
Arisa mendatangi rumah alice.Mereka bersepakat akan belajar bersama di rumah tamako.
"Ibu,kangen!!!" Jiyan kecil memeluk arisa dengan manja.Arisa menepis nya.
"Menjauhlah!!Jangan muncul lagi di hadapanku!Setiap kali kau bersamaku,semua orang menganggap ku tidak waras karena meladeni mu berbicara!"Perintah arisa.
" Ibu....huhuhu"Jiyan lalu mengeluarkan jurus andalan nya.Arisa paling tidak tahan melihat orang lain menangis.
"Ck...merepotkan saja.Kali ini aku biarkan kamu bersama ku.Asal kamu tidak boleh sampai membebani ku!" Ingat arisa.
Jiyan langsung memeluk arisa dengan bahagia nya."Makasih ibu!!!"Teriak nya senang.
"Arisa,yuk berangkat!" Ajak alice.Arisa mengangguk.
Rumah tamako tidak begitu jauh.Mereka hanya berjalan kaki ke sana.Sesekali mereka mampir ke toko buku dan jajanan yang berjejer di badan jalan.
"Alice!"
"Arisa!"
Ke dua gadis itu menoleh ke belakang.Mereka melihat ichi,sora dan dua cowok lainnya yang tidak lain adalah run dan rain dari seberang jalan.
"Kak sora.."
"Ichi..." Mereka berdua kemudian menghampiri ke empat cowok tersebut.
"Kalian berdua mau kemana?" Tanya ichi.
"Kami mau belajar bersama di rumah tamako ,ichi." Jawab arisa.
"Boleh kami ikut?" Tanya sora.
Arisa melirik alice yang malu malu di depan sora."Hm...boleh"
"Arisa...kita kan..." Alice terlihat tidak setuju.
__ADS_1
"Tidak apa apa lah,alice.Siapa tahu kita memerlukan mereka.Yuk,ichi!" Arisa menarik lengan ichi dan berjalan duluan di ikuti oleh yang lainnya.
Arisa,alice,tamako dan mary sedang serius belajar di ruang tamu rumah tamako.Kebetulan keluarga tamako sedang sibuk dengan urusan mereka.Ke empat cowok yang mengikuti mereka ikut membantu.Tamako dan rain diam diam saling mencuri pandangan.
Jiyan memperhatikan mereka melalui bola sihir.Ia tersenyum melihat kedekatan ibu dan ayah nya.
"Mereka memang di takdirkan hidup bersama sepanjang zaman.Tidak sia sia aku menemui ibu ke dunianya."gumam jiyan.
" Jadi,kau berhasil menerobos sampai kesini.Kau akan mendapatkan hukuman karena orang orang dari dunia lain tidak di izinkan memasuki dunia nyata.Kau tidak boleh muncul karena akan mempengaruhi masa depan seseorang.Segeralah kembali ke zaman mu!"
"Lalu bagaimana denganmu?Kau bukan berasal dari sini juga kan??" Protes jiyan.
"Aku memang bukan berasal dari sini.Tapi aku di lahirkan di dunia ku.Tempat asalku terhapus dari dunia mimpi.Karena itu aku butuh bantuan ibumu untuk membawa ku kembali ke tempat asalku.Aku memilih nya karena dia memiliki hati kristal.Dia tidak bisa mencintai lelaki manapun meskipun dia menginginkan nya.Dan dia bisa menerobos alam mimpi tanpa melukai jiwanya.Dia bisa kembali ke dunia ini dari awal ia datang.Karena ia mampu mengembalikan waktu.Alam mimpi yang ia masuki adalah sebuah permainan ilusi yang aku buat.Jika dia berhasil mencapai level permainan dewa maka aku bisa kembali ke asalku." Ungkap hikari.
"Jadi,kau memanfaatkan kemampuan ibu dan menjebak nya dalam permainan yang kau buat.Kau benar benar licik!" Jiyan marah mendengar nya.
"Hei...aku tidak pernah menjebak ibumu.Dia juga mau membantuku.Asal kau tahu saja permainan di alam mimpi tidak hanya permainan ilusi saja"
"Apa maksudmu?" Sela jiyan.
