
Arisa dan tama melanjutkan perjalanan.Mereka terlebih dahulu mencari tempat penginapan yang nyaman.Namun,sedari tadi perasaanya gundah.Ia heran kenapa pemuda miskin itu memanggil nya nona.Padahal ia berusaha menyembunyikan identitasnya sebagai perempuan dan yakin tidak satu pun yang mengetahuinya kecuali tama dan orang yang menguntitnya.Tapi,apa pemuda itu pernah mengikutinya kemana ia pergi??
"kakak,apa kita harus membawa dia?" tanya tama membuyarkan lamunannya.
"Apa maksudmu?" tanya arisa bingung.Tama menunjukkan kebelakang dengan dagunya.Arisa menoleh.Ternyata sejak tadi laki laki itu bersama mereka.
"Hei..tuan.Mengapa kau mengikuti kami terus?Apa kau seorang stalker??" Tanya arisa kesal.
"Stalker?apa itu nona?"
"kau...." Arisa menarik tangan pemuda itu dan membawa nya ke tempat yang sepi.Ia mendorong pemuda itu ke tembok dan menahannya dengan kedua lengannya.
Deg..deg...Jantung pangeran jin berdebar debar."Apakah dia sinya yang aku kenal?Kenapa dia begitu agresif?Apa yang terjadi padanya selama aku pergi??"Jin bertanya tanya dalam hatinya.
"Hei..kau!Siapa kau sebenarnya?Kenapa kau tahu kalau aku ini seorang wanita??Apa kau memata matai kami??jawab!!!" bentak arisa.
"A..anu nona,maaf kan saya.Saya sama sekali tidak mengikuti anda,nona.Hanya saja bagian dada nona terlihat.Saya pikir mana ada lelaki mempunyai belahan seperti punya perempuan.Jadi saya yakin kalau anda adalah seorang wanita" jawab jin dengan watado.
DEG...spontan arisa melirik kebawah.Ia kaget bagian kerah nya terbuka.Ia langsung merapikan pakaiannya.
"Dasar mesum!kenapa kau tidak bilang sejak tadi??pantas pandangan semua orang aneh." omel arisa.Wajahnya merona merah."Siapa namamu?kenapa kau mengikuti kami?Apa kau tidak punya tempat tinggal??Maaf saja..aku tidak mau menambah orang "
"Kau tidak mengenaliku??" pemuda itu memegang pundaknya dan menatapnya secara insten.
"Apa maksudmu??Aku baru saja bertemu kau" jawab arisa.
__ADS_1
"Tatap mataku dan lihatlah dengan cermat..." pinta pemuda itu.
"Apa otakmu rusak?Untuk apa menuruti leluconmu ini.??!" Arisa menepis kedua tangan lelaki itu.
"Apa kau tidak merasakannya saat aku mendekatimu atau saat kau melihat mataku tadi?Apa jantungmu tidak berdebar debar saat bersamaku?Ayahku bilang sepasang kekasih yang saling mencintai akan merasakan ikatan diantara mereka.Aku tahu kau pasti merasakannya.Aku tahu kau mengenaliku,SINYA!!"
Mendadak langkah arisa berhenti.Tubuhnya menegang seperti dialiri listrik.Wajahnya pucat bagaikan pencuri yang tertangkap basah.Tapi,ia berusaha untuk bersikap normal.Meskipun ia membenarkan perkataan laki laki iti,tapi sejujurnya dia tidak mengenali pemuda itu sama sekali.Karena dia bukanlah sinya yang asli.
"Namaku bukan sinya lagi.Tapi..arisa.Orang yang kau sebut namanya itu anggap saja olehnu sudah mati.Aku tidak mengenalimu sama sekali.Dan ingat..jangan mengikuti kami lagi!!" Arisa lalu meninggalkan jin yang terdiam mendengar pengakuan nya.
Tama menghampiri arisa dengan wajah cemas.
"Apa kau baik baik saja,kak?Apa pria itu bersikap tidak sopan padamu?Dimana dia??" ia melihat kebelakang arisa.
"Dia sudah kusuruh pergi.Ayo..tama kita harus cepat cepat menemukan tempat penginapan!"
Sesampainya mereka di tempat penginapan,arisa tak sengaja melihat pangeran pertama dan ketiga keluar dari tempat penginapan.Tatapan mereka bertemu.Awalnya arisa panik,tapi ia berusaha tenang karena ia memakai cadar.Dia dan tamu masuk tanpa menoleh kebelakang.
"Sepertinya aku seperti familiar melihat mata orang itu?"tanya pangeran pertama,Akira.
" Apa kakak sekarang penyuka sesama jenis?"goda pangeran ke tiga,Aoi.
