
\#Beberapa bulan kemudian\#
Pangeran jin kini telah menjadi seorang raja menggantikan posisi ayahnya yang sudah wafat 2 bulan yang lalu karena sakit sakitan.Putri kagura sudah menikah dengan pangeran kai.Begitupun juga dengan putri alice dan putri hyuna yang sudah menikah mendahului pangeran pertama.Pangeran pertama memilih untuk menunda pernikahannya.Ia sibuk dengan aktivitasnya sebagai kaisar dan di temani oleh adik ke limanya Sebagai perdana menteri dan juga penasehat nya.
Ayah dan ibu mereka memutuskan untuk menikmati waktu bersama di usia tua mereka.Sedangkan tama ia menjadi koki kerajaan karena cita citanya dahulu.
Raja jin mondar mandir di depan kamar permaisuri.Ini sudah waktunya istrinya melahirkan.Tapi,belum ada tanda tanda suara bayi menangis.Kelurga istrinya dari kerajaan merah juga begitu mencemas kan keadaan di dalam.
"Oek..oek" Suara tangisan bayi pun terdengar dari dalam.Raja jin langsung mendobrak masuk karena tidak bisa menahan kesabarannya.Ia malah menemui istrinya dahulu.Ia melihat istrinya terlihat lemas dan pucat.
"Apa yang terjadi pada ratuku?" Tanya raja jin pada tabib yang sedang memeriksa kondisi Sang ratu.
"*Yang mulia*,ratu ingin berbicara berdua dengan anda.." Tabib mempersilahkan raja jin untuk duduk di samping ratu.Ia lalu menyuruh orang orang yang masih di dalam untuk keluar.
"Sayang, apa kau baik baik saja?Wajahmu pucat sekali.Apa ada yang sakit?Dimananya yang sakit?Apa aku harus memijatmu?Tolong katakan sesuatu,sayang ku!" Tanya raja jin bertubi tubi.Ia sangat mencemaskan kondisi istrinya.Entah mengapa firasatnya mulai tidak enak.
Arisa memaksakan untuk tersenyum.Ia membelai pipi suaminya dengan tatapan sayu."Sayang, apa kau mau berjanji padaku?Aku ingin kau menjaga anak kita dan besarkan dia dengan penuh kasih sayang. Jangan biarkan dia kekurangan kasih sayang. Kau harus tetap bahagia saat aku tidak ada bersamamu.Aku minta maaf karena aku harus pergi. "Ucapnya lirih.
" Apa *yang kau katakan sayang? Kau mau pergi kemana?Kau tidak boleh meninggalkan aku dan anak kita .Kau juga memiliki Keluarga* yang selalu menyanyangimu.Kita akan membesarkan anak kita bersama sama"Ungkap raja jin berkaca kaca.
"Maafkan aku,suamiku.Aku sudah tidak kuat lagi.Aku sangat mencintaimu.Maafkan aku tidak bisa menepati janji ini.Aku mohon kau harus selalu bahagia dan kau harus melepas kan ku pergi." Pinta arisa.
"Tidak!Aku tak mengizinkanmu *pergi. Kau tidak boleh pergi*!" Teriak raja jin sambil menangis terisak isak dan membuat semua orang di luar merangsek masuk ke dalam.
"Sinya!"
__ADS_1
"Putriku!"
"Adik kecil!"
"Adik ipar!!"
Semua orang terperangah kaget setelah menyadari bahwa kondisi arisa alias putri sinya tidak bisa di selamat kan.Mereka mendadak lemas seketika.Ada yang menangis histeris dan ada pula yang jatuh pingsan.Raja jin memeluk tubuh istrinya yang mulai dingin dan kaku.
Sementara di alam bawah sadar arisa berdebat dengan perempuan misterius itu.
"Mengapa kau membuat sad ending dalam permainan ini?Aku merasa tidak tega meninggalkan mereka."gerutu arisa.
" Apa kau tidak merindukan ibumu?Apa kau ingin terjebak dalam permainanku?Aku tidak keberatan untuk melakukannya lagi!"Celetuk perempuan itu.
"Oh...tidak!Aku mau kembali ke zamanku.Aku Sangat merindukan ibuku.Cepatlah kembalikan aku.!" Desak arisa tidak sabar.
"Apa katamu?!Sebenarnya kau ini siapa?Kenapa kau selalu menargetkan aku?Apa tujuanmu sebenarnya?Dan kenapa harus aku?" Tanya arisa.