"Apa benar jiwa ibu tidak akan kembali lagi?Sebenarnya aku sudah lama penasaran denganmu.Apa tujuanmu memilih ibu?Kau datang ke dunia ini pasti sudah kau rencanakan bukan? Aku yakin kau pasti menyembunyikan sesuatu dari ku.Dan pasti ada seseorang di belakangmu yang mengendalikan semua ini kan?" Tuding jiyan curiga.
"Aku sudah bilang padamu kalau aku tidak merencanakan sesuatu pada ibumu.Dan aku tidak menyembunyikan apa pun.Sudahlah kalau kau tidak mempercayai ku!" Hikari lalu menghilang dari pandangan jiyan.
Jiyan menghela nafas nya."Apa aku harus percaya pada nya?"
Arisa terbangun dari tidur nya.Dia merasa heran mengapa ia tidur saat belajar bersama yang lain nya.Dan dia berada di tempat aneh sekarang.
"Dimana ini?!" Tanya nya.Karena di sekitar nya gelap,ia tak bisa melihat apa apa.
"Nona,pegang tanganku!" Teriak seorang pria misterius.Wajahnya tidak kelihatan jelas .Tanpa ragu,arisa memegang tangan pria tersebut.
"Kyaaaaa!!" Jeritnya saat pria itu menggendong tubuhnya ala bridal style.Pria itu melompat ke bawah gedung.Barulah arisa menyadari kalau ada sekelompok orang mengejar mereka dari belakang.
__ADS_1
"Lupin moon berhenti kau!Lepaskan wanita itu!!!" Teriak salah satu dari mereka.Arisa menjadi bingung.Ia tidak sempat berpikir cerah dalam keadaan genting saat ini.
"Mengapa mereka semua mengejar kita?Apa yang terjadi sebenar nya?" Tanya arisa pada laki laki yang memakai topeng itu.Mereka sudah berada di dalam helikopter.
"Mereka mengincar mutiara jiwa dalam dirimu.Sudah banyak putri duyung seperti mu di culik oleh orang orang itu.Tanpa benda itu kau tidak akan bisa hidup lagi.Mutiara jiwa milik putri duyung memiliki kemampuan dapat menghidupkan orang yang sudah mati dan juga berumur panjang.Karena itulah banyak menjadi incaran para orang orang serakah seperti mereka." Jelas pria yang di sebut lupin moon itu.
"Lalu..bagaimana denganmu?Apa kau juga tidak tertarik untuk memiliki nya?" Tanya arisa.
"Kami berbeda dengan mereka.
Kami berpihak pada kebenaran dengan
tujuan melindungi yang lemah dan tidak berpaling dari kebaikan.Namaku felix dan aku di juluki lupin moon.Aku akan mengenalkan teman temanku pada mu." Tukas felix moon.
Felix moon dan arisa sampai di sebuah kastil.Ia lalu mengajak arisa masuk ke dalam kastil.
"Felix,kau sudah kembali.Siapa dia?" Tanya salah satu teman felix.Tubuhnya lebih kecil dari arisa,tapi usia nya lebih tua dari yang lain.Arisa sendiri sampai terperangah tidak menyangka.
"Halo..namaku arisa." Sapa arisa.
"Apa kau kekasih dari felix?" Tanya pria kecil itu dengan pandangan sedikit curiga.Felix memanggilnya kak joshin.
"Bukan..bukan.Aku bukan kekasih nya.Kami hanya kebetulan bertemu.Dia baru saja menyelamatkan ku dari orang orang yang mengincarku.Aku tidak tahu kenapa mereka mengejar ku." Sangkal arisa.
"Kau adalah...." Baru saja joshin melanjutkan kalimatnya langsung di potong oleh felix.
"Dia adalah orang yang kita cari,kak joshin!"Sahut felix yang sudah menukar pakaian nya.
Arisa terkejut memandang wajah felix tanpa memakai memakai topeng.
" Oh my..!!Mengapa wajah nya mirip sekali dengan ichi?Apa ini cuma kebetulan saja?.Aku baru ingat sesuatu.Orang yang bisa melakukan ini adalah hikari.Kenapa aku bisa lupa?Aaarrrggghh..hikari sialan!Awas kau!!!"Umpat arisa dalam hati*.
__ADS_1