
Aku baik baik saja. Cuma agak sedikit pusing.. jawab citra yang masih memegang kepalanya.
Syukurlah kalau kamu tidak apa apa..?! Ohya aku minta maaf.. Tadi tidak sengaja aku menendang bola dan mengenai kepalamu. Ucap Dika saat itu yang merasa bersalah kepada Citra.
Iya tidak apa apa. Tapi lain kali hati hati.. karna itu sangat membahayakan orang lain. Ucap Citra tampa menoleh kearah Dika sedikit pun. Citra saat itu hendak berdiri dan ingin melanjutkan pulang kerumahnya.
Kamu mau kemana.. Apa kamu sudah kuat berjalan?? tanya Dika yang melihat Citra sudah berdiri dan hendak pergi dari tempat itu.
Aku mau pulang kerumahku. Ini sudah sore, orangtuaku pasti sudah menunggu ku dirumah.. Ucap Citra dan berlalu pergi meninggalkan semua orang yang ada diwarung tersebut.
Dika yang melihat Citra yang sudah beranjak pergi pun langsung mengejar Citra. Dan berpamitan kepada Teman temannya. Teman teman,, pertandingan ini sampai disini dulu ya.. Besok kita sambung lagi. Aku ada urusan sebentar,, Kalian kalau mau pulang..pulang aja duluan ya. Ngak usah nungguin aku oke.. ?! Aku pamit dulu.. Ucap Dika kepada teman temanya. Dan lalu pergi menyusul Citra. Eh,, tunggu..?! Ucap Dika. Sambil mengejar Citra yang terus berjalan tampa menoleh kebelakang.
Citra yang mendengar panggilan Dari Dika tersebut pun langsung menghentikan langkah nya.
Ada apa lagi..!! Tampak wajah Citra yang agak sedikit kesal. Karna panggilan dari Dika tersebut menghentikan langkah Citra, yang ingin segera buru buru untuk pulang kerumahnya. Dan menemui kedua orangtua nya.
Maaf kalau aku mengangumu. Aku hanya takut kamu kenapa kenapa, sepertinya kamu masih pusing.. Bagaimana kalau aku antarkan saja kamu pulang sampai kerumahmu. Ucap Dika yang masih mengikuti Citra berjalan disamping Citra.
Tidak usah mengkhawatirkanku.. Aku tidak apa apa?! Aku bisa sendiri.. Jawab Citra yang tampak ingin segera buru buru pulang. Karna hari memang sudah sangat sore. Dan Citra tau kalau kedua orang tuanya sudah mencemaskan nya dirumah.
Tapi aku merasa bersalah kepadamu.. Aku tidak enak jika harus membiarkanmu pulang sendirian saja. Aku takut nanti kamu kenapa napa. Karna bagaimanapun kamu tadi pingsan gara gara aku, jadi aku harus bertanggung jawab. Dan memastikan kalau kamu baik baik saja sampai kerumahmu dengan selamat. Ucap Dika yang masih mengikuti Citra.
Citra yang saat itu merasa gerah dengan sikap Dika yang berlebihan menurutnya itu. Tidak lagi menghiraukan Dika. Malah Citra semangkin mempercepat langkahnya. Dan ingin meninggalkan Dika.
Dika yang menyadari kalau Citra yang berusaha menghindarinya. Tidak menyerah begitu saja.
__ADS_1
Kenapa kamu terburu buru.. Apa kamu takut kepadaku.. Ucap Dika yang terus mengikuti Citra tersebut.
Namun lagi lagi Citra tidak mengindahkanya.
Malah Citra semangkin mempercepat langkahnya, dan akhirnya Citra pun hampir sampai ditempat tujuannya.
Citra yang merasa Dika masih mengikutinya.
Tiba-tiba menghentikan langkahnya.
Aku sudah sampai. Itu rumah ku yang didepan.. kamu sudah puas kan?! Sekarang kamu boleh pulang. Ucap Citra yang agak sedikit ketus terhadap Dika. Karna memang sedari tadi Citra tidak suka kalau di ikuti oleh Dika.
Baik lah.. Aku akan pulang. Kamu hati hati. Sekali lagi aku minta maaf..?! Atas kejadian tadi. Ucap Dika. Dan lalu pergi meninggalkan Citra yang sudah sampai Didepan rumahnya tersebut. Tetapi baru beberapa langkah Dika berjalan Dika lalu berteriak lagi kepada Citra.
Citra pun yang mendengarkan teriakan dari Dika tersebut langsung menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya, melihat kearah panggilan suara tersebut.
