
Pagi harinya arisa bangun.Ia sudah melupakan* kejadian semalam.Ia melihat tama tertidur pulas.
"Kayaknya dia kelelahan.Aah..sebaiknya aku mandi dulu!"
Arisa beranjak dari tempat tidur.Ia berjalan kekamar mandi.Tiba tiba..
"Brukkkh" Ia menubruk dada bidang seseorang. Ia terpana seketika melihat otot otot perut yang kelihatan sexi .Tanpa sadar dia menyentuh perut itu.
"Ukh.." Seseorang menahan sesuatu saat arisa menyentuh dada dan perutnya."Hei,sayang. Apa kau sedang Mencoba menggodaku?"jin memeluk erat pinggang arisa.Arisa tersentak kaget.Wajahnya memerah menahan malu.
"Da..dasar mesum"
"Mesum,heh.Sekarang siapa yang mesum duluan.Kau baru saja menyentuh bagian sensitiv ku.Kau harus bertanggung jawab,sayang ku" Jin mendekati wajah nya.Arisa semakin panik.Ia benar benar kalau pria di hadapannya adalah pria mesum.
"Kak arisa,kak jin...sedang apa kalian?" Tiba tiba suara tama menghentikan tindakan jin .Arisa berhasil melepaskan dirinya dan menghampiri tama.Jin tampak tidak senang.
"Kenapa aku merasa disini dingin?" Tanya tama dalam hati.
"Tama,kau sudah bangun.Ayo,kita mandi bersama!" ajak arisa.
"Tidak boleh!!" teriak jin dan langsung menarik arisa ke dalam dekapan nya."Kau tidak boleh mandi bersama lelaki lain selain aku!"
"Apa yang kau katakan,mesum?!tama bukan pria lain.Dia masih kecil dan dia adalah adikku.!" Bentak arisa
"Dia bukan anak kecil lagi!Dia sudah besar.Aku tidak keberatan kalau kau tidur bersamanya.Tapi,yang ini aku keberatan!" Tegas jin.
"Bilang saja kau sedang cemburu.Kau pikir aku akan mandi bersama dengan tama tanpa pakaian.Aku juga tahu diri .Ayo,tama!" Arisa menarik tama kedalam.Di kamar mandi ada tirai terpisah antara laki laki dan perempuan.Tempatnya mirip dengan pemandian air panas di zamannya.Ia jadi kangen pada ibunya.Ia harus menyelesaikan urusan disini agar cepat kembali ke zamannya.
Di kamar putri kanna sedang ber dandan di bantu para pelayan nya
Seorang pria bercadar hitam muncul dan memberitahukan apa yang terjadi kemarin malam.
"Dia melawan kami semua dan kami terpaksa membunuhnya.Tapi saat kamj mau membawa mayatnya,seseorang membawanya pergi. Kami yakin kalau dia sudah mati." lapor pria itu.
__ADS_1
"Kerja yang bagus!Kau boleh pergi.!" perintahnya."Kalian semua jangan sampai membocorkan apa yang terjadi disini.Jika ada orang luar tahu ,maka aku akan menghabisi kalian!Paham!!"
"Paham,nona putri!" jawab mereka bersamaan.
Si pria tadi sudah pergi dan menemui seseorang.
"Tuan,saya sudah memberitahukan apa yang tuan katakan!" lapornya.
"Bagus....lakukan tugasmu selanjutkan.Kau harus menyebarkan rumor bawah putri sinya sudah mati.Dan pelakunya adalah putri kanna.Kita akan lihat apa yang akan dia lakukan??"
"Baik,tuan" Pria itu lalu pergi. Jin muncul dan memeluk orang yang bicara barusan dari belakang.
"Lepas!" Bentak gadis yang tak lain dan tak bukan adalah arisa.
"Tidak mau.Aku sudah membantu mu barusan dan menuruti permintaan mu meminjam pengawalku.Apa kau tak membalasku??Ngomong ngomong kenapa kau masih menyamar menjadi laki laki.Apa ini adalah hobimu??"
"Bukan urusanmu!" menginjak kaki jin dan masuk kedalam.
"Aduduh...wanita itu suka sekali melukai kakiku..." gerutu jin.Ia menyusul arisa di dalam.
Duk..!.arisa merasa seseorang menaiki tempat tidur dan berbaring di
"Kyaa....hmmmmp" Mulut nya langsung di bekap.
"Berhentilah berteriak.Apa kau mau semua orang datang kesini?!"
