Permaisuri Jahat !

Permaisuri Jahat !
Kehamilan Selir Yue Mei.


__ADS_3

"Dan kau tidak pantas di sebut sebagai Permaisuri hanya Selir Yue Mei, Adik mu lah yang pantas. Bahkan hari ini aku masih menghargai mu hanya karna kau putri teman baikku. Tapi jika dia tau, dia tidak akan mengangkat mu sebagai Permaisuri."


"Di kehidupan sebelumnya hamba memang jahat, bahkan seperti yang Permaisuri ucapkan. Aku tidak pantas menjadi seorang Permaisuri, dan untuk itu biarkan Selir Yue Mei yang meneruskan keturunan kerajaan."


"Heh, itu memang pantas.."


"Dan kau tau, aku dan Yang Mulia menunggu seseorang dari masa depan yang akan menggantikan mu menjadi Permaisuri ataupun Selir dan hanya setets darah wanita itu pula, Pangeran akan sembuh.." ucap Permaisuri Lu tersenyum sinis.


Masa depan apa maksudnya..


Permaisuri Lu langsung meninggalkan Yue Fei, yang membuatnya keheranan..


Pada malam harinya,,


Semenjak kejadian tadi pagi, Yue Fei merenungkan diri, ia memikirkan ucapan Permaisuri Lu..


"Permaisuri, Permaisuri.." ucap pelayan Liu yang terlihat panik..


"Ada apa ? kenapa kau berteriak ?"


"Maaf Permaisuri, itu, itu. Selir Yue Mei pingsan dan Tabib mengatakan dia tengah mengandung..." ucap pelayan Liu, ia sangat takut Permaisurinya kecewa dan sakit hati..


"Hanya karna itu, kau mengagetkanku saja.." ucap Yue Fei menggeleng gelengkan kepalanya..


"Liu, kau tau pelayan yang pernah aku cambuk, jika dia masih kerja di istana. Bawa dia kemari.." perintah Yue Fei..


"Untuk apa Permaisuri ?" pelayan Liu keheranan..


Apa Permaisuri akan menghukumnya..


"Cepatlah,,"


"Ba,, baik Permaisuri..." ucap pelayan Liu, ia bergegas pergi..

__ADS_1


Hah, darah wanita masa depan yang benar saja, apa ada hal semacam itu bahkan aku dari masa depan, tapi tubuh ini bukan milikku, membuatku pusing saja, tapi tidak ada salahnya aku mencoba darah Permaisuri ini batin Yue Fei sambil menopang dagu di atas mejanya...


"Hormat hamba, Permaisuri.." ucap pelayan Liu dan salah satu pelayan..


Yue Fei menoleh, ia melihat wajah ketakutan serta tubuh yang gemetar..


"Ambilkan hadiah untuknya dan juga kirimkan hadiah untuk kelurganya dan aku minta maaf atas tindakan ku dulu.." ucap Yue Fei, ia berdiri, menghampiri pelayan itu kemudian menggenggam tangannya..


Pelayan itu pun mendongakkan kepalanya, ia melihat wajah penyesalan di mata Yue Fei..


"Permaisuri, itu bukanlah kesalahan Permaisuri. Sebenarnya itu salah hamba, hamba hanya disuruh oleh Selir Yue Mei agar membuat nama Permaisuri buruk. Hamba mohon minta maaf Permaisuri.." ucap pelayan itu langsung bersujud..


Ulet keket lagi....


Yue Fei memijat pelipisnya, ia melihat pelayan itu masih bersujud.


"Tidak perlu seperti itu, sekarang lanjutkan pekerjaan mu.." ucap Yue Fei membantunya berdiri..


"Sudahlah, sekarang pergilah.."


Berarti tidak semua kejahatan Permaisuri ini adalah ulahnya sendiri...


Pelayan itu pun menunduk hormat, dengan membawa dua kotak yang berisi koin emas..


"Liu, apa Menteri Pajak masih menjabat di istana ini ?"


"Be,, benar Permaisuri. Untuk apa Permaisuri menanyakannya ?"


"Ambil kotak koin itu dan antarkan aku menemuinya, aku ingin meminta maaf..."


"Ba,, baik Permaisuri..."


Apa Permaisuri meminta maaf, itu bukan salahnya.

__ADS_1


Yue Fei dan pelayannya menuju aula istana,,


Sebelum sampai di aula, tanpa sengaja Yue Fei berpapasan dengan Menteri pajak..


"Hormat hamba, Permaisuri..." ucap seorang laki laki paruh baya..


"Permaisuri, dia orangnya.." ucap pelayan Liu berbisik..


Yue Fei pun mengangguk..


"Apa kau Menteri pajak ?" tanya Yue Fei.


"Benar, hamba Permaisuri ?"


"Langsung saja, aku hanya ingin meminta maaf atas perlakuan ku pada Putri mu, aku tau aku salah aku tidak bisa mengembalikan nyawa Putri mu.." ucap Yue Fei dengan nada penyesalan, bagaimana pun juga ia harus meminta maaf..


"Permaisuri, memang hamba sedih kehilangan putri hamba, tapi dia memang pantas di hukum. Hamba sudah memperitngatkan nya untuk tidak mengusik Permaisuri. Hamba benar benar minta maaf Permaisuri, hamba tidak mencegah kelakuan dan ketidak sopanan nya pada Permaisuri. Bahkan putri hamba bersekongkol dengan Selir Yue Mei menjelekkan nama Permaisuri.."


"Tapi meski begitu, aku juga tidak se enaknya saja menghilangkan nyawanya.." ucap Yue Fei menatap Menteri pajak..


"Sudahlah Permaisuri hamba sudah memaafkannya. Sebaiknya Permaisuri harus hati hati dengan Adik Permaisuri.."


"Terimakasih atas peringatannya, dan ini hadiah untuk anda. Sekali lagi aku minta maaf.." ucap Yue Fei menunduk, seakan akan dialah pelayannya.


"Astagah, Permaisuri tidak perlu melakukan hal seperti itu.." ucap Menteri pajak, ia terharu melihat Yue Fei yang merendahkan martabatnya..


"Terimakasih, jika begitu aku pamit Menteri.." ucap Yue Fei berlalu pergi, sedangkan Menteri pajak menunduk hormat.


"Liu, waktunya kita member hadiah pada tikus itu. Drama ini aku juga harus menyelesaikannya...."


Yue Fei menatap tajam, ia mengepalkan tangannya,..


Tapi yang perlu membuatku heran, apa alasannya tubuh pemilik ini berubah menjadi wanita yang kejam, sombong dan angkuh. Aku harus menyelidikinya, pasti ada alasanya. Tapi sialnya bahkan aku tidak mendapatkan memori apa pun dari pemilik tubuh ini....

__ADS_1


__ADS_2