Perjuangan Hidup Dan Ketulusan Cinta

Perjuangan Hidup Dan Ketulusan Cinta
"BAB 22 Dewi yang merasa kaget"


__ADS_3

Dewi sudah sampai di tempat kerjanya kembali, dan melanjutkan tugas tugasnya yang belom selesai tentunya.


Di saat dewi sedang sibuk melakukan pekerjaannya tiba-tiba datang salah seorang rekan kerja dewi yang memanggil namanya.


"Dewi,, pak beny menyuruh kamu untuk menghadap keruanganya, kata salah satu rekan kerja dewi yang bernama sita tersebut.


Sita adalah salah satu teman baik dewi ditempat kerja, Sita termasuk orangnya Humoris, mudah bergaul, periang, dan juga manis. Memiliki rambut panjang sebahu dan bergelombang, hidung yang mancung, mata coklat, dan kulit berwarna sawo matang. Dan sangat cocok dengan fostur tubuhnya yang mungil dan tidak terlalu tinggi, tetapi memiliki kedaya tarikanya sendiri.


Deg,,,?!


Dewi langsung dikagetkan oleh panggilan temannya itu. Baik sita, aku akan segera kesana,. Trimakasih sita.. jawab dewi. Sambil tersenyum kearah sita. Sama-sama dewi,, jawab sita lagi.


ada apa beny memanggilku,. apa aku ada melakukan kesalahan. Sampai dia menyuruhku menghadap dia keruanganya, fikir dewi. Tapi tiba-tiba dewi diingatkan dengan kejadian beberapa saat yang lalu.


Dimana Iya pergi keluar dari tempat kerjanya menyusul citra yang sedang berlari keluar sambil menangis. Dewi saat itu ketika melihat sahabatnya seperti itu tampa berfikir panjang langsung mengejar citra dari belakang dan lupa terlebih dahulu untuk meminta izin. Kepada atasannya ataw wakilnya.


"ya" saat itu dewi hanya memikirkan citra saja, karna dewi sangat mengkhawatirkan keadaan citra yang kelihatanya sangat memprihatinkan.


Yatuhan,,,?! Aku baru ingat.! Tadi siang aku pergi keluar dari sini pas menyusul citra aku lupa meminta izin dulu sama beny,. apa mungkin karna itu dia memanggilku, Mungkin saja dia marah kepadaku. Matilah aku..!! Gumam dewi sambil berjalan menuju kearah ruangan kerja beny. Tidak beberapa lama dewi pun sampai di depan pintu ruangan kerja beny.

__ADS_1


"Tok,, tok,,, tok,,,


Dewi mengentuk pintu terlebih dahulu.


Iya silahkan masuk..! Dari dalam terdengar sautan dari beny yang sepertinya sudah menunggu kedatangan dewi sedari tadi.


Maaf pak' apa benar pak beny memanggil saya kesini.? Tanya dewi.


Iya benar dewi, silahkan kamu duduk dulu. Jawab beny dengan nada datarnya.


Baik pak, Trimakasih..?! Jawab dewi lagi sambil melangkah untuk duduk di kursi yang terletak tepat didepan meja kerja beny.


Deg,,,?!


"Lagi lagi dewi dikagetkan oleh perkataan beni tersebut. Apa yang ingin disampaikan beni,. Kenapa perasaanku jadi tidak enak begini,?!


Gumam dewi didalam hatinya.


Iya pak, silahkan.. Memangnya anda ingin bertanya apa,, dan apa yang bisa saya bantu.?!" Jawab dewi dengan nada yang sedikit gugup. Memang suasana di ruangan itu seketika berubah menjadi sangat dingin dan kaku. Tidak seperti biasanya ketika dewi bertemu dengan beni ditempat kerja mereka berbicara dengan sangat santai, dan akrab. Kadang kadang mereka juga saling bercanda satu sama lain, beni juga biasanya kalau berbicara dengan dewi selalu dengan kata kata akrab mereka. seperti aku, dan kamu. Ataw sebutan nama seperti layaknya sepasang teman dekat, dan tidak ada jarak pembatas bagi mereka. Seperti wakil atasan dan bawahan.

__ADS_1


Dan jarang sekali mereka berbicara menggunakan bahasa saya, bapak, ataupun anda. Seperti yang sekarang ini yang sedang terjadi dan terdengar agak sedikit cangung buat mereka berdua.


"Memang beni adalah atasan dewi dan yang lainnya karna beni jabatannya lebih tinggi daripada karyawan karyawan yang lain yang ada perusahaan itu. Selain asisten pribadinya bos besar ditempat itu, beni juga satu satunya orang kepercayaan dan kaki tangan bos mereka. Dan semua karyawan yang disitu juga sangat segan terhadap beni.


Tetapi itu semua, tak membuat beni besar kepala dan sombong terhadap yang lainnya. Iya selalu bersikap santai dan biasa saja kalau sedang berbicara dengan para karyawan yang lain. Tidak terkecuali dengan dewi, sebenarnya beni memiliki perasaan yang berbeda terhadap dewi, itu terjadi disaat pertama kali dewi mulai bekerja ditempat itu.


Tampa dewi dan beni sadari, sering kali beni memperlakukan dewi dengan istimewa berbeda dengan yang lainnya.


Seperti misalnya, dewi tidak diperbolehkan memanggil dia dengan sebutan pak, ataw anda, hanya boleh, dengan sebutan aku dan kamu. Beni beralasan supaya bisa lebih akrab dan tidak merasa cangung kalau mereka sedang berbicara.


Tetapi itu hanya berlaku untuk dewi, tidak dengan yang lainnya.


Karna kalau berbicara dengan karyawan yang lain, beni tetap beribawa. Dan tak pernah sekalipun mereka bercanda ataupun kelihatan akrab seperti Iya sedang bersama dengan dewi.


Bersambung,,,


Teman teman ini novel pertama author,


Tolong ya buat teman teman yang membaca' author sangat membutuhkan dukungannya, kritik dan saranya,, jangan lupa like komen dan vote nya juga kalau teman teman suka dengan novel yang author buat..

__ADS_1


Trimakasih.. πŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2