
Andika Pratama. Itulah nama lengkapnya.. Yang selalu dipanggil dengan sebutan Dika. Dika adalah kakak kelas Citra. Yang waktu dulu Dika dan Citra masih bersama sama bersekolah dikampung halamannya..
Dika adalah anak kampung sebelah, tepatnya di sebrang kampung Citra, rumah Citra dan Dika pun di kampung sebenarnya tidak terlalu jauh jaraknya, hanya di batasi oleh sungai dan persawahan saja. Kalau berjalan kaki palingan 15 - 20 menitan juga sudah sampai. Sebenarnya Dika dan Citra juga tidak bersekolah di tempat yang sama. Maka dari itu Dewi tidak mengenal siapa sosok Dika sama sekali. Selain tidak satu komplek atau pelosok, dan juga tidak satu sekolah dengan Dewi dan juga Citra. Karna kalau tetangga satu komplek mereka, apalagi kalau teman satu sekolah tentu saja Dewi juga mengenal Dika. Dan wajar jika Dewi kelihatan masih bingung melihat pemandangan yang ada didepanya itu.
Awal mulanya Citra bisa bertemu dengan Dika Adalah.. Ketika sore itu Citra yang masih duduk di bangku kelas 5 SD. Sedang berjalan kaki sendirian dari tempat sekolahnya dan hendak pulang kembali kerumahnya. Citra setiap harinya masuk sekolah pagi pukul 7:00. Dan pulang pukul 4:30 sore. Sebenarnya normal waktu jam sekolah di tempat Citra hanya dari jam 7 pagi sampai jam 1:30 saja. Tetapi karna Cinta anaknya terbilang pintar dan sangat rajin. Jadi Citra di rekomendasikan oleh pihak sekolahnya. Selain dapat beasiswa, Citra juga dapat pelajaran tambahan. Untuk menunjang pendidikannya agar lebih baik lagi. Dan itu sama sekali tidak dipungut biaya.
Terlihat sore itu Citra sangat lelah. Dengan langkah kaki yang agak berat dipaksakan. Terus berjalan agar bisa cepat sampai tujuan. Walaupun saat itu kelihatan sekali kalau Citra berjalan sempoyongan, seperti mau tumbang.
__ADS_1
Dika yang waktu sore itu sedang bermain bola Kaki bersama teman-teman nya. Ditengah lapangan, yang waktu itu memang ada pertandingan antar desa. Dan Dika adalah salah satu pemainnya. Dan juga kapten dari tim yang Dika pimpin tersebut. Dika tengah asik bermain bola bersama teman temannya itu. Tiba-tiba saja bola yang Dika tendang ke arah gawang lawan tersebut mengenai tiang gawang, dan terlempar ke arah jalan besar. Yang terletak tidak jauh dari lapangan bola tersebut. Entah karna tendangan dari kaki Dika yang terlalu kuat. Sehingga bola itu tiba-tiba terlempar sangat jauh dan tampa di sengaja mengenai Citra yang sedang berjalan kaki dipingir jalan tersebut. Saat kejadian itu.
Citra yang memang sudah sempoyongan dan kelihatan sangat lelah. Seketika langsung tumbang saat kenak tendangan dari bola itu secara tiba-tiba.
Brukk..
Terdengar hempasan tubuh Citra ke tanah. Dengan suara yang cukup kuat. Dika dan teman-teman nya yang menyadari, kalau bola yang mereka mainkan tampa di sengaja telah mengenai orang lain. Seketika mereka semua berlari mengejar keareah bola tersebut.. Dan dilihatnya lah Citra yang sudah pingsan dipingir jalan itu.
__ADS_1
Dengan sigap Dika dan teman-temannya mengangkat tubuh Citra ke sebuah warung yang terletak tidak jauh dari tempat kejadian tersebut.
Trunkan pelan pelan..? Hati hati, kepalanya.. Ucap Dika kepada teman temannya. Yang sedang membantu Dika untuk mengangkat tubuh Citra tersebut. Tampak saat itu wajah Dika sangat mengkhawatirkan keadaan Citra. Walaupun sebelumnya Dika belum pernah mengenal Citra, tetapi ada rasa iba ketika dia melihat sosok wajah yang sangat lembut menurutnya itu. Walaupun saat itu Citra masih memakai seragam sekolah, dan kelihatan sangat pucat. Tetapi itu sama sekali tidak mengurangi aura positif yang ada pada dirinya. Sehingga siapapun yang melihatnya pasti akan terpesona.
Begitu pun dengan Dika. Dika berusaha membangun kan Citra, dengan cara mengusapkan minyak kayu putih yang dia dapatkan dari pemilik warung tersebut. Dika terus menghirupkan minyak kayu putih tersebut dengan lembut kehidung Citra. Berharap Citra akan segera sadar.. Dan benar saja. usaha dari Dika itu tidaklah sia sia. Tidak lama setelah itu Citra pun sadar dan berusaha untuk bangun.
Auuhh..?! Pekik Citra. Sambil memegang kepalanya yang terasa masih pusing. Oleh karena hantaman bola tendang Dari Dika tersebut.
__ADS_1
Dika yang melihat Citra sudah sadar langsung bertanya kepada Citra.
Kamu sudah sadar..? Kamu tidak apa apa. Atau ada yang sakit...!! Apa yang kamu rasakan?? Tanya Dika kepada Citra yang tampak masih kelihatan bingung saat itu.