"Baiklah.Aku harus memberitahumu karena aku sudah berjanji untuk mengatakannya padamu.Sebenanya aku adalah peramal mimpi.Aku memiliki kemampuan istimewa sejak aku lahir.Dan aku bukanlah berasal dari duniamu.Aku hanya terjebak dalam dunia yang aku buat.Kau adalah orang aku pilih untuk membantuku kembali ke tempat asalku.Alasan aku memilih mu karena kau memiliki hati sebening kristal dan harus ada seseorang yang bisa melelehkanny.Aku juga bingung mengapa aku harus memilihmu?Kau seperti penghubung antara kau dan duniaku.Aku mohon bantulah aku.Aku sama sekali tidak ingin melibatkan mu dalam tujuanku." Jelas perempuan itu seraya mohon padanya.
Arisa merasa iba.Ia berpikir sejenak.Mungkin membantu seseorang tidak buruk.Dan ini pasti sudah menjadi takdirnya."Baiklah.Aku bersedia membantumu.Tapi..siapa namamu?"Tanya arisa.
"Namaku hikari" Jawabnya singkat.
Setelah berbincang cukup lama dengan hikari,arisa tertidur pulas karena kelelahan.
Tak beberapa lama dia terbangun.Ia menyipitkan matanya memastikan bahwa apa yang dia lihat benar benar nyata.Ia lalu berdiri dari tempat tidur dan meloncat ke girangan.
"Yeeeah...aku sudah kembali.Ini bukan mimpi.Ini beneran rumahku.Hore..!!" Teriaknya senang.
__ADS_1
"Arisa!!Mengapa teriak teriak di dalam?Cepatlah bersiap siap.Nanti kau telat berangkat ke sekolah!" Sahut suara ibunya dari luar.
"Mom...mommy!!!!!!!!" Arisa berlari ke luar dan langsung memeluk ibunya yang sudah rapi dengan pakaian kerjanya.Ia menangis di pelukan ibunya.
"Lho kenapa kamu menangis?Apa yang terjadi?Apa kau bermimpi buruk lagi?" Tanya ibunya heran.
"Mommy,aku sangat merindukan mu!" Isak arisa dalam pelukan ibunya.
"Aish...anak ini.Mengapa kau jadi manja Sekarang?" Ibunya membelai rambut arisa dengan lembut."Sudahlah..berhentilah menangis.Sebaiknya kau harus bersiap siap untuk berangjat kesekolah.Mommy mau pergi ke kantor duluan.Mimmy sudah menyiapkan bekalmu di atas meja beserta sarapanmu"
"Makasih mommy.Hati hati di jalan mommy!" Pesan arisa saat mommy nya sudah berlalu pergi dengan membawa mobil.
Arisa lalu menghampiri meja makan .Ia makan dengan perasaan bahagia.Ia bersiap siap untuk berangkat ke sekolah.
"Brukhh" Tiba tiba ia menubruk tubuh seseorang dan sepertinya dia dari smu putra z.
"Ah..maaf.Aku harus buru buru" Ucap cowok itu.Tapi,mengapa suaranya terdengar familiar di telinganya?.Ia menengadah ke atas untuk melihat wajah cowok tersebut.
Ia terbelalak kaget sambil menutup mulutnya tak percaya.Wajah itu mirip dengan nya.
"Astaga,mengapa ada orang yang memiliki kemiripan dengan si jin itu?Apakah ini hanya kebetulan ?" Tanya suara bathin arisa.Sementara cowok itu menatapnya bingung.
"Kenapa gadis ini terkejut melihatku?Apa wajahku seseram itu?Perasaan ku semua orang malah menyukai wajahku yang tampan ini" Gumam cowok itu narsis.
"Hai nona kenapa kau kaget melihat ku?Apa ada sesuatu di wajahku ini?" Tanya cowok itu pada arisa.
"Ah..mana mungkin!.Namanya saja beda.Dia ini kan nyata" Bisik arisa yang masih bisa di dengar oleh cowok itu walaupun samar samar.
"Apanya yang tidak mungkin? Dan namanya beda apa maksudnya?" tanya cowok curiga.
"Maaf kak...maaf.Saya tidak membicarakan kakak.Saya hanya tidak percaya wajah kakak mirip Seseorang. Tapi,Sayang sekali dia tidak ada di sini.Mungkin hanya kebetulan mirip saja.Saya pergi dulu ya kak.Takutnya telat!" Arisa lalu berlari kecil meninggalkan cowok itu yang memandangnya dari jauh jauh dengan melongo.
__ADS_1