuh keyakinan.
"Apa kamu yakin dek, kalo kita bakalan bersama" Ucap Lettu Dimas. Mengingat orangtua Lettu Dimas juga akan menjodohkan nya dengan anak sahabat mereka.
Terlihat Lettu Dimas hanya mengangguk - anggukan kepala.
"Mas kenapa to? Kok engga kaya biasanya. Kaya banyak pikiran gitu. Mikirin aku karena mau dijodohkan sama laki-laki lain?. Mas percaya sama aku, aku ga bakal nerima perjodohan ini. Pokoknya aku akan kabur bagaimanapun caranya. Walaupun bapak sudah mengancam jika aku kabur sampai lobang semut pun akan ditemukan oleh bapak karena kekuatan militer bapak. Aku ga peduli mas. Mas jangan pikirkan itu. Mas tenang aja" Ucapku
"Semoga ini yang terbaik ya dek" Ucapnya.
"Ya sudah aku pamit dulu ya mas" Ucapku.
"Iya ayo kita bareng ke parkiran" Ucapnya.
__ADS_1
Kamipun berjalan ke parkiran barengan dan pisah karena kami mengendarai mobil masing-masing.
Dirumah Ripika.
Sampai di halaman aku heran kenapa dirumah penjagaannya sangat ketat, terlihat para om-om tentara dengan senjata lengkap berjaga. Aku berpikir apakah ada penjinakan bom atau apa. Karena penasaran aku langsung turun dari mobil dan masuk kedalam rumah.
"Loh loh, semua pada kumpul disini terus pakai baju samaan. Ada apa ya pak? " Tanyaku heran.
"Nanti habis magrib calon suamimu dan keluarganya akan datang buat lamar kamu" Ucapku bapak.
"Ooo lamar aku" Ucapku enteng.
"Whattt apa pak, lamar aku malam ini. Bapak engga ngelucu kan?" Ucapku dengan keras.
"Ya Allah itu mulut ndok mbok jangan teriak - teriak. Bikin gendang telinga rusak. Iya nanti malam. Bapak ga bercanda" Ucap bapak penuh dengan keyakinan.
"Terus kenapa itu diluar ada om-om banyak jalan mondar mandir" Tanyaku lagi.
"Buat jaga supaya kamu ga kabur, udah sana mandi habis itu pakai yang baju yang sudah ibumu siapkan" Ucap bapak enteng
Aku pun berjalan menuju kamar dengan menghentak-hentakkan kaki di tangga.
Sampai di kamar ibu langsung menghampiriku dan memberikan wejangan panjang kali lebar kali tinggi dan berakhirlah aku dikunci di kamar karena mereka takut jika aku kabur.
__ADS_1