
Setelah bik Sri pergi meninggalkan ruang tamu tersebut, ibu Ericka langsung menanyakan kepada Dewi tentang apa maksud dan tujuannya ingin menemui dirinya.
"Ohya Dewi, ada keperluan apa kamu ingin bertemu dengan saya?"ucap buk Erikca dengan suara datarnya.
" Iya buk tujuan kami kesini, saya ingin menanyakan kepada ibuk tentang lowongan pekerjaan di tempat kita apakah masih ada buk?" ucap Dewi yang bertanya langsung ke pada buk Ericka.
"Nanti saya coba cek dulu, memangnya siapa yang mau bekerja?" ucap buk Ehrikca kembali sambil menatap dewi.
"Rencananya saya ingin memasuk kan Citra bekerja di tempat kita buk." ucap dewi
"Citra ini teman saya satu kampung buk, Citra selain baik ia juga pintar dan pastinya juga bertanggung jawab. Saya jamin ibuk tidak akan kecewa kalau mempekerjakan Citra di tempat ibuk." ucap Dewi seraya merekomedasikan Citra kepada buk Ericka.
Buk Ericka yang sudah mendengarkan semua penjelasan dari Dewi tersebut, sesat ia hanya terdiam sambil menatap kearah Dewi dan juga Citra.
Sedangkan Citra hanya terdiam dan menunduk kan kepalanya. Citra sangat takut kalau ia tidak akan di terima bekerja, di tempat buk Ericka tersebut sedangkan ia sangat membutuhkan pekerjaan itu.
Bagaimana tidak, setamatnya sekolah di bangku SMA. Citra memutuskan untuk pergi merantau karena keadaan ekonomi keluarganya yang sangat minim itu membuat Citra cukup tau diri untuk tidak melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi lagi. Yaitu kuliah. Citra tidak mau membebankan kedua orang tuanya dengan keinginannya itu. Bisa tamat SMA saja Citra sudah sangat bersyukur.
__ADS_1
Jangankan untuk kuliah. Untuk makan sehari hari saja orangtuanya Citra harus banting tulang. Bekerja ke sawah orang dari pagi, hingga petang. Dan itu hanya cukup untuk makan sehari hari. Citra bisa melanjutkan sekolahnya sampai tamat SMA. Karna Citra mendapatkan beasiswa dari kelas 3 SD. Sampai tamat sekolah. Yaitu sampai kelas 12. Atau kelas 3 SMA.
Karna di kampungnya, Citra termasuk anak yang sangat pintar.. Rajin, dan disiplin.. Citra juga termasuk kembang desa di kampung itu. Dengan memiliki wajah yang sangat ayu, dan cantik. Serta kulitnya yang bersih, dan juga putih. Walaupun gadis dari kampung,, tapi Citra sangat telaten dalam merawat badannya. Tidak perlu dengan alat alat yang mahal. Tapi cukup Citra selalu menjaga penampilan dan kebersihannya. Karna memang dasarnya Citra sudah di anugerahi faras yang cantik alami sejak lahir. Citra juga memiliki fostur tubuh yang ideal. Dengan tubuh yang tinggi, rambut yang panjang hitam, dan juga lebat. Serta hidung yang mancung, dan juga lesung pipit yang ada di pipinya. Yang membuat Citra sangat manis dan cantik saat tersenyum.
Tak jarang. Jika ada yang melihat Citra sangat terkagum kagum akan ciptaan tuhan yang satu itu. Tetapi Citra tidak pernah sombong dengan kelebihan kelebihan yang dimilikinya. Malah Citra sangat sopan dan ramah kepada siapapun, terlebih lagi kepada orang yang lebih tua darinya. Karna dari kecil Citra sudah di ajarkan akhlak yang baik dari kedua orangtuanya. Citra juga memiliki dua orang adik. Satu laki-laki, dan yang satunya lagi perempuan. Yang masih kecil kecil.
Adeknya Citra yang nomor dua laki-laki. Yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP. Sedangkan yang kecil masih duduk dibangku kls 3 SD. Karna Citra anak yang paling besar.. Jadi citra merasa punya tanggung jawab untuk membantu kedua orang tuanya. Untuk menyekolahkan kedua adek adeknya.
Sebelum Citra memutuskan pergi merantau. Sebenarnya Citra sering di lamar oleh pemuda desa di kampung itu. Bahkan ketika Citra masih duduk di bangku kelas 1 SMA. Karna wajar Citra yang terbilang kembang desa di kampung nya. Banyak sekali yang ingin memilikinya. Itu dengan bermacam macam cara.. Ada yang menjanjikan kepada kedua orang tua Citra. Kalau mereka bisa menikahi Citra. Kedua orang tua citra beserta adik adiknya. Tidak perlu hidup susah lagi. Pria tersebut akan menanggung semua biaya hidup Citra dan juga seluruh keluarga Citra.
