Permainan Mimpi Untuk Arisa

Permainan Mimpi Untuk Arisa
Episode 19


__ADS_3

 


Beberapa bulan kemudian arisa kembali ke dunianya.Ia kembali di awal pertama kalinya ia tak sadarkan diri.Dan ichilah yang membawa nya pulang ke rumah.Namun,karena rumahnya di kunci ichi pun terpaksa membawanya kembali ke apartemen nya.Ia sudah meminta izin pada pihak sekolah terlebih dahulu.


"Kau sudah bangun?" Ichi membawa nampan berisi bubur ayam dan susu hangat.Ia duduk di sisi arisa tidur.


"Ini dimana?Apa yang membawaku kesini?" Tanya arisa dengan nada lemah.


"Ya..tadi kau pingsan di jalanan.Awalnya aku mau membawamu ke rumah mu.Tapi,rumahmu di kunci.Makanya aku membawa mu ke rumahku dulu.Tenang saja aku sudah meminta izin pada sekolah kita.Ini sarapanmu.Kau pasti lapar kan?Biar aku yang suapi" Jelas ichi seraya menyendok bubur ke mulut arisa.


"Tidak perlu repot.Aku bisa makan sendiri" tolak arisa halus.


"Kau tak boleh menolak suapan ku.Apa kau tahu kalau selama ini aku berusaha untuk tidak bertemu dengan mu setelah kau sukses membuatku patah hati?Dan sekarang kau malah melakukan nya lagi!" Ungkap ichi sendu.


Arisa merasa bersalah.Ia menekuk wajah nya."Maaf ,aku tak bermaksud menyakiti mu."


Ichi menarik nafas nya."Sudahlah.Lupakan saja.Aku tidak mempermasalahkan nya lagi kok.Ini makanlah!Katamu mau makan sendiri kan?Aku akan keluar sebentar."Ichi beranjak dari tempat tidur.Tiba tiba arisa menarik ujung kemeja nya.


"Tolong jangan pergi. Kau boleh menyuapi aku." Pinta arisa malu malu.Ichi tersenyum.Ia lalu kembali duduk di samping gadis itu dan menyuapi nya.


"Ichi,ayo kita pacaran!"


Spontan ichi pun yang hendak mengantar nampan berisi mangkuk dan gelas kosong terkejut dan hampir saja menjatuhkan nampan yang ia bawa.


"Apa kau sadar dengan perkataan mu,arisa?" Tanya ichi sambil memegang ke dua bahu arisa.Arisa mengangguk pelan.


"Kau tidak bercanda kan?Atau kau melakukan ini karena merasa bersalah.Aku tidak mau kau memaksakan diri mu demi rasa bersalah telah menolakku" Ucap ichi yang sukses membuat jantung arisa seperti di hujani sebuah pisau.


"A...aku serius.Aku akan mencoba pacaran dengan mu.Tapi,setelah 3 bulan aku tidak juga jatuh cinta,maka kita harus mengakhirinya" Jawab arisa.


Ichi menarik nafas nya lagi. "Kenapa harus 3 bulan?Aku bisa membuatmu jatuh cinta padamu selama 5 hari.Dengar ya,arisa.Aku tidak mau hubungan ku dengan mu terputus di tengah jalan.Karena aku sudah berjanji pada diriku kalau aku jatuh cinta pada seorang gadis maka aku tak akan melepaskannya seumur hidupku.Kau adalah wanita yang ke empat dalam hidupku." Tutur ichi serius.

__ADS_1


"Siapa yang tiga wanita selain aku?" Tanya arisa tidak senang.


Ichi tersenyum."Kau tidak perlu cemburu pada mereka.Karena mereka sudah hadir dalam hidupku sejak lama sebelum bertemu dengan mu.Mereka adalah orang yang sangat penting bagiku.Mereka itu nenekku,ibuku dan adik perempuanku"Sebut ichi.


"Ooh.." Sahut arisa lega."Baiklah...aku tidak akan membutuhkan waktu untuk mencoba mencintai mu.Aku akan berusaha untuk mencintai mu.Jadi mari kita pacaran!"Ajak arisa kembali.


"Arisa,sekali kau mengatakan nya maka tidak akhir untuk melepaskan nya.Mulai hari ini dan selama nya kau adalah milikku." Ichi mendekatkan wajahnya dan mulai mencium bibir ranum arisa.Mereka saling memejamkan mata .Arisa memeluk leher ichi sambil menikmati ciuman mereka.


