Perjuangan Hidup Dan Ketulusan Cinta

Perjuangan Hidup Dan Ketulusan Cinta
"BAB 1 Awal dari sebuah perjuangan"


__ADS_3

Sore harinya Citra telah sampai di kota A. Bersama temannya yang bernama Dewi.


Sempainya di tempat tujuan Dewi langsung mengajak Citra untuk bertemu dengan bos di tempat Dewi bekerja.


"Cit, apakah kamu sudah siap?" tanya Dewi kepada Citra.


"Sebenarnya aku masih gugup Dewi."


jawab Citra yang memang masih kelihatan gugup.


Karena ini pertama kalinya Citra untuk pergi melamar pekerjaan dan berada di kota asing untuknya. Jadi wajar saja kalau Citra merasa kurang sedikit percaya diri. Dewi yang menyadari dengan apa yang di fikirkan oleh Citra saat ini pun langsung mencoba memberikan semangat.


"Santai aja Cit nggak usah takut, coba aja dulu. Aku yakin kami pasti bisa...semangat...!" ucap Dewi sembari tersenyum kepada Citra.


"Terimakasih Dewi." ucap Citra yang juga tersenyum kepada Dewi, walaupun sedikit di paksakan.


Akhirnya Citra dan Dewi pun melangkah masuk kedalaman rumah bos Dewi tersebut. Tidak lupa sebelumnya, di depan pintu mereka berdua terlebih dahulu mengetuk pintu dan mengucapkan salam.


"Assalamualaikum..."


Tidak lama dari dalam terdengar suara sautan yang menjawab salam dari mereka berdua.


"Waalaikumsalam."


Tak berapa lama datang seorang perempuan paruhbaya.


"Maaf non anda mencari siapa?" ucap perempuan itu dengan nada bicara yang sopan dan juga lembut. Tetapi sebelum Dewi dan juga Citra menjawab, perempuan itu terlebih dahulu mengenalkan dirinya dengan suara khasnya.

__ADS_1


"Ohya non, perkenalkan nama saya bik Sri. Saya asisten rumah tangga yang baru di sini. Saya baru bekerja tiga hari yang lalu non, Maaf kalau saya belom mengenal nona-nona ini. Kalau saya boleh tahu nama non berdua siapa ya? Ada keperluan apa?" ucap bik Sri dengan begitu sopan, seraya agak sedikit membungkuk terhadap kedua tamu yang ada di depannya itu.


"Ohiya bik, perkenalkan nama saya Dewi, ini teman saya yang bernama Citra." ucap Dewi.


"Saya adalah salah satu karyawan salah satu ditempat perusahaan buk Ericka." ucap Dewi lagi yang mencoba menjelaskan kepada bik Sri.


"Oh begitu ya non. Salam kenal ya non."


Ucap bik Sri dengan ramah nya.


"Ohya, Silahkan masuk dulu non, ibuk ada di dalam kamarnya." ucap bik Sri lagi yang mempersilahkan kedua tamunya itu untuk masuk.


"Baik bik, terimakasih." Salam kenal kembali dari kami berdua ya bi." ucap Dewi lagi dan juga membalas senyuman dari bik Sri tersebut.


"Non silahkan duduk di sini dulu ya. Biar bibik panggilkan dulu nyonya ke atas." ucap bik Sri sambil merpesilahkahkan Dewi dan juga Citra untuk menunggu duduk di ruang tamu.


"Tok tok tok."


"Permisi nyonya." panggil bik Sri dari depan pintu dengan sopan. Tak berapa lama pun terdengar sautan dari dalam kamar yang menjawab panggilan dari bik Sri tersebut.


"Ya silahkan masuk, pintunya tidak dikunci." Kata tuan rumahnya nya itu dengan suara datarnya.


Tuan rumah tersebut bernama nyonya Ericka Widoyo dan suaminya bernama Rhudy Widoyo. Mereka adalah pasangan suami istri yang terbilang sangat sukses di kota tersebut. Selain memiliki banyak cabang supermarket di mana-mana. Mereka juga memiliki beberapa toko priasan emas dan juga tempat sangar jahit yang cukup besar di kota tersebut.


Pasangan suami tersebut memiliki tiga orang anak. 2 perempuan dan satu laki-laki. Anak pertama mereka perempuan yang bernama Lisa Putri Widoyo. Ia telah berkeluarga dan ikut tinggal bersama suaminya di Malaysia. Anak kedua mereka juga perempuan yang bernama Lusiana Anestesi Widoyo. Ia juga telah berkeluarga dan ikut tinggal bersama suaminya di Singapura. Anak terakhir mereka tentunya laki-laki yang bernama Ryan Adi Putra Widoyo. Dia juga sudah bekerja mengurus beberapa usaha orangtua nya itu. Dia juga memiliki usaha sendiri dibagian mebel yang cukup besar dan mempekerjakan banyak karyawan di tempatnya usaha nya tersebut.


"Ya ada perlu apa bik." ucap majikannya itu dengan suara datarnya.

__ADS_1


"Maaf nyonya kalau saya mengangu istirahat nyonya" ucap bik Sri.


"Begini nyonya, di bawah ada tamu yang ingin bertemu dengan nyonya." ucap bik Sri.


"Siapa bik?" ucap buk Ericka."


"Katanya dia karyawan di tempat salah satu usaha nyonya." ucap bik sri yang telah mengetahui tadi dari keterangan Dewi tersebut.


"Oke kalau begitu suruh tunggu sebentar bik. Sebentar lagi saya akan turun."


"Ohya bik, jangan lupa buatkan minum untuk tamu kita tersebut dan juga cemilan ringan." Kata buk Ericka sambil melangkah ke kamar mandi yang ada didalam kamarnya tersebut. "


"Baik nyonya, saya permisi dulu." Jawab bik Sri dengan ramah.


Bersambung...


Jangan lupa ya teman-teman buat like dan komennya.. Kalau kalian suka dengan ceritanya jangan lupa tinggalkan votenya juga yaa🤗


Terus ikuti kelanjutan ceritanya, dijamin akan semangkin seru..!!


Trimakasih telah mampir.


Salam kenal buat semua


By Author


@Mirawati.

__ADS_1


__ADS_2