Perjuangan Hidup Dan Ketulusan Cinta

Perjuangan Hidup Dan Ketulusan Cinta
"BAB 5 Semua mata tertuju kepada citra"


__ADS_3

Dewi pun menjawab pertanyaan dari Citra tersebut.


"Harusnya aku yang bertanya Citra, ada apa denganmu? Kenapa sedari tadi aku perhatikan kamu begitu melamun? Memangnya apa yang sedang kamu fikirkan? Sedari tadi aku panggil-panggil tetapi kamu tidak menjawabnya sama sekali." ucap Dewi kepada Citra.


"Maaf Dewi, aku tidak bermaksud mengabaikan panggilanmu. Tetapi..." ucap Citra yang belum sempat ia lanjutkan, namun telah di potong oleh Dewi sahabatnya itu.


"Tapi apa Cit? bukannya kamu harusnya senang karena kamu telah mendapatkan pekerjaan itu, bukannya dari awal kamu juga sangat menginginkan pekerjaan itu? Jadi apalagi yang membuat sahabat ku ini bersedih." ucap Dewi.


"Kalau kamu ada beban fikiran, kamu bisa cerita sama aku. Jangan kamu pendam sendiri, bukankah kita sudah seperti saudara? Apa itu semua masih membuatmu ragu untuk berbagi sedikit bebanmu kepadaku." ucap Dewi lagi sembari menatap kearah Citra dan juga memegang pundak Citra.


"Bukannya begitu Dewi, aku bukannya tidak percaya kepadamu. Aku hanya merasa tidak enak, jika aku harus membagi masalahku lagi denganmu. Karena kamu sudah begitu baik kepadaku dan juga sudah begitu banyak membantuku. Jadi aku sudah tidak mau merepotkanmu lagi."ucap Citra dengan wajah sendunya.


" Citra, kan aku sudah pernah bilang.! Kamu jangan pernah merasa sungkan ataupun tidak enak kepadaku."


" Aku senang kok Cit, bisa membantumu. Aku tu udah mengangapmu seperti saudaraku sendiri, tepatnya seperti adekku. Jadi kamu jangan seperti itu lagi ya." ucap Dewi lagi sambil memegang tangan Citra dan tersenyum kepadanya.


Karena Citra dan Dewi terpaut jarak usia 2 tahun. Dewi lebih tua dari Citra, ketika Citra masih kelas 1 SMA. Dewi sudah tamat sekolah, jadi Dewi memutuskan untuk pergi merantau ke kota ini. Awalnya Dewi ikut dengan bibiknya, bibik Dewi membantu Dewi untuk mencari pekerjaan dan pada Akhirnya, dengan penuh percaya diri dan keyakinan Dewi pun bisa bekerja di tempat buk Ericka.


Awalnya dulu Dewi tinggal bersama bibiknya, Karena Dewi belum mempunyai uang untuk menyewa kosannya sendiri. Setelah 1 tahun Dewi bekerja, bibik Dewi pindah kekampung halamannya. Dikampung tempat Dewi dan Citra juga dibesarkan bersama. Jadi Dewi memutuskan untuk mencari kontrakan sendiri. Karena Dewi merasa juga sudah mampu untuk membayar kosanya sendiri.


Kembali ke Citra.


Citra sangat senang dan bersyukur mempunyai teman dan sahabat seperti Dewi, Citra tidak tau bagaimana cara membalas kebaikan dari Dewi tersebut.

__ADS_1


"Terimakasih ya Dewi, kamu sangat baik kepadaku. Aku sangat beruntung memiliki sahabat sepertimu." ucap Citra dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca.


"Sama-sama Cit..." ucap Dewi sembari tersenyum ke pada Citra. Mereka berdua pun saling berpelukan.


"Yaudah sekarang kamu mandi dulu sana, aku mau pasang baju dulu. Selesai kamu mandi, kamu siap-siap. Setelah itu kita pergi beli nasi goreng kedepan." ucap Dewi.


"Baik wi, kalau begitu aku mandi dulu." ucap Citra sambil melangkahkan kakinya kekamar mandi.


Dewi telah selesai bersiap-siap dan Citra pun telah keluar dari kamar mandi. Setelah mereka berdua selesai, Dewi dan Citra pun langsung pergi keluar untuk membeli nasi goreng yang terletak tidak jauh dari kossan Dewi tersebut. Sesampainya di tempat tujuannya, Dewi langsung memesan nasi goreng kepada penjualnya.


