
Setelah memindahkan mutiara jiwa nya ke tubuh saomi,arisa pun tak sadarkan diri.Jiwa nya kembali ke tempat asal nya.Awal nya felix tidak mengizin kan nya untuk melakukan itu.Jiyan pun terpaksa membius felix fan menghapus ingatan nya.Dan hikari membawa jiwa arisa kembali ke tempat asal nya.Sebelum itu hikari meminta jiyan untuk menghapus ingatan semua orang.
Di sudut ruangan mengarah ke jendela seorang pria sedang melamun di meja kamar nya.Salah seorang laki laki bertubuh kecil masuk dan menghampiri nya.
"Felix,apa yang sedang kau pikir kan?Mengapa kau selalu melihat ke jendela?" Tanya pria itu yang tak lain adalah joshin.
"Kak,aku seperti melupakan seseorang.Dia selalu muncul dalam mimpiku.Dia memanggilku kak felix
Tapi,aku tak bisa melihat wajah nya.Apa ada sesuatu yang aku lupakan selama ini?Apa kau mengetahui hal ini ,kak joshin?" Tanya felix.
"Benar,felix.Akhir akhir aku sering memimpikan dia.Sejak kejadian penyelamatan di kastil shadow aku tiba tiba tak sadarkan diri.Seolah olah ada yang melakukan sesuatu pada kita.Sesuatu yang membuat kita melupakan kejadian dulu."Ucap joshin.
" Ku harap bisa menemukan wanita itu.Entah dimana dia sekarang.Dan apa hubungan dia dengan kita."Ujar felix di amini oleh joshin.
Sementara itu di suatu tempat.Arisa sedang memilih pakaian di butik milik ibunya mary.Besok adalah hari ulang tahun ichi.Ia harus memakai gaun cantik ke pesta itu.
Tiba tiba ia melihat milly dan sora masuk kedalam butik yang sama.Milly terlihat menggandeng tangan sora dengan mesra nya .Dan sora tampak risih sekali.
"Lho..sora?Siapa dia?" Tanya arisa menunjuk milly.
Milly mengira arisa menyukai sora."Dia adalah pa...."
"Aku tidak mengenal dia.Dia yang memaksa ku ke sini." Sanggah sora.
"Kak,apa yang kau katakan?Mengapa kau tidak mengakui hubungan kita?Apa kau takut dia membencimu?" Tanya milly.
"Omong kosong apa yang kau bicarakan?Aku tak pernah memiliki hubungan apa pun dengan mu.Jangan pernah mendekati ku lagi.Kau wanita menjijikkan!"Sora pun keluar dari butik itu.Milly mengejar nya.
Arisa tersenyum sinis." Oh...jadi cewek itu terobsesi dengan sora.Apakah ini yang nama nya cinta sepihak?Aku sempat salah paham pada cowok itu.Ku kira dia bukan lelaki setia."gumam arisa.
__ADS_1
"Ibu,siapa yang tidak setia padamu?Apa kah itu adalah ayah??" Tiba tiba jiyan kecil muncul dan di sambut dengan pukulan di kepalanya.
"Ibu,mengapa tangan mu kasar sekali..huhu" Ucap jiyan dengan wajah teraniaya.
"Siapa suruh muncul tiba tiba.Kenapa kau kembali?Kau bukan nya sudah kembali normal?Mengapa bisa menjadi sekecil ini lagi??"Tanya arisa menginterogasi jiyan.
" Di dunia lain aku bisa kembali normal tetapi di dunia ibu pengecualian nya.Ibu,aku ingin bertanya padamu.Apa kau mencintai ayah?"Tanya jiyan.
"Mengapa kau bertanya hal konyol seperti ini?Perasaan seseorang hanya dia dan tuhan yang tahu.Orang lain tidak bisa ikut campur.Astaga...gara gara mengobrol denganmu, aku jadi lupa membeli kado untuk ichi!" Arisa kemudian keluar dari butik setelah membayar belanjaan nya di kasir.
