
Suasana di kerajaan merah tempat tinggal putri sinya kembali mencekam.Permaisuri mendadak ingin bunuh membunuh orang orang di istana panik seketika.
"Bunda!!!" Teriak pangeran akira dan kai.Pangeran kija dan aoi berusaha untuk berjaga jaga jaga di bawah.
"Aku tidak bisa hidup tanpa putriku.Dia adalah separuh nyawaku.Aku harus menyusuli putriku di sana.Dia pasti merasa sepi sendirian tanpa diriku." Kata permaisuri.
"Bunda masih ada kami di sini.Adik kecil pasti akan sedih melihat bunda seperti ini" Pangeran kelima,Shunji berusaha membujuk permaisuri.
"Tenangkan dirimu,bunda.!" Pangeran shinsuke ikut membantu.
"Istriku...apa kau tidak mencintai ku lagi?Kau harus merelakan putri kita.Biarkan dia tenang di sana.Kita bisa memiliki sinya baru lagi.Istriku.." Kaisar perlahan perlahan mendekati permaisuri.Ia berhasil menarik permaisuri agar menjauh dari balkon itu.Entah apa yang terjadi padanya kalau dia sampai membiarkan istrinya melakukan tindakan bunuh diri di depan semua orang.Semua orang bernafas lega.Permaisuri menangis sesunggukan di pelukan suaminya.Karena tindakan bodoh nya,ia hampir saja meninggalkan suaminya.Padahal mereka berjanji akan hidup semati selama sisa umur mereka.
"Apa??Ibunda permaisuri mau bunuh diri?Bagaimana kau mengetahuinya?Apa kau memata matai mereka?Lalu apa yang terjadi setelah itu?" Tanya arisa pada tama.Ia tak mengira permaisuri akan melakukan hal itu demi putri sinya.
"Aku tak sengaja mengikuti kakak jin.Dia menemui seseorang dan berbicara mengenai kejadian itu." Terang tama."Untunglah permaisuri baik baik saja."
"Apa si penipu mesum itu melihat mu??" Tanya arisa cemas.
Tama menggelengkan kepala"Kurasa tidak,kak."Jawabnya sedikit ragu.
"Uh...aku juga tak peduli kalau lelaki itu mengetahui bahwa kau mengikuti dia.Tama,apa kau mau jalan jalan?Aku sugguh bosan berada di sini?"
"Iya kak.Aku pasti akan ikut kemanapun kakak pergi" Jawab tama.
"Jangan begitu.Kalau kau tidak menyukai nya ,kau boleh menolak nya.Kau tidak boleh memaksa kan diri untuk mengikuti jalanku yang kau sendiri tidak menginginkan itu.Aku lebih suka kau memilih jalan mu sendiri." Ungkap arisa sembari menasehati tama.
"Terimakasih kak.Kalau begitu bolehkah aku melakukan sesuatu untukku sendiri,kak?" Tanya tama meminta izin.
"Boleh saja.Tapi kamu harus ingat untuk kembali sebelum larut malam!" Pesan arisa.
"Baik,kak." Lalu tama pamit untuk pergi.
"Sebaiknya aku jalan jalan dulu.Disini membosankan" Arisa pun memutuskan untuk keluar.
__ADS_1
Di jalan ,tatapan nya tak sengaja mengarah pada pangeran jin.Ia ingin menghampiri pangeran jin,tapi terhenti saat melihat seorang putri memeluk pangeran jin dengan mesranya.Ada rasa kecewa dalam dirinya dan juga sakit hati.Tapi,ia berpikir mungkin perasaan ini berasal dari pemilik tubuh yang di tempati karena ia tahu pemilik tubuh ini sangat mencintai pangeran jin.
"Dasar cowok playboy!Dia bilang hanya mencintai putri sinya.Tapi,lihat sekarang!Perkataannya tidak sesuai dengan isi hati nya.Entah kenapa pemilik tubuh ini bisa mencintai lelaki sampah itu?" Tanya arisa kesal.Ia ingin melempar tubuh lelaki itu ke benua antartika.Biar dia merasakan makna kehidupan disana.
"Pangeran jin,apa yang kau lakukan di sini?Apa ini kekasih barumu?" Sindir arisa seraya melirik sinis pada putri cantik di samping pangeran jin yang di akui nya sangat cantik.
"Si..sinya..kau salah paham.Dia itu.." Belum sempat jin menjelaskannya,putri itu menyela kalimatnya.
"Dia adalah calon suamiku" Jawabnya mantap.Ia tersenyum licik melihat wajah jin yang berkeringat dingin.Dalam hatinya ia tertawa cekikikan."He..he..he.Kakak,Ini hukumanmu karena menyembunyikan keberadaan putri sinya.Bahkan dia tidak ingat padaku sebagai sahabat.Kau pasti melakukan sesuatu yang membuat nya lupa padaku"Bathinnya.Ia sudah tahu semuanya setelah pangeran jin menceritakan semua nya pada nya sebelum putri sinya datang.Dia adalah adik sepupu pangeran jin bernama putri kagura.
"Tidak,sinya.Kau tidak boleh mendengarkan perkataan nya.Kagura,cepat jelaskan padanya.Setelah ini aku akan menghukummu!" Ancam jin.
"Untuk apa menjelaskannya padaku?Toh aku tak peduli pada hubungan kalian!" Ucap arisa.