"Hemmmp....uhuk.uhukk..kau gila ya.Apa kau ingin membuatku cepat mati?Kau menutup mulutku pakai Tenaga,ya??Kenapa kau ikut tidur disini?Pergi sana!Lakukan saja pekerjaanmu yang lain.Aku ingin istirahat sebentar karena semalam aku tidak bisa tidur!" usir arisa.
"Aku juga tidak bisa tidur semalam.
Aku hanya ingin tidur bersamamu.Kau selalu tidur bersama anak itu." ucap jin
"Kau dan dia berbeda.Kau sudah dewasa dan aku akan berada dalam bahaya kalau tidur bersamamu.Lebih baik kau menemani tama.Dia sedang berjalan jalan di luar sendirian." Suruh nya.
"Ada pengawal ku yang menjaga nya.Kau tidak perlu mencemaskannya."
__ADS_1
jin memeluk tubuh arisa.
"Jin...kau??lepas!!" Teriak arisa
"Diamlah.Biarkan aku memelukmu sebentar.Aku sangat lelah" gumam jin yang sudah memejamkan mata nya.Arisa Menarik nafasnya dan dia mau tak mau tidur dengan di peluk oleh jin.Jin membuka mata dan tersenyum.
Permaisuri masuk ke kamar putri kanna di ikuti teriakan pangeran ke empat,pangeran kija.
"Ibunda,jangan termakan emosi!Bun.." Tiba tiba teriakannya berhenti saat menampar putri kanna.
"Plakkk!!"
"Ibunda??" Ringis putri kanna sambil memegang pipinya yang baru saja di tampar.
"Jangan sebut aku ibundamu.Aku merasa menyesal telah memelihara seekor ular.Kau sama saja dengan ibumu.Lebih baik aku biarkan kau telantar di jalanan.kau sudah membunuh putriku satu satunya.Hari inj aku mencabut gelar Putri kerajaan darimu!!"
"Apa hakmu berani memutuskan nya.Kalau kau bukan yang merebut ayahku dari ibuku,mungkin dia masih hidup sampai sekarang.Kau sama j#l#ngnya dengan putrimu!!" Teriak kanna.
"Plakkkk" Tiba tiba kaisar raja menampar kanna sampai bibir kanna berdarah.
"A..ayah" Putri kanna kaget mendapat tamparan dari kaisar.
"Aku bukan ayahmu!Beraninya kau menghina Istri dan putriku.Kau hanya orang luar.Kalau bukan istriku yang memaksa ku untuk membesarkan mu,mungkin sekarang kau tidak ada disini.Kau sama dengan ibumu yang berusaha menghancurkan keluarga kami.Hari ini kau bukan lagi seorang
putri.Kau lebih pantas hidup sebagai pelayan sama seperti ibumu.!!" Kaisar lalu membawa permaisuri keluar dari ruangan itu.Sementara putri kanna menangis terisak isak.Panngeran kija lalu menyuruh para pengawal kerajaan untuk membawa putri kanna ke penjara atas tuduhan melenyapkan putri sinya.
"Inj adalah hukuman yang pantas untuk mu dariku.Bawa dia!!!!"
"Tidakk!!!"
Para pengawal menarik putri kanna dengan paksa dan melempar nya kedalam penjara.
Kabar kematian putri sinya membuat permaisuri jatuh sakit.Ia tidak ingin bicara pada siapapun.Kaisar memerintahkan semua orang untuk tidak membicarakan kematian putri istana atau mereka akan di penjara seumur hidup.
Arisa terus memandang ke arah bulan.Ia sangat merindukan sosok ibunya.Apakah ibunya sudah makan dan tidur dengan nyenyak?Bagaimana kabarnya hari ini? Alice,apakah dia merindu kan diri nya?Berbagai pertanyaan nya muncul di kepalanya.Ia berharap secepatnya menyelesaikan urusan di sini dan kembali ke zamannya.Wanita misterius yang membawanya masih belum terlihat olehnya sampai hari ini.Mungkin hanya wanita itu satu satunya petunjuk untuk kembali ke zamannya.
__ADS_1
"Bulan yang indah.Sayang keindahan nya hanya sementara untuk di lihat." gumam arisa dengan suara pelan.Ia berdiri di luar jendela kamarnya sambil menikmati udara malam disaksikan oleh suara suara jangkrik dan langit yang di hiasi bintang bintang dan bulan.