
"Tak..tak..tak.." Arisa menusuk nusuk nasi di piring sambil berserakan di meja.Pikirannya melalang buana.Dia merasa tidak tenang Karena penasaran siapa yang dengan berani masuk ke kamar nya.
"Ibu,kenapa nasi nya di buang?Kasihan tuh nasinya..." kata hikari kecil.
"Diem lu!Tidak cuma badannya yang menjadi kecil!otaknya juga kena dampaknya.Dia tidak mengingat apapun." Arisa menjadi kesal.Ia meninggalkan meja makan dan memilih untuk pergi keluar.Hikari mengekori arisa dan berlari kecil agar bisa sejajar dengan langkah kaki arisa.
Seorang pemuda menghampiri arisa dan hikari.Arisa merasa familiar memandang wajah pemuda itu.
"Hai,nona cantik.Apa kah anda akan pergi?Bolehkah saya ikut dengan anda?" Tanya pemuda itu meminta izin.
Arisa menyipitkan matanya."Maaf...anda siapa?Datang datang sok akrab dengan kami.Ngomong ngomong wajahku sangat familiar.Apa kita pernah bertemu sebelumnya?"Tanya arisa curiga.
wajah pemuda itu mendadak pucat."Apakah ibunda mengenali ku?Tidak..!Mungkin ibu mengira aku mirip seseorang."Sangkalnya dalam hati."Ha...ha..ha.apakah nona ingat pernah membantu seorang pengemis?Dan pengemis itu adalah saya sendiri .Saya sedang menyamar untuk mencari orang yang berhati mulia seperti anda."Ungkap pemuda itu sambil tertawa.
"Jadi..kau?Dasa penipu!Kau berani beraninya menipu ku.!!" Amarah arisa naik 100%.Ia mengejar pemuda itu yang sudah lari duluan.
"Ibu,tidak usah mengejar nya.Ibu,apakah kau menyukai itu?" Hikari kecil menunjuk kearah penjual kembang gula.
Amarah arisa menurun 10%..Ia menarik nafasnya."Iya.ayo kita membeli nya"
Ketika hendak membelinya,seorang laki laki sudah memborong nya lebih dulu membuat arisa jengkel.Apalagi ia baru tahu laki laki itu ternyata si laki laki itu adalah pengemis yang menipunya.
"Kau??Kau sengaja kan melakukannya?!" tuding arisa.
"Apa maksudmu, nona?" tanya nya bingung.
"Apalagi ini..." dia menunjuk permen kapas di ke dua tangan pemuda itu."Kau tahu aku akan membeli nya maka sengaja memborongnya semua!"
"Maaf nona, sejak kecil saya memang suka cemilan ini.Saya tidak tahu kalau anda juga menyukainya" sangkal nya."Saya akan memberikan semua nya untuk nona.Ini ambillah!"
"Tidak usah.Aku tidak mau mengambil barang yang sudah jadi milik orang lain.Maaf..aku sudah menuduhmu tadi.Ayo hikari!" Arisa membawa hikari pergi.Entah kenapa ia harus mengalah pada orang asing kalau menyangkut makanan yang ia sukai.Pemuda tersebut malah mengikuti mereka.
"Astaga itu kak max.Dia tidak boleh sampai melihatku." arisa menggendong hikari dan mencari arah lain.
__ADS_1
"Mengapa kau selalu mengikutiku?Pergi sana!Aku tidak suka melihatmu!" Usir arisa.
"Tidak.Aku tetap ikut kemana pun kau pergi.Aku tak peduli kau menolakku.Kalau kau tak menyukai nya,anggap saja aku tidak ada!" Jawab pemuda itu.
"Terserahlah.Awas saja kalau kau membuatku repot!" Ancam arisa.
"Baik ibunda!" Jawab pemuda tersebut dengan lantang.
"Aku bukan ibumu.Aku masih muda!" Sela arisa kesal.
"Jadi aku harus memanggilmu apa?"tanya pemuda itu meminta saran darinya.
" Panggil saja aku kak yuki." jawab arisa.
"Baik,kak yuki!" Sahut pemuda itu sembari memperkenalkan dirinya."Namaku jiyan,kak yuki."Ucapnya.Arisa hanya ber oh saja.
"Selama aku bersama ibunda,aku akan senang mengikuti kemanapun ia pergi." Ucap jiyan dalam hati.
Arisa ,jiyan dan hikari kecil sampai di depan gerbang istana.