Pangeran jin mengepalkan tangannya .Ia sangat marah mendengar perkataan arisa."Kau tidak boleh tidak peduli padak.Apa kau tidak bisa percaya padaku?Seumur hidupku aku hanya mencintaimu saja.Tidak ada perempuan lain yang bisa menggantikan mu di hatiku!"Jin mencengkram pundak arisa *denga sangat kuat.Arisa meringis kesakitan*.
"Kakak,lepaskan tanganmu!Kau menyakitinya!" Tegur putri kagura.
Pangeran jin tersadar.Dia melepaskan tangannya."Maafkan aku".Ia memeluk arisa dengan erat.
"Kenapa aku merasa dejavu melihat mereka?Aah...aku jadi merindukan pangeran kai saat ini!"Pekik putri kagura dalam hati.
"Si..siapa yang cemburu?Mana mungkin!" Sanggahnya dengan wajah memerah .
"Benarkah?Lalu mengapa kau terlihat kesal tadi melihat ku bersamanya?" Tanya pangeran jin.
"Perasaanmu saja tuh.Siapa juga yang kesal padamu!" Bantahnya.
"Sungguh?Tapi,kenapa aku merasa jawaban di hatimu sangat berbeda dengan mulutmu?" Tanya pangeran jin.
"Apa kau ini seorang dewa?Sampai sampai kau tahu isi hatiku!Kau membuatku kesal sekarang!"gerutu arisa sebal.
" Aku bisa melihat kejujuran di matamu"sahut jin.
"Cih..terserah kau saja!" Arisa membalikkan badan dan hendak meninggalkan mereka,tapi di tahan oleh pangeran jin.
__ADS_1
"Tunggu!Kau mau kemana?Kau harus mendengarkan penjelasan ku dulu!" Cegah pangeran jin.
"Sudah ku bilang aku tidak peduli!"
"Tapi aku sangat peduli.Aku tidak ingin kau salah paham padaku." Timpal pangeran jin.
"Cepat jelaskan!Aku tidak mau berlama lama di sini.Banyak urusan yang masih ku kerjakan!"
"Baiklah.Sinya,apa kau tidak ingat pada nya?" Tanya jin dengan menatap nya secara intens.
"Apa maksudmu?Aku baru saja bertemu dengan nya." Jawab arisa.
"Aku sahabat dekatmu,sinya.Dan juga calon istri kakak ke duamu,pangeran kai.Apa kau benar benar tidak *ingat padaku.Huhuhu..aku jadi sedih*" ucap putri kagura sambil pura pura memasang ekspresi sedih.
"Maafkan aku.Aku mungkin sudah melupakan masa lalu ku karena kecelakan waktu itu.Kau boleh meminta apapun padaku karena tidak mengingatmu" Arisa mencoba menghibur putri *kagura.
Mata* kagura berbinar binar.Ia sangat senang mendengarnya."Sungguh??Kalau kau begitu kau harus mencium kakak jin di sini!"
Spontan arisa terbelalak kaget."Apa?Tidak...aku tidak mau.Itu sangat memalukan.Aku akan memenuhi permintaanmu yang lain asal bukan itu!"Tolaknya tegas.
"Tapi hanya itu permintaan ku.Aku tidak mau yang lainnya.Kalau kau tidak mau,aku bakalan marah padamu seumur hidupku!" Ancam putri kagura.
"Baik lah..baiklah.Ini permintaan terakhirmu.Walaupun aku tidak menginginkannya!" Ucapnya pasrah.Ia menarik nafasnya dalam dalam.Dan dia berjalan mendekati pangeran jin.Ditatapnya lelaki itu yang diam saja melihat nya.Lalu,dia menarik kedua pipi lelaki itu dan mencium bibirnya dengan lembut sambil memejamkan matanya.Ia harus menahan rasa malu aksinya di lihat oleh semua orang dan ini pertama kalinya ia mencium laki laki.
Senyum licik tersirat di sudut bibir pangeran jin.Ia menarik pinggang arisa dan memeluknya dengan erat.Ia memperdalam ciuman mereka dengan sentuhan *yang lebih lembut dan hangat.
Arisa mengumpat dalam hati"Sialan!Lelaki ini mengambil kesempatan dalam kesempitan.Aku harus menghentikan nya!Kalau tidak maka ini akan menjadi sejarah memalukan dalam hidupku karena berciuman di depan umum"Ia lalu menginjak kaki pangeran jin dengan keras.Sehingga pangeran jin menjerit kesakitan.
"Aaaaaw!" Teriak jin."Apa kau mau membuat kakiku cacat,sayang?"
"Aku tidak keberatan.Itu hukuman yang pantas untukmu.Dasar tidak tahu malu!Kenapa kau malah membalas ciumanku?!" Omel arisa.
"Karena aku tidak bisa menahan diri?Kau membuatku ketagihan.Baru kali ini kau berinisiatif melakukannya.Oh ya..ciumanmu sangat manis".Jin mengedipkan sebelah matanya sambil memberikan senyum genit pada arisa yang membuat arisa ingin muntah di depan lelaki itu.Ia lalu pergi* dengan acuh tak acuh.
Pangeran jin mengejarnya." Sayang, tunggu aku!!!".Mereka sampai melupakan kehadiran putri kagura.
__ADS_1
"Aish...kalau mereka sudah bersama terasa dunia ini milik mereka berdua.Sampai sampai aku yang sejak tadi bersama mereka di lupakan dengan mudah begitu saja.Aaahh..aku jadi ingin segera menemui kai ku!!" Teriak putri kagura frustasi.