"Mas pesan nasi gorengnya dua ya, seperti biasa." ucap Dewi, karena Dewi memang sudah menjadi langganan, di tempat nasi goreng tersebut dan tukang nasi goreng itu pun sudah sangat mengenal Dewi.


Tak berapa lama pun pesanan yang mereka pesan pun datang, Dewi dan juga Citra tampak menikmati nasi goreng yang mereka pesan itu dengan lahapnya. Karena Dewi dan Citra memang sudah sangat lapar, jadi tak butuh waktu lama untuk mereka menghabiskan makanannya. Setelah mereka selesai makan, Dewi pun langsung membayarnya. Kemudian mereka berdua pun kembali pulang ke kontrakkan nya. Setelah sampai di kontrakkan, mereka berdua pun langsung tidur, karena tadi menempuh perjalanan yang cukup lama, dari desa mereka ke kota A tersebut memakan waktu kurang lebih selama 8 jam. Itu cukup membuat mereka berdua sangat merasa lelah dan butuh istirahat.


"Bangun Dewi, ini sudah pagi," ucap Citra sambil mengererakan tangan Dewi yang masih bergulat dengan mimpi-mimpinya itu.


Tak berapa lama pun Dewi juga terbangun.


"Hoam..."


Sambil menguap, Dewi duduk dan menatap jam dinding telah menunjukkan pukul 6:15. Betapa terkejutnya Dewi dia tidak menyangka akan tertidur selama itu. Dewi pun bergegas masuk kekamar mandi untuk melaksanakan ritual mandinya, setelah itu mengambil wudhu dan langsung mengerjakan shalat subuh.


Citra pun telah selesai bersiap-siap. Citra tidak mau di hari pertamanya bekerja akan terlambat. Citra hari itu mengenakan pakaian yang sangat rapi dan peminim. Citra memakai baju kemeja kotak-kotak berwarna putih dan juga rok di bawah lutut yang berwarna hitam. Citra memakai sedikit riasan dan pelembab bibir. Rambutnya disangul ke atas dan Citra juga memakai sepatu hak yang berukuran 5 cm. Itu semua membuat Citra kelihatan sangat cantik, karena aslinya Citra memang sudah cantik. Ditambah berpenampilan seperti itu membuatnya tambah anggun dan sangat sempurna.

__ADS_1


Dewi telah siap mengerjakan shalat subuhnya, betapa kagumnya Dewi melihat penampilan Citra yang sangat cantik menurutnya pagi ini.


"Kamu cantik sekali Cit..." ucap Dewi yang memuji penampilan Citra tersebut.


"Ah, kamu bisa aja Dewi, aku kan jadi malu." ucap citra agak sedikit malu mendengar pujian dari Dewi tersebut.


Dewi pun segera bersiap-siap. Sedangkan Citra langsung kedapur membuat teh hangat untuk mereka berdua, ia juga menyiapkan roti selai kacang yang terletak di meja dapur Dewi itu. Setelah selesai menyiapkannya Citra pun membawa sarapan yang ia buat itu kekamar. Sedangkan Dewi juga telah selesai bersiap-siap.


"Sudah siap Dewi, ayo kita sarapan dlu ini sudah aku buat kan teh dan roti selainya juga." ucap Citra yang mengajak Dewi untuk sarapan terlebih dahulu.


"Oke cit." ucap Dewi.


Setelah selesai sarapan, mereka berdua pun langsung pergi ketempat kerja Dewi dengan menggunakan angkot. Sekitar 15 menit mereka pun sampai di tempat tujuannya. Citra yang merasa sangat gugup menggutarakan kepada Dewi.


"Dewi, aku sangat merasa gugup." ucap Citra Kepada Dewi.


"Santai aja cit, kamu nggak perlu gugup..." ucap dewi sambil tersenyum kepada Citra.


Mereka berdua pun melangkah untuk masuk keruangan itu, sesampainya di dalam ruangan itu semua mata karyawan yang lain tertuju kepada Citra. Apalagi karyawan laki-laki menatap kagum akan ke cantikan Citra. Berbeda dengan Dewi yang sudah lama bekerja di sana, jadi merekapun sudah sangat mengenal Dewi.


"Siapa gadis yang bersama dewi itu, cantik sekali dia." ucap salah seorang karyawan laki-laki yang ada didalam ruangan tersebut Kepada teman yang ada didekatnya.


Bersambung,,,,

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan vote nya juga ya teman-teman Terimakasih πŸ€— πŸ€—


__ADS_2