
"Ryan sangat dibingungkan oleh semua ini.
Tadi beny menelfon menyuruhku datang kesini dengan nada yang terburu buru katanya ada hal yang sangat penting yang ingin dia beritahukan kepadaku' bahkan dia tidak mau memberitahukan melalui sambungan telfon.
Tetapi setelah sampai disini aku tidak melihatnya sama sekali' dimana dia sekarang, hal yang sangat penting apa yang ingin dia sampaikan kepadaku' Dan siapa wanita yang tidur disini. Ahhh kepalaku pusing jika harus menerka nerka sendiri' lebih baik kucari lagi keberadaan si beny biar bisa kutanyakan langsung kepadanya.
Tapi harus ku cari dimana lagi?
Tidak lama Ryan bergumam dengan fikiranya sendiri tiba-tiba dia teringat..! Dari tadi kan
__ADS_1
Belum mencari beny di ruangan kerjanya' dan aku sendiripun sesampai disini belum juga masuk keruanganku mungkin saja sekarang beny ada disalah satu ruangan terserbut.
Ahhh ada apa denganku kenapa aku dari tadi tidak memikirkanya sampai kesitu batin Ryan dengan kesalnya. dan lalu melangkah pergi meninggalkan ruangan tungu itu dan berjalan keluar menuju ruangan nya.
"Tidak butuh waktu lama Ryan pun sampai di depan ruangan beny sesampainya di depan pintu Ryan langsung masuk tampa mengetok pintu terlebih dahulu' ya karna Ryan adalah bos nya disitu Jadi dia tidak perlu mengetok pintu dulu jika ingin masuk keuangan manapun.
"ya" benar saja' setelah Ryan membuka pintu dan masuk keruangan asisten nya itu Ryan melihat beny yang sedang sibuk menyusun beberapa buku dan kertas kertas yang lainnya didepan meja kerjanya.
Ryan yang sudah terlanjur kesal terhadap beny langsung berjalan ke arah beny dan tiba-tiba langsung memukul meja kerja beny itu dengan agak sedikit keras.
__ADS_1
Beny yang sedang fokus bekerja tentu sangat di kagetkan dengan suara pukulan meja yang hampir saja membuat jantungnya copot,
Setelah dia melihat siapa yang berdiri di depannya dan berani memukul meja kerjanya itu bahkan masuk tampa mengetok pintu terlebih dahulu itu membuat beny lebih terkejut lagi' beny tidak menyangka sama sekali ternyata yang berdiri didepannya itu adalah bos nya. Awalnya beny sangat kesal dan ingin marah kepada orang yang tiba-tiba mengetkanya itu, tetapi setelah beny melihat kalau orang yang berdiri didepanya itu ternyata adalah bos nya sendiri. Tentu seketika nyali beny langsung ciut dan tidak berani untuk proses! Namanya juga bos' Hehehe bos kan bebas.
"Ehh bos ternyata kamu sudah disini, sejak kapan kamu sampai disini bos ohya maaf tadi aku tidak mengetahui kalau bos sudah datang' ucap beny dengan sopan sambil memberikan sedikit senyuman kepada bos dinginnya itu. Sebenarnya beny masih kesal dengan tiba-tiba bosnya itu masuk dan memukul mejanya tampa dia tahu apa salahnya, tetapi beny tidak berani untuk menanyakanya apalagi ketika beny melihat wajah bosnya yang sangat dingin dan menatapnya dengan sorotan mata yang tak bisa di artikan dan yang saat ini tengah berdiri didepannya. Jadi lebih memilih untuk diam dan bersikap biasa biasa saja.
"sudah bertanya nya. Harusnya aku yang bertanya kepadamu' Hal penting apa yang ingin kamu sampaikan kepadaku, sehingga menyuruhku terburu buru untuk datang kesini, dan kenapa kamu tidak menungguku didepan' bahkan aku yang harus mencarimu di sekeliling ruangan ini. Jawab Ryan langsung dengan nada kesalnya.
"ohh itu' maaf bos,,tadi aku tidak menunggumu dulu didepan karna aku fikir kamu masih lama akan sampai disini dari pada membuang waktu sia sia mendingan aku siapkan kerjaanku terlebih dahulu manatahu nanti kamu membutuhkan nya.
__ADS_1
Rencana setelah kerjaanku selesai aku akan kembali kedepan untuk menunggumu dan akan menjelaskan semuanya kepadamu' jawab beny dengan jujur.
Sekali lagi aku minta maaf bos aku tidak bermaksud membuatmu kesal dan harus mencariku ucap beni lagi sambil menjelaskan kepada bosnya itu.