Permainan Mimpi Untuk Arisa

Permainan Mimpi Untuk Arisa
Episode 5


__ADS_3

 


Malam hari pada saat semua orang terlelap dalam mimpi indah mereka.Tiba tiba sekelompok orang berpakaian serba hitam dan memakai cadar masuk ke kamar tempat dimana arisa tertidur bersama tama.Arisa yang menyadari hal itu langsung menarik tama ke tempat yang aman.


"Kakak,aku sangat takut" bisik tama dengan tubuh gemetaran.Arisa lantas mendekapnya *dengan erat*.


"Tenang lah tama.Ada aku di sini.Mereka hanya sekelompok nyamuk yang kelaparan.Kau tetaplah di sini.Aku akan mengatasi mereka.Saat mereka sibuk,kau harus keluar dan cari si penipu itu .Kau akan aman bersamanya.!" perintah arisa yang di anggukkan oleh tama.


Arisa lalu keluar untuk menemui kelompok penjahat itu.


"Hei orang orang bodoh!Apa yang lakukan di kamar *seorang wanita??!" Hardik arisa.


"Apa kau bernama sinya?tuan kami menginginkan nyawa mu..." jawab salah satu dari mereka.


"Hei,tugas kita bukan membunuhnya.Apa kau sudah lupa??" bisik teman mereka yang masih bisa di dengar oleh telinga* arisa.


"Ck...ck..aku ingin tahu siapa tuan kalian yang menginginkan kematian ku?Apa dia se ekor kura kura?hingga hanya bisa bersembunyi dalam cangkangnya?" Sindir arisa.


"Tutup mulutmu,wanita.Menurutlah pada kami dan serahkan tubuh mu untuk kami nikmati!"


Arisa sangat marah Ia merasa di lecehkan oleh mereka"Dasar sampah!Kalian pikir siapa kalian hingga aku harus menuruti kalian semua.Sebelum kalian menyentuh ku,kalian sendiri sudah habis di tangan ku!!"


"Saat dalam keadaan seperti ini wanita pada sok kuat padahal mereka sangat ketakutan.Aku sudah sering mendengar ancaman basi yang mirip ucapan itu!"


"Bos,Jangan berdebat lagi nya.Kau akan Membuang waktu kita.Ayo..kita sikat saja.Dia hanya wanita lemah!"


"Ck..ck....kalian salah besar menilaiku.Sepertinya kalian tidak bisa di ajak berdamai.!"


Trang..brak...bruk....Tak sampai 1 jam mereka semua terkapar bersimbah darah.Pakaian dan wajah nya terkena cipratan darah mereka.Ia lalu menarik kerah salah seorang dari mereka yang masih hidup.

__ADS_1


"JAWAB AKU!SIAPA YANG MENYURUHMU.?!JIKA KAU MENOLAK,MAKA AKU AKAN MELENYAPKAN KELUARGA M!!.Aku tahu kau masih memiliki seorang istri dan seorang anak yang masih bayi.Jawab!!!!" bentak arisa.


 


"Tu...tuan putri ka...kanna"


Sreg..arisa menebas leher pria itu.Entah sejak kapan ia berubah menjadi psikopat.


"Heh...ternyata dia.Dia pikir aku adalah putri sinya yang asli.Cih..aku tidak akan melepaskanmu,kanna.Kau telah membangunkan singa betina yang tertidur cukuplama.Bersiaplah...kakakku tersayang" Seringai nya.


Kanna yang sedang tertidur di kamarnya terjaga dan merasakan aura dingin yang mencekam di sekitarnya.Ia merasa sesuatu yang buruk akan terjadi padanya.


"Kakak.!!!"


"Sinya!!!"


Pangeran jin dan tama datang dan mereka langsung syok menyaksikan pemandangan tak lazim itu dan melihat arisa duduk manis di kursi setelah membersih tubuhnya.


"Pengawal!!!" Teriak jin.Para pengawal nya datang dan terkejut melihat pemandangan menjijikkan di depan mata.Mereka menatap pangeran meminta penjelasan.


"Kerjakan cepat!Dan bersihkan tempat ini.Jangan sampai ada yang tahu!!" Perintah Pangeran jin seraya memberikan tatapan tajam kepada mereka.Mereka pun buru buru membawa beberapa mayat itu dan membersihkan nya.seperti semula tanpa sisa sebelum pergi.


