
"Aku hanya memiliki ke kuatan sihir lebih kecil dari mu.Aku baru menyadari bahwa inti sihir dalam dirimu sangatlah istimewa.Siapapun tidak akan bisa mengalahkan mu.Hanya saja tidak tahu kenapa kekuatanmu belum muncul seolah olah ada yang menyegelnya" Ungkap max.
"Mungkin kah orang itu adalah ibu" Arisa berusaha menebaknya.
Max mengangkat bahunya."Entahlah.Aku belum yakin."Ucap max.
Malam hari pun tiba.Max tidur di luar,sementara arisa tidur di dalam kamar.Seseorang memaanggil manggil nama nya.Arisa membuka matanya dan hampir saja berteriak kalau saja hikari tidak membungkam mulutnya.
"Ssttt...tidak usah teriak.Bicaralah pelan pelan" kata hikari pelan.
"Hikari!!" Bara api menyala di api hikari.Hikari sampai menelan salivanya dan berkeringat dingin.
Ia lalu membungkukkan badan dan meminta maaf pada arisa.
"Maaf..maaf..maaf.Ini salahku.Seharusnya aku memberi tahumu dulu!" Ucap hikari.
"Kau bilang padaku akan membebaskanku.Tapi,apa ini?!Kau malah seenaknya membawaku kedunia mimpi mu.Kau pikir roh ku ini pesawat radio kontrol yang bisa kau kendalikan kesana kemar,ha??!" Bentak arisa marah.Emosinya sudah naik 100% .
"Maafkan aku....tapi,bukankah kau berjanji untuk membantuku?Permainan ini belum selesai kalau kau masih berjanji padaku" jelas hikari.
"Kapan aku bilang ha?Aku pikir kau mencari cara lain,makanya aku setuju untuk membantumu.Dasar penipu!" Maki arisa.
Hikari lalu menangis tersedu sedu.Padahal itu cuma sekedar akting.Tapi ia yakin sekali kalau arisa bakalan tersedu.Karena arisa tidak Tega melihat air mata orang lain.Benar saja melihat hikari menangis ,arisa berubah menjadi lembut
"Baik..baiklah.Aku pasti akan membantumu.Jadi berhentilah menangis.Aku tidak suka melihat air mata walaupun aku pernah melakukan nya." Arisa menuntun hikari agar duduk di sampingnya.Hikari sangat senang.
Max sudah bangun lebih dahulu.Ia membuat sarapan untuk mereka berdua.Arisa sangat menikmati hasil masakan max dengan lahap.Ia akui bahwa masakan max tidak kalah lezatnya dari chef profesional.
"Kakak,aku sangat bosan disini.Bolehkah aku keluar?" tanya arisa sesudah menyantap sarapan nya.
"Boleh saja.Asalkan kau tidak boleh sampai ke kota.Aku tidak akan mengizinkan nya lagi!" Jawab max.
__ADS_1
"Makasih kak max."ucap arisa.
Selesai beres beres di dalam kastil,arisa lalu berjalan jalan keluar bersama hikari.Hanya dia yang bisa melihat hikari.
" Hikari,apa kau tau tempat apa itu?"Tanya arisa pada hikari.Ia menunjuk sebuah lubang besar mirip goa yang di penuhi lumut dan rumput liar.
"Kau tidak boleh kesana!" Seru hikari melarangnya.
"Mengapa?Apakah tempat itu berbahaya?" Tanya arisa heran.
"Tempat itu penghubung jalan ke kota.Max akan marah kalau kau masuk ke sana" Jelas hikari.
"Aku tak peduli padanya.Dia hanya seorang karakter sementara.Kalau aku di kurung di sini mana bisa aku melihat apa yang terjadi di luar sana.Siapa tahu aku menemukan sesuatu yang menarik.Kalau kau mau di sini terserah pada mu.Aku tidak mau berlama lama di sini.!" Arisa lalu masuk kedalam gua tersebut.Mau tak mau hikari mengikuti nya.Mereka tak lupa untuk menyamar supaya tidak ada yang mengenali mereka.
"Hei kenapa aku harus menampak kan wujud ku ?Aku tidak suka di lihat oleh manusia di sini." protes arisa.
"Kenapa kau harus takut?Toh mereka tidak mengenali mu.Atau aku tidak akan membantumu.Pilih yang mana?!" gertak arisa dengan tatapan mengintimidasi hikari.