Di kamar nya arisa mengingat semua kejadian tadi pagi *yang membuat wajahnya merona merah.Ia sudah kembali kerumahnya tadi siang.


"Sial,kenapa aku tak bisa menolak nya saat dia menciumku?Aakkh..aku benar benar gila!" Jeritnya sambil menutupi wajah nya dengan selimut.


 


Di tempat lain sora baru saja pulang dari sekolah.Seorang cewek dari Smu* yumehiri memperhatikan nya sedari tadi.


"Kakak sora!!" Teriaknya membuat sora menoleh.


"Ya ampun kak.Masa lupa sih sama aku.Ini aku anak perempuan yang kakak tolong waktu kita masih kanak kanak.Nama ku milly." Jawab milly.


"Milly?Maaf aku tidak mengingatnya.Waktu kecil aku memang suka membantu orang lain.Jadi,aku tidak ada waktu untuk men mengingat mereka satu persatu.Permisi!" pamit sora dengan wajah dingin nya.


Milly merasa sedih* mendengar nya."Kak sora,kita akan berjumpa kembali.Aku akan menjadikanmu milikku.Karena aku sudah bersumpah pada diriku kalau suatu saat aku bertemu lagi dengan penyelamatku maka aku akan menjadikannya suami masa depanku kelak."Dia bertekad untuk mengejar cinta sora.


 


Sepasang mata tengah memperhatikan arisa yang sibuk membolak balik kan buku di rak rak perpustakaan.


"Kekuarlah!Aku tahu kau ber sembunyi di dalam sana!" Teriak arisa pelan.


Sebuah sinar cahaya keluar dari dalam rak itu dan muncullah seorang anak laki laki tampan berusia 7 tahun.

__ADS_1


"Ibunda!!" Ia memeluk arisa dengan erat.


"**Kau adalah jiyan**??Mengapa kau bisa sekecil ini?" Tanya arisa kaget.Ia celingak celinguk ke depan dan ke belakang. Ia takut ada yang melihat mereka.


"Tenang lah,ibu.Mereka tidak bisa melihat aku kecuali ibu dan ayah.Aku menjadi kecil seperti ini karena berusaha menerobos ke zaman ini.Energi ku terkuras habis karena di lilit waktu.Untunglah ingatan ku masih utuh.Maafkan aku ibu..aku hanya ingin bersama ibu.Aku akan mengejar ibu kemanapun ibu pergi. Meski aku harus membolak balikkan seluruh dunia." Ungkap jiyan kecil.


Arisa menghela nafasnya."Aku tidak marah padamu.Sekarang kau segera pergi dari sini.Siapa tahu masih ada orang lain mampu melihatmu"


"Tapi ibu.."


"Aku tidak mau mengulangi perkataanku lebih dari satu kali.Carilah tempat yang aman untuk dirimu sendiri!" Kemudian arisa pergi.


"Aha..aku punya ide!" Jiyan kecil lalu menghilang dan dia memilih bersembunyi di anting telinga sebelah kanan arisa.Arisa tidak menyadari hal itu.


"Ichi..!" Arisa belari kecil menghampiri ichi saat pelajaran sekolah sudah berakhir.Ichi menunggu nya di depan gerbang sekolah.


"Gawat...itu ayah.Aku harus segera pergi sebelum dia melihatku!" Sinya lalu keluar dari benda itu melesat pergi. Rupanya di sadari oleh ichi.Ichi mendekati arisa.


"Arisa,tunggu sebentar.." Ia memiringkan wajah nya untuk mendekat ke leher arisa.Arisa terkejut dan panik melihat tingkah ichi.Ia mengira kalau ichi mau mencium mu.Dia mendorong sedikit tubuh ichi.


"I..ichi apa yang kau lakukan?Apa kau tidak malu di lihatin oleh semua orang?! "tanya arisa dengan wajah memerah.


" Maaf..barusan aku melihat sesuatu keluar dari anting mu.Mungkin penglihatan ku salah atau hanya perasaanku saja ya."gumam ichi sambil berpikir keras.


"Jangan jangan ia baru saja melihat jiyan.Dasar anak itu!Kenapa dia harus bersembunyi di antingku sih?Untunglah ichi tidak curiga beneran." Ucap arisa lega dalam hatinya.


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2