Perjuangan Hidup Dan Ketulusan Cinta

Perjuangan Hidup Dan Ketulusan Cinta
"BAB 4 Citra yang melamun"


__ADS_3

Setelah itu Dewi dan Citra berpamitan kepada buk Ericka, rencananya mereka berdua langsung ingin kembali ke kontrakan Dewi. Dewi memang tinggal sendiri di kontrakannya tersebut. Karena itu Dewi mengajak Citra untuk tinggal bersamanya. Rencananya mereka nanti akan patungan untuk membayar sewa kontrakan itu. Tetapi untuk sementara Dewi dulu yang membayarnya sendiri. Karena Citra baru sampai dan belum bekerja. Tak berapa lama pun mereka berdua telah sampai di kontrakan Dewi tersebut.


"Ayo Citra, kita masuk kedalam...beginilah Cit, keadaan kosan ku, sangat sederhana dan juga tidak terlalu besar, tetapi lumayan lah buat tempat istirahat dan berteduh." ucap Dewi yang berbicara sedikit merendah kepada Citra.


"Tidak apa2 Dewi, ini sudah sangat bagus kok...yang terpenting kan kita ada tempat tinggal." ucap Citra sambil tersenyum manis kepada Dewi.


"Ohya Cit, letakkan bajumu di lemari warna coklat yang ada di samping lemariku itu ya." ucap Dewi kepada Citra sambil menunjukan lemari pakaian yang Dewi maksud, Karena di samping lemari Dewi ada satu lemari kosong yang tidak terpakai namun masih bagus.


"Baik Dewi, Terimakasih." ucap Citra.

__ADS_1


"Sama sama Citra." ucap dewi lagi.


"Ohya Cit, aku mau mandi dulu. Selagi aku mandi kamu rapikan bajumu dulu ya, nanti kalau sudah selesai kamu langsung mandi. Setelah itu kita pergi makan nasi goreng yang jualan, di depan gang masuk kosanku itu nasi gorengnya lumayan enak." ucap Dewi yang masih berdiri didepan pintu kamarnya itu.


" Oke baiklah Dewi, ucap Citra sambil membuka lemari baju itu dan menyusun semua pakaianya kedalam lemari tersebut.


Dewi pun langsung masuk ke kamar mandi untuk melanjutkan ritual mandinya. Setelah Citra menyusun semua bajunya, Citra duduk ditepi ranjang sambil memainkan ponselnya yang masih terbilang jadul itu. Ponsel Citra ponsel biasa yang bisa cuma untuk menelepon dan juga berkirim pesan, bukan ponsel Smartphone yang bagus seperti punya Dewi temannya. Mempunyai aplikasi dan juga, fitur lengkap yang ada Camera atau pun Video call dan sebagainya.


Tak berapa lama berselang Dewi pun keluar dari kamar mandi, Dewi melihat Citra yang lagi duduk termenung ditepi ranjang miliknya sambil memandangi Ponsel jadulnya itu.

__ADS_1


"Cit, Citra..." ucap Dewi yang mencoba memanggil Citra berkali-kali, namun tetap saja Citra tidak menjawab.


"Sepertinya citra sedang melamun, apa yang sedang Citra fikirkan? Kenapa wajahnya kelihatan begitu sedih, bukannya Citra harusnya senang...karena telah di terima bekerja di tempat buk Ericka." gumam Dewi di dalam hatinya.


Karena melihat sikap temannya itu yang sedari tadi melamun, bahkan Dewi berulang kali memanggilnya pun Citra tidak mendengarkannya. Boleh dibilang mereka sudah seperti saudara, karena sudah begitu dekat dan di besarkan di kampung halaman yang sama. Mereka juga saling menyayangi. Karena merasa panggilanya tak direspont oleh Citra, Dewi pun langsung menghampiri Citra.


Dewi yang baru habis mandi dan masih menggunakan handuk, ia lalu duduk di samping Citra dan menepuk pundak Citra dengan pelan. Sontak saja itu membuat Citra sangat terkejut.


"Eh kamu Dewi, kirain tadi siapa, bikin kaget saja kamu Dewi." ucap Citra yang agak sedikit terkejut dengan kedatangan Dewi yang tiba-tiba menurutnya.

__ADS_1


"Ohya Dewi, kamu sudah selesai mandinya Terus Sejak kapan kamu duduk di sini? Kenapa tidak mengasih tahu aku kalau kamu sudah siap mandinya, aku kan bisa langsung mandi." Ucap Citra lagi masih dengan tampang kagetnya.


Bersambung,,,


__ADS_2