"Sinya,apa kau baik baik saja?Apa yang sedang terjadi?kenapa mereka menyerang mu?" tanya jin cemas.


"Hei,penipu..tenanglah.Aku baik baik saja.Mereka tidak akan bisa melukaiku.Mereka semua orang orang suruhan putri kanna.Sebenarnya mereka menginginkan nyawaku tapi putri kanna memiliki rencana lain dengan cara mempermalukan.Dia mengira aku tidak bisa menghadapi ini.Selama ini yang dia tahu aku hanyalah perempuan manja yang lemah." Ungkap arisa.


"Jadi,ini ulahnya.Aku tidak menyangka kalau dia adalah wanita licik.Jika kau terluka sedikit saja,akan ku pastikan dia menerima konsekuensi dariku!!"geram pangeran penuh amarah.


Arisa melihat tama yang tubuhnya tampak gemetaran.Arisa tahu pasti tama ketakutan melihat apa yang baru saja terjadi di depan matanya sendiri.

__ADS_1


" Tama,kemarilah.Kau tidak perlu takut.Aku tetaplah kak arisa yang kau kenal.Aku tidak akan melukai mu.Kemariah tama.Jangan takut"bujuk arisa.Tama berjalan pelan pelan kearah arisa.Setelah berhadapan dengan arisa,ia langsung memeluk arisa dan menangis cukup keras.


"Sudah..sudah...Menangis,tama.Kau harus terbiasa melihat hal ini.Kalau masih seperti ini,kau akan menjadi seorang lelaki yang lemah dan penakut dalam segala hal." hibur arisa.Tama melepas pelukannya dan menghapus airmatanya.


"Tidak..aku tak boleh lemah!Aku harus menjadi pria yang kuat agar bisa melindungi kakak kelak" Tekad tama.Ia kembali tersenyum.


"Bagus.Anak pintar"arisa mengacak acak rambut tama.Pangeran yang melihat pemandangan itu merasa cemburu.Tapi,ia harus menahannya karena tidak ingin dianggap kekanakan oleh sinya alias arisa.


" Ehm...apa kalian sudah selesai melakukan kasih sayang?"tanya jin sembari menyindir.Arisa sadar kalau pangeran jin sedang cemburu.Ia lantas mendekatk jin.Jin terkejut dan mundur kebelakang.Entah kenapa ia merasa was was dengan sikap arisa saat ini.


"A...Apa yang mau kau lakukan??" tanyanya panik.


Senyum menyeringai terlihat di bibir arisa.Ia lalu mendekatkan wajahnya ke wajah jin."Heh..apa yang aku lakukan?Penipu,apa kau sedang cemburu melihatku peduli dengan adikku barusan.Apa kau ingin aku melakukan nya bersamamu...?"bisik arisa dengan suara dibuat sexi.Tubuh jin menegang dan berkeringat dingin dan ia meneguk salivanya.Biasanya dia duluan yang agresif kepada sinya tapi sekarang keadaannya malah terbalik.Ia merasa terpojok saat ini.


"Tidak..aku tidak boleh darinya" Bantah suara hati jin.Jin berusaha menarik nafasnya dalam.Dia lalu menarik pinggang arisa membuat gadis itu tersentak kaget.Dka tidak mengira si penipu ini akan berbalik membalasnya.


"Sayang,apa kau sedang menggoda ku?Kau sangat agresif akhir akhir ini.Tapi aku sangat menyukainya." Desah jin.Wajah arisa langsung memerah.


"Sial..aku di kalahkan olehnya.Aku lupa kalau dia sangat ahli dalam hal ini" maki arisa dalam hati.Ia buru buru melepaskan diri,tapi lelaki itu malah semakin mengeratkan pelukannya.Arisa terpaksa menginjak kakinya.


"Akkkh...." pekik jin.


"Rasain tuh.Dasar tidak tahu malu!Apa kau lupa kalau adikku ada disini,ha?


" Hei,siapa yang duluan memulai


nya.Kau malah menyalahkan ku.Benar benar...selalu saja laki laki salah dan perempuan itu benar"Omel pangeran jin.


"Kenapa?Apa kau tidak senang?" Arisa menatap jin tajam.Jin mulai menci

__ADS_1


ut.


"A..aku senang ,kok." jawab nya gugup.Ia mengalihkan pandangan ke arah lain.Ia merasa arisa lebih menakut kan saat dia marah.


__ADS_2