ADA APA LAGI SIH.!!
Jawab Citra yang sudah kelihatan sangat kesal. Karna berkali-kali Dika terus menghentikan langkahnya. Yang sudah tidak sabar ingin masuk kerumahnya.
Ohya aku tadi lupa menanyakan. Siapa namamu? Soalnya dari tadi kita kan belom sempat berkenalan.. Ucap Dika sambil mengulurkan tangannya.
APA MASIH ADA LAGI.!!
Jawab Citra yang agak ketus terhadap Dika. Tapi Dika tidak marah sama sekali, dengan nada bicara Citra tersebut. Malah Dika semangkin penasaran.. Karna menurutnya Citra berbeda dengan kebanyakan gadis gadis yang lain. Yang selalu mengejar ngejar Dika. Bahkan seperti tidak punya rasa malu.
__ADS_1
Untuk sekarang cuma itu aja.. Jawab Dika sambil memberikan senyumanmya terhadap Citra.
CITRA.
Jawab Citra singkat menyebutkan namanya. Dan menerima uluran tangan dari Dika tersebut.
Nama aku Dika. Tepatnya Andika Pratama. Ucap Dika yang juga mengenalkan namanya. Dan masih mengengam tangan Citra.
Sudah kan.. Aku mau masuk dulu. Ucap Citra sambil melepaskan tangannya yang masih Digengam erat Dika tersebut.
Ehh.. iya maaf,, silahkan.. Trimakasih.. Sebelumnya.? Ucap Dika yang mempersilah kan Citra untuk masuk kerumahnya. Lalu Dika pun kembali pulang kerumahnya dengan wajah yang berseri seri.
Sejak kejadian awal permulaan perkenalan Dika dengan Citra tersebut. Sejak saat itu Dika dan Citra semangkin sering bertemu. Terkadang Dika sengaja menungui Citra pulang sekolah, dan mengantarkan Citra pulang Kerumahnya. Dan terkadang pas hari libur Dika pun sering berkunjung kerumah Citra, bermain bersama Citra dan juga adik Citra. Bahkan sering juga Dika menemani Citra untuk membantu kedua orangtua Citra bekerja Disawahnya.
Begitulah seterusnya.. Hari hari Dika selalu diisinya bersama Citra. Sejak Awalnya pertemuan yang tidak disengaja tersebut. Walaupun jarak mereka terpaut 3 tahun. Tetapi Dika selalu pandai membawakan Diri dan membuat Citra dan adik adik Citra merasa nyaman jika sedang bermain bersama Dika. Saat itu Citra yang masih duduk Di bangku kelas 5 SD. Sedangkan Dika sudah duduk di bangku. Kelas 2 SMP. Tentu Dika lebih dewasa sikapnya dibandingkan Citra saat itu.
Citra, sedari awal. Yang menganggap Dika sebagai sahabat dan juga kakak angkatnya. Tentu merasakan sangat senang, akan kehadiran Dika didalam hidupnya. Dika yang selalu ada untuknya, dan selalu setia menemani Citra dan adiknya bermain.
Terapi tidak dengan Dika. Karna dari awal pertemuannya yang tampa sengaja itu dengan Citra. Dika sudah mempunyai perasaan lebih terhadap Citra. Yaitu perasaan yang berbeda antara teman, sahabat, atau cuma sebatas kakak dan adek. Boleh di bilang kalau Citra adalah cinta pertama buat Dika. Atau cinta monyet.. Yang jelas saat itu Dika sangat menyayangi Citra lebih dari sahabat. Walaupun Dika sendiri tidak pernah mengungkapkannya kepada Citra.
Hari hari Dika dan Citra selalu dipenuhi dengan Canda tawa.. Tetapi sayang nya itu tidak berlangsung lama. Karna pada suatu hari Dika memutuskan untuk ikut kedua orang tuanya pindah keluar kota. Disaat itu Dika sudah Duduk Dibangku kelas 1 SMA.
Sedangkan Citra masih kelas 1 SMP. mereka hanya bisa bersama selama 2 tahun. Dan akhirnya merekapun kembali berpisah.
Dika melanjutkan pendidikannya, Dikota A. Sedangkan Citra tentu masih tetap bersekolah dikampung halamannya. Sejak kepergian Dika. Hari hari Citra terasa berbeda, terasa ada yang kurang. Walaupun Citra memiliki banyak teman temannya yang lain, tetapi tetap tidak sama..
__ADS_1