"Tutup mulutmu!Apa pikiranmu selalu kotor?Aku hanya merasa orang itu seperti aku melihat putri sinya,adik kita"
"Oh..hayolah..adik kecil kita tidak mungkin berubah jadi laki laki.." timpal aoi.
"Tapi..ahh sudahlah.Mungkin bukan dia.ini hanya perasaanku saja karena.terlalu merindukannya." Pangeran akira dan adiknya pun pergi.
Arisa memandang. kearah bulan.Andai dia adalah putri kaguya...mungkin dia tidak akan sulit menemukan jalan untuk kembali ke dunianya.Ia sangat merindukan ibu dan teman temannya."Tama,kau tidurlah duluan.Aku akan keluar sebentar mencari udara segar."
__ADS_1
"Baiklah kak." tama pun tidur.
Arisa berjalan jalan seorang diri.Tampaknya jalanan di daerah masih di lalui banyak orang.Tiba tiba ia menyenggol seseorang.Orang itu terjatuh.
"Maaf..maaf.Apa kau tidak apa apa??" Penampilan orang terasa familiar dalam pikiran arisa.Dia mirip dengan seseorang.
"Hei...aku ingat.Kau kan wanita yang mengatakan padaku tidak boleh tidur sampai jam 12.Jelaskan padaku apa yang terjadi padaku?Dan mengapa aku bisa sampai kesin?Kau pastilah tahu cara kembali kan?Dan bagaimana kau sampai kesini?Apa jangan jangan kau lah yang membuat kekacauan ini?Hei..kenapa kau diam saja??Apa kau bisu ha??!"
wanita berjubah itu tidak menjawab .Dia malah melarikan diri.Arisa terpaksa mengejarnya,tapi tangannya mendadak di tahan oleh seseorang.
"Kau...lepaskan!!" bentaknya.Dia melihat kebelakang dan tidak menemukan wanita itu."Semuanya gara gara kamu.Wanita itu sudah tidak tampak lagi.!"arisa mendorong pemuda miskin yang tadi mengikutinya.
"Sinya,apa yang terjadi padamu?Bahkan kau seperti bukan sinya yang kau kenal.Kau tidak kenal padaku.Aku adalah jin,tunanganmu.Aku menyamar untuk mencari tahu kenapa kau kabar dan malah memungut anak orang!"
"Dasar penipu!jadi kau seorang pangeran.Ini bukanlah urusanmu.Aku adalah arisa dan bukan sinyamu.Dia bukan anak orang.Sekarang dia adalah adikku.Kalau kau menyakitinya,akan kupastikan kau tidak bisa melihat dunia.Lebih baik kau kembali.Jangan ikut campur urusan ku lagi!!" Arisa berlari meninggalkan jin dan tidak menghiraukan teriakan jin yang memanggilnya.Arisa masih mencari keberadaan wanita itu,tapi lagi lagi dia kehilangan jejak orang itu.
"Sial...aku kehilangan dia.Ini semua gara gara si penipu!" makinya pelan.Ia marah marah tidak jelas dan tidak peduli dianggap oleh semua orang melihatnya.
Arisa memutuskan kembali ke tempat penginapan.Dia tidur di sebelah tama.Saking lelahnya,ia pun tertidur pulas dan terhanyut dalam mimpi.Tanpa dia ketahui seseorang masuk kekamarnya.
"Maaf kan aku sudah melibatkan mu.Kau hanyalah seorang pengganti karakter.Apa yang kau lihat sekarang belum tentu sebuah ilusi.Dan apa yang tidak kau lihat dan rasakan belum tentu nyata.Dan diantara orang orang yang berhubungan dengan mu bukanlah ilusi.Anggap saja ini adalah sebuah permainan.Kau akan kembali keduniamu yang sebenarnya setelah kau menyelesaikan permainan ini.Tenang saja..aku sudah menghentikan di tempatmu.Walaupun kau hidup lama di tempat ini.Maka saat kau kembali ke duniamu ,maka jiwamu akan terbangun setelah 3 bulan.Semoga kau bahagia,arisa"
Kemudian orang itu pergi,ia sudah mentranfers pesan pesannya kedalam alam mimpi arisa.
"Siapa kamu?" tanya arisa dalam mimpi.
Suara misterius itupun menyahut"kau akan tahu setelah game ini berakhir".Perlahan lahan suara itu terdengar lagi.Arisa pun mulai membuka mata.Ia kaget ternyata sudah pagi.Sepertinya waktu berjalan dengan cepat.Dia baru sadar kalau tama sudah tidak ada disampingnya.
"Dimana tama??"
__ADS_1