Perjuangan Hidup Dan Ketulusan Cinta

Perjuangan Hidup Dan Ketulusan Cinta
"BAB 42 Sebuah kado istimewa"


__ADS_3

Setelah turun dari mobil Dika, Citra ingin segera masuk kekontarakannya. Tetapi terlebih dahulu Citra tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada Dika yang sudah mengajaknya untuk pergi jalan-jalan seharian.


"Kak Dika trimakasih banyak ya. Satu harian ini kak Dika udah ngajak aku jalan-jalan. Pergi makan nonton dan membelikan aku baju juga, hari ini aku senang banget. Sekali lagi trimakasih ya kak." ucap Citra kepada Dika dengan wajah Citra yang masih polos itu.


"Iya Sama-sama Citra, kak Dika juga senang bisa mengajak kamu pergi jalan-jalan." ucap Dika tersenyum kepada Citra, seraya mengusap pucuk kepala Citra itu dengan lembut.


"Yaudah kak Dika kalau begitu Citra masuk dulu ya, hari sudah sore juga Citra mau bersih-bersih habis itu sholat Asyar." ucap Citra kepada Dika.


"Ohya kak Dika ngak mampir dulu." ucap Citra lagi. Yang berbasa-basi kepada Dika, untuk menawari Dika mampir kekontarakan nya.


"Enggak usah Citra, kak Dika langsung balik aja soalnya kak Dika mau singgah ke Cafe dulu. Ingin mengecek laporan dan yang lain-lain nya." ucap Dika seraya menjelaskan kepada Citra tersebut.


"Oh baik lah Kak, kalau begitu kak Dika hati-hati ya." ucap Citra lagi sembari tersenyum kepada Dika. Lalu Citra pun kembali melangkah kan kakinya, hendak ingin masuk kedalam rumahnya. Tetapi baru beberapa langkah Citra berjalan, Dika lalu kembali memanggilnya.


" Citra tunggu sebentar, ini ada sesuatu buat kamu." ucap Dika seraya memberikan sebuah bingkisan kado kepada Citra, kado tersebut sedari tadi yang telah disimpan Dika didalam laci mobilnya.


"Apa lagi ini kak Dika?" ucap Citra yang mulai penasaran dengan kotak kado yang diberikan oleh Dika tersebut.


"Kamu buka aja sendiri." ucap Dika sembari tersenyum kepada Citra.


"Oke baiklah, aku bukak ya kak." ucap Citra lagi sambil mengambil kotak tersebut lalu membuka nya."

__ADS_1


Setelah membuka kotak kado yang telah diberikan oleh Dika itu, Citra pun langsung kaget melihat isi didalamnya.


" Kak Dika, ini benaran buat aku...!"ucap Citra lagi yang berusaha meyakinkan Dika kembali, kalau Dika tidak salah memberikan kado tersebut kepadanya.


Wajar saja jika Citra kaget dan kurang yakin dengan Kado yang diberikan oleh Dika tersebut. Karena isi didalam nya adalah sebuah Ponsel pengeluaran terbaru yang harganya lumayan fantastis. Kalau di totalkan Rupiah, untuk membeli 1 buah Ponsel tersebut dana yang harus di keluarkan mencapai Rp 35.000.000. itu bukan jumlah yang sedikit, apa lagi buat Citra, jika di bandingkan dengan ponsel lamanya yang kisaran harganya cuma Rp. 250.000.


"Iya, itu memang buat kamu Citra. Apa kamu menyukainya?" ucap Dika yang ingin mengetahui apakah Citra suka dengan pemberiannya tersebut.


"Maaf kak Dika, Citra ngak pantas buat terima hadiah ini. Hadiah ini terlalu mahal buat Citra, lebih baik kak Dika simpan lagi hadiahnya. Sekali lagi Citra minta maaf, Citra benaran tidak bisa untuk menerimanya." ucap Citra yang berusaha menolak pemberian dari Dika tersebut.


" Kata siapa kamu pantas untuk menerimanya Citra? Ini sangat cocok untukmu. Kamu adalah perempuan terbaik yang pernah kak Dika kenal, jadi kamu juga sangat pantas mendapatkan yang terbaik juga." ucap Dika kepada Citra.


"Tapi kak..." ucap Citra, namun langsung di potong oleh Dika.


"Kak Dika akan merasa sedih jika kamu tidak mau untuk menerimanya." ucap Dika lagi dengan tatapannya yang tak bisa diartikan.


"Oke, baiklah kak. Akan Citra terima kalau memang kak Dika memaksa."


Tetapi jika nanti Citra sudah bekerja dan memiliki uang, Citra akan berusaha mencicilnya ya kak." ucap Citra lagi, karena Citra tidak mau merasa berhutang budi terhadap Dika.


"Terserah kamu saja Citra." ucap Dika Sembari tersenyum kepada Citra. Lalu Dika pun kembali untuk masuk kedalam mobilnya.

__ADS_1


"Kak Dika pergi dulu ya, kamu juga segera masuklah kedalam rumah. Nanti kak Dika hubungi kamu lagi." ucap Dika lagi.


"Baik Kak Dika.Hati-hati di jalan.!" ucap Citra sambil melambaikan tangannya kepada Dika, lalu ia pun juga kembali masuk kedalam rumahnya.


****


Disebuah rumah mewah terlihat Ryan yang sedari tadi didalam kamarnya tidak bisa untuk tidur sama sekali. Walaupun ia sudah mandi dan berusaha untuk memicingkan matanya, tetapi tetap saja itu semua sia-sia karena fikiran Ryan terus menerawang kepada Citra. Ryan selalu di bayang-bayangi dengan mimpinya itu. Fikirannya juga selalu terganggu dengan pemandangan yang dilihat nya tadi siang, bagaimana Dika menyuapi Citra makan dengan lembut dan juga romantis nya. Ditambah lagi dengan ucapan mamanya yang tadi, itu semua membuat fikiran Ryan tambah kacau.


"Ah...! Ada apa dengan ku.!" gerutu Ryan sambil mengacak rambutnya dengan kasar.


Bersambung,,,


@MiraWati.


Β 


**PENGUMUMAN:


Β 


Mohon maaf ya buat teman-teman semuanya. Untuk sementara ini kisah Citra dan Ryan belum bisa untuk Author lanjutkan. Karena begitu banyaknya kesalahan dari BAB awal sampai akhir. Dari letak penempatan huruf kapital, tanda kutip " Dll. Yang selama ini tidak Author perhatikan dan harus Author revisi ulang. Itu membutuhkan waktu yang sangat lama. Untuk sekedar informasi. Jika kalian berkenan. Kalian bisa mampir ke cerita Author satu lagi yang berjudul: (kisah masa kecilku) Author juga sangat mengharapkan dukungan dari kalian semua. Untuk cerita Author yang baru ini. Tampa kalian semua Author tidak akan berarti apa-apa. Sekali lagi Author ucapkan terimakasih. Mohon maaf jika Author masih banyak kekurangan. Assalamualaikum. W.w.b πŸ’•πŸ™πŸ™**

__ADS_1


__ADS_2