
KAMU...?!! Ucap Ryan yang tidak kalah kagetnya dari Citra. Jika aku tau dari awal kalau yang jatuh kejurang ini adalah kamu. Aku tidak akan mau membantumu. Ucap Ryan lagi.
Siapa juga yang menyuruhmu untuk membantuku. Aku juga tak sudi dibantu olehmu..!! Lebih baik aku mati. Jatuh terjun kejurang ini. Dari pada ditolong oleh orang yang tidak mempunyai hati sepertimu. Ucap Citra dengan suaranya yang bergetar. Lagian untuk apa juga aku masih hidup. Kalau semua harapan dan mimpi mimpiku telah kau hancurkan...!! Aku sangat membencimu.!selamanya aku akan membencimu...!! Ucap Citra lagi dengan air mata yang sudah membanjiri pipinya. Ryan yang mendengar semua perkataan dari Citra tersebut sangat merasa kesal.
Yasudah...?! Kalau kamu mau mati. Mati aja sana... Memangnya aku peduli..!! Ucap Ryan dengan tatapan matanya yang sangat tajam kepada Citra. Dan perkataan itu keluar bukan dari hati Ryan. Melainkan karna kesal dengan semua perkataan Citra.
Baik.. Jika itu mau mu. Aku akan akan terjun kejurang ini..!! Tapi satu hal yang perlu kau ingat. Jika aku mati itu semua karna mu. Karna kau lah yang telah membunuhku..!! Kau lah yang harus bertanggung jawab dengan semua ini.! Semoga kamu merasa puas dengan kepergianku..! Selamat tinggal..!!
Citra pun melepaskan genggamanya dari ranting itu. Dan Akhirnya Citra pun terjun kejurang.
Ryan yang menyaksikan semua itu. Tidak bisa berkata apa-apa. Dia hanya berteriak sambil menjabak rambutnya.
__ADS_1
KENAPA KAMU LAKUKAN ITU..!! AKU TIDAK SERIUS BERKATA SEPERTI ITU KEPADAMU...
KENAPA KAU SANGAT BODOH HAH..!!
Ucap Ryan lagi dan terus berteriak.. Sampai akhirnya Ryan benar-benar tak melihat sosok Citra lagi.
Itulah mimpi yang dialami Ryan. Selama 2 kali berturut turut. Ryan tidak tau mengapa dia tiba-tiba bisa mimpi seperti itu. Yang jelas semua mimpi yang dialaminya tentang Citra itu sangat mengganggu fikirannya.
Citra telah selesai membuat sarapan untuknya dan Dewi. Pagi ini Citra membuat sarapan dengan menu nasi goreng sosis. Dan teh manis hangat. Setelah semuanya selesai Citra langsung menatanya di atas meja. Lalu Citra langsung pergi kekamar memanggil Dewi untuk sarapan bersama.
Dewi didalam kamar sedang bersiap siap mengenakan pakaian dan berhias. Pagi ini seperti biasa Dewi hendak pergi ketempat kerjanya. Tidak beberapa lama Dewi pun telah selesai dengan segala rutinitas paginya. Citra yang sudah sampai didalam kamar tersebut. Langsung menghampiri Dewi dan mengajak Dewi untuk sarapan bersamanya.
__ADS_1
Setelah selesai sarapan.. Dewi pun berpamitan kepada Citra yang hendak segera pergi ketempat kerjanya.
Citra.. Aku berangkat kerja dulu ya,,, kamu hati hati dirumah.. Jangan lupa kunci pintu. Kalau ada apa-apa kamu telfon saja aku..
"Oke...?!" hati hati dijalan ya Dewi... Ucap Citra.
Dewi pun berlalu pergi. Dan Citra pun segera menutup pintu itu dan menguncinya. Setelah itu Citra hendak pergi kekamar mandi. Citra ingin membersihkan dirinya. Belum sempat Citra masuk kedalam kamar mandi. Tiba-tiba ponsel miliknya berbunyi. Citra pun buru buru untuk mengambil Hp nya. Dilihatnya di layar ponsel siapa yang menelfonnya pagi pagi begini. Setelah tau siapa yang menghubunginya. Citra tersenyum.. Citra pun langsung mengangkat panggilan tersebut.
Hallo...?? Assalamualaikum.. Ucap Citra. Dan lalu dijawab oleh seseorang yang ada di sebrang sana.
*Bersambung...
__ADS_1
@MiraWati*.