Tetapi orang tua Citra tidak mau memaksa anak gadis kesayangannya itu.. Mereka tau kalau anaknya itu sangat muda. Mereka tidak ingin menghancurkan masa depan anaknya. Demi kepentingan mereka sendiri.
Tetapi ternyata semuanya itu penipuan. Sirentenir tersebut menyuruh orang tua Citra untuk menandatangani sehelai kertas yang Iya berikan kepada orang tua Citra. Katanya kertas itu hanya untuk sekedar tanda kalau orang tua Citra mau menerima bantuan darinya. Tentu dengan senang hati orang tua Citra menandatangani kertas tersebut. Tampa membacanya terlebih dahulu.
Setelah kejadian itu. Beberapa bulan kemudian.. Sirentenir tersebut datang menangih hutangnya kepada kedua orangtua Citra. Tentu orang tua Citra sangat terkejut. Dengan kedatangan rentenir tersebut secara tiba-tiba. Bahkan,, orang tua Citra lebih terkejut lagi ketika sirentenir itu menunjukkan sehelai kertas yang pernah ditanda tangani oleh orang tua Citra tersebut. Yang tidak mereka ketahui isinya sama sekali.
Rupanya di kertas itu ada sebuah perjanjian yang tertulis.. Dan tidak diketahui oleh orang tuanya Citra sama sekali. Yang menyatakan.. Dalam waktu tiga bulan. Jika, orangtua Citra tidak bisa melunasi hutangnya tersebut.!! Maka orang tua Citra harus bersedia menikahi putrinya.. Yaitu Citra. Dengan rentenir tersebut. Dan semua hutang hutang akan di anggap lunas.! Atau.. Orang tua Citra harus bekerja seumur hidupnya. Dengan rentenir itu tampa di gaji sepersen pun. Tentu itu semua membuat orang tua Citra sangat terkejut. Dan tidak percaya akan semua ini. Ternyata mereka telah di jebak oleh Sirentenir kejam tersebut.
__ADS_1
Dan mana mungkin orang tua Citra bisa melunasi hutang hutangnya tersebut. Dengan bunga yang sangat besar., sedangkan untuk makan saja orang tua Citra sudah sangat susah. Tetapi orang tua Citra juga tidak mau mengorbankan putri kesayangannya itu. Dengan masalah yang telah mereka buat. Orang tua Citra lebih memilih untuk bekerja seumur hidupnya.! Tampa di gaji.. Dari pada harus melihat putrinya menikah dengan sirentenir yang tidak punya hati nurani tersebut. Citra yang mengetahui hal tersebut. Sangat terpukul dan merasa sedih. Akan musibah yang telah menimpa keluarganya. Dengan berat hati Citra memutuskan untuk pergi merantau dan bertekad akan bekerja keras supaya bisa melunasi hutang hutang orangtuanya. Agar bisa membebaskan kedua orang tuanya dari jeratan rentenir yang kejam
Itu.
Kembali ke Citra yang tengah melamun. Bagaimana jika aku tidak di terima, kemana lagi aku harus mencari pekerjaan. Bagaimana nasib ayah dan ibu dikampung.. Gumam Citra dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca. Ditengah lamunannya. Citra di kejutkan dengan suara ibu Erikca yang bertanya kepadanya.
"Citra, apa benar kamu ingin bekerja di tempat saya?" ucap buk Erikca yang langsung bertanya kepada Citra.
"Iya benar buk, saya sangat ingin bekerja di tempat ibuk." ucap Citra dengan nada yang terdengar masih agak sedikit gugup.
"Kalau boleh saya tahu, apa tujuan kamu untuk bekerja di tempat saya." ucap buk Erikca lagi yang langsung menginterview Citra di rumahnya tersebut.
"Saya sangat membutuhkan pekerjaan ini buk. Saya ingin membantu meringankan beban kedua orang tua saya yang ada dikampung, saya juga ingin membantu membiayai sekolah kedua adik-adik saya." ucap citra yang bersunguh-sungguh dengan perkataannya itu.
Buk Ericka menatap tajam ke mata Citra. Seolah iya sedang mencari keseriusan dari Citra dan buk Erikca, memang melihat Citra berkata jujur dari sorotan matanya. Tanpa berfikir panjang akhirnya buk Erikca memutuskan.
"Baiklah, jika begitu saya akan memberikan kamu kesempatan untuk bekerja di tempat saya. Saya harap kamu tidak akan mengecewakan saya.!" ucap buk Erikca yang menjelaskan kepada Citra.
__ADS_1
"Baik buk. Terimakasih banyak, atas kesempatan yang telah ibuk berikan kepada saya. Saya akan bekerja dengan bersunguh-sungguh dan saya tidak akan mengecewakan ibuk. Ucap Citra dengan penuh percaya diri.
Bersambung,,,