
Mau tidak mau, akhirnya Yue Fei berlari ke arah timur..
"Kalian, cepat kejar Permaisuri sialan itu dan biar kan aku yang membereskan pemuda ini.."
Kedua orang berpakaian hitam itupun mengejar Yue Fei,,,
trang..
Dengan gerakan lincah, akhirnya ketua itupun berhasil menggores kedua lengan Long Li
Sedangkan Long Li yang sudah mulai kelelahan, ia memegang tangan kanannya yang telah terluka parah..
Saat pedang ketua itu mengayunkan pedangnya. Ingin menebas kepala Long Li,
Long Li pun memejamkan matanya, ia tidak menyangka nyawanya akan melayang ketika masih muda terlebih lagi ia belum menikah dan menikmati kenikmatan surga dunia..
Selang beberapa saat, Long Li yang masih memejamkan matanya, ia tidak merasakan apa apa. Karna penasaran Long Li membuka salah satu matanya..
Hatinya langsung tertawa riang, ketika melihat pemuda yang gagah dengan pedang di tangan kanannya yang di penuhi oleh darah serta memakai topeng..
"Hormat hamba, Pangeran.." ucap Long Li menunduk hormat..
"Dimana dia ?" tanya Pangeran Chen dengan khawatir..
"Astagah, Permaisuri lari ke arah timur Pangeran..."
Pangeran Chen yang mendengarkannya, ia langsung menggunakan qingqongnya mencari Yue Fei yang di ikuti Long Li..
__ADS_1
Sementara Yue Fei yang terlihat kelelahan, sesekali ia berhenti memegang lututnya, menghembuskan nafas kasar. Tak henti hentinya Yue Fei menoleh ke arah belakang..
Sial ! mereka masih mengikuti ku...
Yue Fei pun terus berlari hingga mencapai tebing, ia berhenti dan menoleh ke belakang..
"Hahaha, Permaisuri sialan kau mau kemana lagi ? bahkan kau tak pantas di sebut sebagai Permaisuri.." ucap salah satu orang berkain hitam..
"Sekarang kau pilih, mati di tangan kita atau kau melompat ke jurang itu.." timpal salah satu orang berpakain hitam tertawa mengejek..
Bagaimana ini ? apa aku harus mati di kehidupan kedua ku ...
Yue Fei menoleh ke arah tebing yang terlihat sangat dalam, bahkan hanya terlihat kegelapan di bawahnya, ia kembali menatap kedua orang yang berpakaian hitam dengan tertawa mengejek..
"Sebenarnya apa yang aku lakukan pada kalian dan kalian atas perintah siapa ?" teriak Yue Fei..
"Kau tau, karna kejahatan mu. Kau tidak pantas di sebut Permaisuri.."
"Cih, apa kau pura pura lupa atas kejahatan mu ?" bentak salah satu orang berpakain hitam.
"Fei'er.." teriak Pangeran Chen..
Yue Fei menatap asal suara itu dan kedua orang berpakaian hitam itupun menoleh..
"Beraninya kalian mencelakai Permaisuriku.." teriak Pangeran Chen menatap tajam..
"Heh, Pangeran kau tak perlu membela Permaisuri jahat seperti dia, bahkan ia tidak pantas bersanding dengan mu. Jika pun kau selalu meminta maaf atas dosanya. Dosanya tidak sebanding dengan permintaan maaf mu.."
__ADS_1
"Beraninya kalian.."
Tanpa basa basi Pangeran Chen maju, menyerang kedua orang yang berpakaian hitam..
Sementara Long Li di sisa tenaganya, ia juga ikut membantu Pangeran Chen yang melawan orang yang berpakain hitam..
Dengan kelincahan dan keahlian Pangeran Chen, ia mampu memblokir setiap pedang yang di ayunkan ke tubuhnya. Bahkan Pangeran Chen tak tanggung tanggung mengeluarkan semua tenaganya dan kemampuannya untuk melindungi Yue Fei.
Tak heran jika Pangeran Chen di juluki sang Dewa Pedang..
30 menit kemudian..
Kemenangan ada pada Pangeran Chen dan Long Li..
Pangeran Chen masih menatap Yue Fei yang tertegun, terduduk di tanah...
Yue Fei yang melihat genangan darah di depannya, ia merasa shock. Benar di kehidupan dulunya ia ahli bela diri tapi tidak sampai membunuh..
Bahkan dengan mata kepalanya sendiri ia melihatnya langsung yang membuatnya linglung..
Lantas Pangeran Chen menghampiri Yue Fei, ia langsung menggendong Yue Fei..
Yue Fei hanya diam membeku walaupun berada di pelukan Pangeran Chen.
Pangeran Chen tidak heran ketika melihat Yue Fei yang masih shock, karna ia tau Yue Fei tidak pernah mengalaminya..
"Long Li, apa kau masih bertahan ?" tanya Pangeran Chen menatap Long Li..
__ADS_1
"Hamba masih kuat Pangeran.." jawab Long Li.
Pangeran Chen mengangguk, ia menggunakan jurus qingqongnya kembali ke kediaman tuan Long..