Arisa tak sengaja melihat sosok ichi bersama run mampir ke toko ice crem.Ia ingin sekali membeli ice cream.Apa lagi cuaca nya panas dan benar benar mendukung untuk mencicipi ice cream.Tapi,ia sudah berjanji untuk tidak bertemu ichi sampai ultah nya besok.
"Arisa tidak membalas sms ku dan dia mematikan telpon nya." Jawab ichi kecewa.
"Mungkin dia sibuk" Sahut run.
"Apa nya yang sibuk?Ini kan libur sekolah.Dan ini bukan satu kali dia melakukan nya.Sudah tjga hari dia melakukan ini.Dan aku belum bertemu dia sampai hari ini.Setiap kali aku datang ke rumah dan tempat yang sering dia kunjungi selalu saja tidak ketemu dia.Seakan akan dia sedang menghindariku." Curhat ichi.
"Dia sudah bosan kali ma lu!" Jawab run santai.
"Brakkk!" Ichi memukul meja membuat run terkejut dan hampir saja tersedak."Tidak mungkin lah.!"
__ADS_1
"Santai lah bro.Memang nya ini punya kakek buyut lu?!" Omel run jengkel.
"Salah lu yang ngomong tidak berpikir dua kali.Aku marah dong.Mana mungkin arisa membuangku.." Ucap ichi yang malah menyalahi run.
"Cck..dasar bucin!" gumam run setengah berbisik.
"Ngomong apa lu?!" Bentak ichi sambil melotot kepada run.
"Tidak ada.Aku bicara sendiri." Sangkal run.
Besok adalah hari yang di tunggu tunggu oleh arisa.Ia akan datang terlambat untuk memberi kejutan pada ichi.Ichi menghadiri acara ultah nya secara besar besaran.Semua orang memberi ucapan selamat.Dari ibu ,adik dan kakek nya serta teman teman nya memberi nya kado.Namun,ichi tidak tertarik pada hadiah mereka.Yang dia ingin kan adalah kehadiran arisa.
Awalnya mata nya berbinar binar ketika teman teman arisa muncul.Tapi,dia menjadi lesu karena tidak melihat arisa di antara mereka.Padahal ini adalah hari bahagia nya yang hanya ia rayakan sekali setahun.Tapi,perasaan nya menjadi galau karena wanita yang ia cintai tidak datang dan sama sekali tidak memberi ucapan selamat pada nya.Ichi ingin dia lah orang pertama yang memberinya ucapan selamat.
"Dimana kamu,arisa,?Apa kamu sudah bosan bersamaku?" Tanya ichi sambil mendongak ke atas langit.Ia memilih berada di balkon kamar nya.
"Ichi" Tiba tiba suara yang sangat ia rindukan memanggil nya.Ia menoleh dengan perasaan senang.Namun,ia sedikit ragu saat mau mendekati perempuan cantik itu.
"Bahkan aku mulai berhalusinasi melihat nya berdiri di hadapan ku."gumam ichi kecewa.
" Ichi,ini bukan ilusi.Ini adalah aku.Meskipun aku bukan orang pertama mengucapkan selamat padamu ,itu karena aku ingin jadi orang terakhir supaya aku menjadi perempuan terakhir yang mengisi hari hari mu seumur hidup mu.Selamat ulang tahun ichi.Maaf aku.."Belum selesai ia menyelesaikan kalimat nya,ichi tiba tiba mencium bibir nya dan mendekap nya dengan erat.
Ichi melepas pelukan nya dengan menitikkan air mata penuh ke haruan."Terima kasih..terimakasih,sayang.Ini adalah kado paling membahagiakan dalam hidupku untuk pertama kali nya.I love you my honey."
__ADS_1
"Love you too my hearth." Arisa memeluk ichi.Mereka melanjutkan ciuman mereka di saksikan sinar rembulan yang tampak indah di malam hari di balkon kamar ichi.