"Mengapa kita kesini kak?" tanya jiyan.
"Apa?Inikan akademi sihir untuk para anak anak kerajaan.Orang biasa seperti kita tidak di izinkan untuk mengikutinya!" terang jiyan.
"Kita bisa melakukannya dengan cara menipu.Kau sangat ahli dalam hal ini kan?Pasti kau tahu bagaimana caranya!" kata arisa.
"Ta..tapi..." Jiyan menggaruk lehernya yang tidak gatal.
Arisa langsung melototi nya."Cepat lakukan!Aku tidak peduli cara apa yang kau pakai!"
Jiyan mengangguk pasrah."Baiklah"jawabnya.
Akhirnya mereka berhasil masuk kedalam istana dengan menyamar sebagai anak anak dari kerajaan lain.Tiba tiba arisa sudah tidak melihat jiyan di sampingnya.
"Kemana bocah itu pergi?" Tanyanya sambil mencari cari sosok jiyan di sekitar halam istana.
__ADS_1
"Hai nona.Apa kau sedang mencari aku?" tanya seseorang.Arisa menoleh dan kaget melihat wajah pria di hadapannya mirip sekali dengan ichi.
"Sialan kau,hikari!Kenapa kau membuat karakter mirip dengan orang orang yang aku kenal!" Umpat arisa dalam hati sambil melirik ganas ke pada hikari kecil.
"Siapa yang mencarimu?Jangan ke pedean!" Tegas arisa.
"Tapi,ada seorang laki laki mengatakan padaku kalau kau mencariku" Ucap lelaki itu.
"Siapa laki laki itu?Beraninya dia memfitnahku!" geram arisa."Dimana laki laki itu?!"
"Aku tidak tahu nona.Dia tiba tiba datang menemui ku dan dia menghilang begitu cepat." Jawab pemuda itu.
"Hanya jiyan yang melakukan itu.Awas saja kalau laki laki itu dia!" Ancamnya dalam hati.Ia membawa hikari pergi.
"Nona,kau mau kemana?Aku ingin tahu namamu!!" Teriak pemuda itu.
"Aku tidak akan mengatakannya!!" Sahut arisa dan ia pergi begitu cepat dari hadapannya.
"Dia berbeda dengan wanita lain yang mencoba lebih dulu mendekati ku.Aku harus mencari siapa sebenarnya gadis itu dan dari kerajaan mana dia?" Pemuda itu bertanya tanya dalam hati.Namanya pangeran ichiro.
Arisa menemukan jinya sedang menggoda seorang gadis.Timbul ide briliant dalam pikirannya.
"Pletak!" Ia menjitak kepala jinya dengan kerasnya.
"Aduh..kenapa kakak memukulku?"
"Kakak?Aku adalah Istrimu.Aku mencarimu kesana kemari dan kau malah selingkuh di sini.Apa kau tidak merasa kasihan pada putrimu ini.Dia mencarimu tadi" Kata arisa.
Perempuan yang di goda oleh jinya marah dan menamparnya."Dasar penipu!Kau bilang masih sendiri tapi rupanya sudah punya istri dan anak pula.Aku membencimu!"Perempuan itu lalu berlari pergi sambil menangis.
"Hei,kau salah paham nona.Dia bukan...aduuh!Mengapa kakak mengatakan hal bohong pada nya?Kakak menggangu kesenanganku saja.!" Omel jinya.
"Jadi,kau tidak suka aku menggangumu ha?!" Arisa menatapnya penuh intimidasi membuat nyali jinya menciut seperti seekor siput."Sekarang siapa yang duluan membuat masalah?Aku tahu kau yang mengatakan pada pria itu kan?Kau berbohong padanya dan kau malah menyalahkanku atas kebohongan yang aku buat.Apa kau mau ku potong pontong jadi daging?!"
"Ti..tidak kak.Aku mengaku salah.Aku melakukan itu untuk mendekatkan kalian" aku jiyan sambil bersujud beberapa kali di kaki arisa.
__ADS_1
"Jadi,kau ingin menjadi mak comblang rupanya heh?!Kau pikir aku akan menyukai laki laki itu.Huh..dia sama sekali bukan tipeku.Hari ini kau harus di hukum.Kau tidak boleh bersama kami selama 3 hari dan jangan mengikuti kami!" Arisa lalu meninggalkan jiyan
yang merengek seperti anak kecil dan memohon supaya dia di berikan hukuman yang lain asalkan tetap bersama arisa.