Arisa melihat lihat jajanan di sekitarnya.Matanya tertuju pada permen kapas.Ia langsung memborong semua nya.
"Dasar pecinta manisan!" Ledek hikari.
"Iri bilang bos!" Sahut arisa.
Arisa mendadak berhenti membuat hikari menabrak nya.Hikari mengaduh kesakitan karena hidungnya mencium punggung arisa.
"Aduh...kalau mau berhenti bilang dong!" gerutu hikari sambil mengelus hidungnya.
"Siapa suruh melamun?!" Ejek arisa.
"Ada apa?" Tanya hikari mengikuti arah pandangan arisa ke kanan.Dia melihat seorang pengemis yang sedang di tindas pemuda lain.
"Dasar pengemis!Beraninya kau mencuri cincin istriku!" Maki pemuda itu sambil memukul pengemis tersebut.
__ADS_1
Pengemis itu memohon untuk tidak memukulnya lagi.Dan ia menyangkal tuduhan dari pemuda itu.
"Bukan aku.Aku tidak mencurinya.Aku berusaha membantunya.Orang jahat itu yang melakukannya.!" Teriak pengemis itu.
"Kau berani berbohong.Kau harus di hukum!!" Ketika pemuda itu mencoba memukulnya lagi.Arisa datang dan menendang bokong pemuda itu sampai terpental jauh ke udara.Hikari dan pengemis itu bergidik ketakutan.
"Nona,terimakasih telah menolongku" Ucap pengemis itu.
Arisa menatapnya tajam."Aku tidak tahu apa yang telah kau lakukan.Aku melakukan ini karena tidak suka melihat orang lain menindas pengemis seperti mu.Lain kali jadilah lebih kuat dan cari pekerjaan yang lebih baik dari ini.!"Ia lalu pergi di ikuti hikari.
Pengemis itu tiba tiba berubah wujud menjadi pria tampan.Ia tersenyum menatap kepergian ke dua gadis itu.
"Akhirnya aku menemukan mu ibunda"gumam pemuda tampan itu sebelum menghilang dari tempat itu.
Sementara itu hikari mendadak lemas membuat arisa heran." Ada apa denganmu?Apa kau sakit?"Tanya arisa cemas.
"Ada karakter dari dunia lain yang menerobos alam mimpi ku!" Ucap hikari lemah.
"Apa maksudmu?" Tanya arisa bingung.
"A..aku merasakan keberadaan nya.Sepertinya dia bukanlah orang biasa.Kekuatan mimpinya luar biasa.Aku bisa kehilangan energi ku dan akan sulit bagi ku untuk mengembalikanmu ke tempat asalmu.Dan aku tidak akan bisa kembali ke duniaku.K..kau harus cepat menemukan dia!" Hikari tak sadarkan diri.Ia berubah menjadi anak perempuan karena kehabisan energi spiritualnya yang ia gunakan untuk melewati alam mimpi.
"Sial!Kenapa jadi seperti ini?!" Umpat arisa kesal.Ia mau tak mau harus menggendong hikari kecil berusia sekitar 5 tahun.
Arisa memutuskan untuk mencari tempat penginapan.Dia berpura pura menjadi ibu dari hikari.
"Hoammm....aku harus tidur.Biar nanti malam bisa jalan sepuasnya." Arisa tertidur di samping hikari.Seseorang tiba tiba masuk kekamar mereka.Ia duduk di samping arisa tertidur.Ia mengelus pipi arisa dengan lembut.
"Ibunda,aku sangat merindukan mu.Aku akan mencari ayah dan mempertemukan kalian.Dan kita akan hidup bersama lagi.Semenjak ibu pergi,ayahanda selalu bersedih.Ia tidak pernah menikah lagi karena ia sangat mencintai ibunda sampai akhir hayatnya.Aku berusaha sampai di sini demi ibunda.Aku rela meninggalkan tempat asalku supaya bisa bertemu ibunda.Ibunda,aku sangat menyanyangi mu.." Pemuda itu menitikkan air matanya.Ia memeluk tubuh arisa dan menghilang dalam sekejap mata.Sepertinya ia menyadari kalau arisa akan terbangun.Arisa menyentuh pipinya yang terasa basah.
"Air mata?Siapa yang menangis?" Tanyanya bingung.
__ADS_1