Perjuangan Hidup Dan Ketulusan Cinta

Perjuangan Hidup Dan Ketulusan Cinta
"BAB 2 Citra yang merasa gugup"


__ADS_3

Sedangkan Citra dan Dewi hanya duduk diam menunggu di ruang tamu. Mereka keduanya sesekali saling tatap walaupun tidak ada obrolan dari mereka berdua. Tetapi raut wajah mereka saling menunjukkan sama-sama banyak pertanyaan di fikiran mereka masing-masing. Apalagi Citra sangat kelihatan gugup dan tegang, Karena Dewi menyadari bahwa temannya itu sedang tidak tenang. Akhirnya Dewi membuka obrolan duluan.


"Cit apa kamu baik-baik saja?"


Tanya dewi sambil menatap wajah Citra.


Citra yang merasa kaget mendengar suara Dewi tiba-tiba memangil namanya. Langsung berbalik menatap Dewi.


"Eh, iya Dewi aku baik baik saja kok." jawab Citra yang masih kelihatan gugup.


"Kamu kenapa Cit, kok kelihatannya tegang begitu. Apa kamu kurang enak badan?" ucap dewi lagi.


"Aku baik-baik aja kok Dewi, cuma aku merasa sedikit gugup?" ucap Citra lagi dengan jujur.


Karena memang saat ini Citra sangat merasa gugup dan agak sedikit gelisah. Dewi tersenyum melihat tingkah Citra tersebut. Tetapi Dewi juga bisa memakluminya, karena ini untuk pertama kalinya buat Citra pergi merantau ke kota A. Kota yang asing untuknya dan untuk pertama kalinya juga Citra melamar pekerjaan disana. Jadi wajar jika Citra bersikap seperti itu. Dewi sangat mengerti apa yang di rasakan oleh Citra saat ini, karena Dewi juga merasakan hal yang sama dengan Citra, saat waktu pertama kali Dewi pergi merantau dan melamar pekerjaan disana. Tentu itu semua membuat Dewi sangat memahami akan kegelisahan yang di rasakan oleh sahabatnya itu.


"Santai aja Cit, enggak usah terlalu tegang. Semuanya pasti akan baik-baik saja."

__ADS_1


"Baik Dewi, Terimakasih." ucap Citra sambil memegang tangan Dewi, ia juga tersenyum kepada Dewi.


Di tengah tengah obrolan mereka tiba-tiba bi Sri datang.


"Permisi non, maaf kalau membuat non agak sedikit lama menunggu?" ucap bik Sri dengan sopan.


"Eh iya bik, tidak apa apa." ucap Dewi dengan sedikit tersenyum.


"Ohya non, sebentar lagi nyonya akan turun. Non tunggu sebentar dulu ya, saya permisi kebelakang dulu." ucap bik Sri lagi.


"Baiklah bik, terimakasih." ucap Dewi lagi.


"Eh, ibuk sudah datang? Apa kabar buk?" ucap Dewi dengan sopan, sembari tersenyum ramah sambil menjulurkan tangannya. kepada bosnya itu.


"Kabar saya baik.Kamu sendiri bagaimana kabarnya?" ucap buk Ericka kembali kepada karyawannya itu. Seraya menjawab jabatan tangan dari Dewi tersebut.


"Alhamdulillah saya juga baik buk, seperti yang ibuk lihat sekarang." ucap Dewi lagi sembari tersenyum manis terhadap bosnya itu.

__ADS_1


Sedangkan Citra hanya diam mematung dengan rasa gugup dan juga masih tetap berdiri di posisinya.


"Ohya buk kenalkan, ini Citra. Teman saya dari kampung dan ini buk Erikca bos di tempat aku bekerja Cit." ucap Dewi sambil mengenalkan keduanya.


Citra dengan masih sedikit gugup dan malu malu langsung menjulurkan tangannya dan memperkenalkan dirinya.


"Perkenalkan buk. Nama saya Citra Kirana Larasati. Biasa dipanggil Citra." ucap Citra dengan sopan sembari menjulurkan tangannya kepada orang yang sedang berada di hadapannya itu.


"Saya Ericka Widoyo. Biasa di panggil Ericka." ucap buk Ericka sambil menjawab jabatan tangan dari Citra.


"Ohya silahkan duduk." ucap buk Erikca lagi sambil mempersilahkan tamunya itu untuk duduk.


Akhirnya mereka semua kembali untuk duduk. Tak berapa lama berselang bik Sri pun datang dengan membawa mapan yang berisi 3 gelas air teh hangat dan juga sedikit cemilan kering. Buat kedua tamu dan majikannya itu.


"Maaf pemirsi nyonya," ucap bik Sri dengan sopan, sambil meletakkan minuman dan juga kue kering yang ia bawa itu.


Setelah selesai meletakkan semuanya diatas meja tamu tersebut, bik Sri pun mempersilahkan semuanya untuk minum.

__ADS_1


"Silahkan di minum nyonya dan juga non, saya permisi dulu." ucap bik Sri dengan ramah.


Bersambung,,,


__ADS_2