Permaisuri Jahat !

Permaisuri Jahat !
pemuda itu


__ADS_3

Yue Fei duduk di belakang pintu, dengan menekuk lututnya, ia menangis tersedu sedu, memukul dadanya yang sangat perih..


Kenapa ? kenapa ? harus sesakit ini,, tapi aku tidak boleh lemah....


"Hormat hamba, Pangeran.."


"Dimana Permaisuri ?" tanya Pangeran Chen..


"Permaisuri sedang istirahat Pangeran, Permaisuri hanya berpesan tidak ingin di ganggu.."


"Oh, baiklah. Apa Permaisuri sudah di panggilkan Tabib ?"


"Permaisuri, tidak ingin di panggilkan Tabib Pangeran, hanya ingin beristirahat saja.." ucap pelayan Liu melirik ke arah pelayan lainnya, karna ia sangat gugup ketika harus berbohong.


"Baiklah, besok pagi aku akan kesini. Jika ada apa apa kalian harus memberitau ku.." ucap Pangeran Chen berlalu pergi..


Yue Fei berdiri, seharian ia hanya diam di kediamannya..


Karna merasa jenuh, Yue Fei keluar...


"Permaisuri.." ucap pelayan Liu melihat mata Yue Fei yang bengkak..


"Jangan katakan apa pun dan jangan mengikuti ku, aku hanya butuh sendiri.." ucap Yue Fei berlalu pergi..


Sampailah Yue Fei di belakang kediamannya, ia duduk di atas batu menatap langit yang di penuhi kerlap kerlip bintang..


"Tidak baik jika seorang wanita menangis.." asal sebuah suara yang mengagetkan Yue Fei..


Yue Fei pun melirik kanan kiri.. "Siapa yang berbicara, kenapa jadi horor begini ?" batin Yue Fei menggaruk lehernya yang tidak gatal..



Pemuda itu pun terkekeh.. "Jangan takut aku bukan hantu.." ucap pemuda itu, ia muncul di belakang Yue Fei..

__ADS_1


"Aku berada di belakang mu.."


Yue Fei pun menoleh, ia melihat pemuda berambut putih dengan mata biru, hidung mancung, bibir sexy dan jangan lupa tubuh kekar dan gagah, serta ada se ekor rubah di bahunya..


Lantas Yue Fei memutar bola matanya jengah, ia kemudian menatap langit..


Apa dia tidak terpesona dengan ketampanan ku, sebenarnya terbuat dari apa matanya ? batin pemuda tersebut mengelus dagunya..


Pemuda itupun duduk di samping Yue Fei, ia melirik Yue Fei..


"Nona apa kau tidak terpesona dengan ketampanan ku ?" tanya pemuda itu menatap Yue Fei.


Yue Fei meliriknya, ia menaikkan salah satu alis..


"Mata mu yang kelor, dari mana tampannya ? rambut mu putih, apa kau sudah jadi kakek kakek.." jawab Yue Fei ketus, ia tidak mungkin bilang tampan, karna Ana di zaman modernnya selalu menjunjung harga dirinya..


Apa aku kakek kakek..


Yue Fei menatap heran. "Apa kau orang yang nyasar atau perampok, jika memang perampok jangan merampok di kediamanku. Kediamanku sudah miskin, kau merampok saja di kediaman Kaisar dan Permaisuri atau merampok saja di kediaman Pangeran Chen dan Selirnya.." ketus Yue Fei melepaskan pegangan tangannya..


Pemuda rambut putih itu pun terkekeh, "Aku hanya tertarik dengan mu Nona. Siapa nama mu? jiwa yang berbeda.." ucap pemuda itu menatap Yue Fei tersenyum.


Apa maksudnya ???


Yue Fei mengernyitkan dahinya..


"Haha, jangan takut Nona, aku tau kau bukan pemilik tubuh itu, dan aku tau pemilik tubuh itu sudah meninggal.." ucap pemuda itu menatap Yue Fei dengan lembut..


"Cih, sok tau..."


"Hem.."


Pemuda itu berdiri dan menatap Yue Fei, ia mengangkat dagu Yue Fei, tatapan mereka pun bertemu..

__ADS_1


deg, deg..


Degupan jantung di antara keduanya, membuat mereka merasa akan aroma kegugupan dan kenyamanan.


Pemuda itu tersenyum, menatap Yue Fei begitu lembut dengan perlahan lahan pemuda itu mendekatkan bibirnya ke dekat bibir Yue Fei, ia mencium bibir Yue Fei..


Sial, ciuman pertama ku batin Yue Fei geram.


Ia langsung mendorong pemuda itu, Namun kekuatannya kalah..


Melihat Yue Fei meronta ronta, pemuda itu pun melepaskan ciumannya, ia menghapus air liurnya di bibir Yue Fei..


"Ingat ! ini adalah milikku.." pemuda itu menunjuk ke arah bibir Yue Fei..


"Jangan biarkan Pangeran Chen menyentuhnya sedikit pun, bahkan jika dia berani menyentuhnya. Percaya atau tidak aku akan membunuhnya dalam sekejap.."


Yue Fei langsung mendorong tubuh pemuda itu.. "Dasar eror, ****** mesum. Beraninya kau mengambil ciuman pertama ku.." teriak Yue Fei..


"Is, jangan teriak sayang. Aku sungguh senang karna ciuman pertama mu adalah aku. Berbahagialah karna kau akan menjadi Permaisuri ku.."


"Permaisuri pala mu, sok kenal, sok dekat.." ucap Yue Fei menatap pemuda itu dengan tatapan geram..


"Sayang, tunggulah aku akan menjemput mu.." ucap pemuda itu menaiki dahan pohon sakura, kemudian menoleh ke arah Yue Fei.


"Tunggu darimana kau tau Pangeran Chen ?" tanya Yue Fei keherana..


"Karna dia adalah Adikku.." jawab pemuda itu mengkedipkan salah satu matanya..


"Dasar listrik konslet.."


Pemuda itupun terkekeh, berlalu pergi..


Gadis yang menarik, tidak sia sia selama ini aku datang kesini dan bertemu dengan Permaisuriku batinnya...

__ADS_1


__ADS_2