
Sampai dikediamannya, Yue Fei mengganti hanfunya, ia kembali di rias di bantu oleh para pelayannya,, Yue Fei menatap bayangan wajahnya di cerminnya, ia mengambil pelembut bibirnya..
"Permaisuri, sungguh sangat cantik.."
Yue Fei yang mendengarkan pujian pelayan Liu ia tersenyum. "Ambilkan, kain sutra yang terbaik. Kita akan ke kediaman Adikku.." ucap Yue Fei..
Merekapun menuju kediaman Selir Yue Fei, sampai disana Yue Fei melihat Kaisar Yu dan Permaisuri Lu, serta Pangeran dan Ayahnya..
"Hormat, hamba Yang Mulia, Permaisuri dan Pangeran.." ucap Yue Fei menunduk hormat..
"Maaf hamba datang terlambat, tadi hamba mendengar kabar gembira. Maka dari itu hamba langsung kesini.." ucap Yue Fei, ia menatap Selir Yue Mei yang menatapnya sinis.
"Terimakasih, atas kedatangan Permaisuri. Hamba sangat bahagia, ketika Permaisuri juga bahagia dengan kehamilan hamba.." ucap Selir Yue Mei tersenyum.
Cihh....
"Maksudnya, Selir Yue Mei menyangka aku tidak bahagia dengan kehamilan Selir.." balas Yue Fei sambil memutar bola matanya..
"Hamba, tidak berani Permaisuri.."
"Sudahlah, di hari yang bahagia ini. Besok malam akan di adakan acara penyambutan Pangeran dan aku akan mengundang peramal tentang nasibnya.." timpal Kaisar Yu dengan senyumannya..
"Dan kau Permaisuri, kapan kau akan hamil Putra Mahkota ?" tanya Permaisuri Lu menatap Yue Fei dengan tatapan sinis.
__ADS_1
"Benar Permaisuri, dan aku berharap kau secepatnya meneruskan garis keturunan Pangeran." timpal Kaisar Yu tersenyum.
Sementara Pangeran Chen yang mendengarkannya, ia bersemu merah..
"Ayahanda, jangan memojokkan Permaisuri. Hamba yakin suatu saat nanti, kami akan memiliki keturunan.." sanggah Pangeran Chen tersenyum menatap Yue Fei..
"Ya aku berharap, secepatnya memiliki cucu.." ucap Jendral Yue terkekeh.
Sementara Selir Yue Mei yang melihatnya, ia meremas selimutnya. Ia tidak terima Pangeran Chen mengucapkan kata seperti itu.
"Baiklah, sebaiknya kita keluar. Biarkan Selir Yue Mei istirahat.." ucap Kaisar Yu
"Pangeran, bisakah kau menemaniku.." ucap Selir Yue Mei dengan nada memohon..
"Benar, Pangeran. Sebaiknya kau menemaninya dulu.."
Sementara Pangeran Chen, ia menatap Yue Fei. Seakan akan ia meminta izinnya..
Yue Fei yang melihatnya, hanya mengabaikannya..
Kemudian ia mengikuti Kaisar Yuu, Permaisuri Lu dan Jendral Yue.
Pangeran Chen, menghembuskan nafasnya, ia hanya bisa menatap punggung Permaisurinya yang sudah menjauh.
Pangeran Chen langsung duduk di kursi, kemudian ia membaringkan tubuhnya dengan berbantal lengannya.
__ADS_1
"Pangeran, jika lelah. Pangeran berbaringlah disini.."
Selir Yue Mei menatap Pangeran Chen yang memejamkan matanya.
"Sudahlah, istirahat saja.." balas Pangeran Chen. Tanpa ia sadari, ia tertidur dari di kursi itu hingga malam.
Pada malam harinya..
Yue Fei bersiap siap berlatih pedang, ia memakai hanfu laki laki dengan satu ikatan di kepalanya. Ia memilih berlatih pedang, hanya ingin menyegerkan pikirannya..
"Permaisuri, bagaimana jika ada yang tau. Bisa jadi Permaisuri di hukum.." ucap pelayan Liu menatap Yue Fei khawatir..
"Hah, memangnya kenapa jika aku berlatih pedang, lagi pula, setidaknya aku bisa melindungi diriku sendiri.." balas Yue Fei, ia mengambil pedangnya yang telah di siapkan oleh pelayan Liu sesuai permintaanya tadi.
"Permaisuri.."
"Sudahlah diam.."
Yue Fei pun, keluar dari kediamannya. Sementara prajurit dan pelayan yang menjaga kediaman Yue Fei menatap ke anehan, Yue Fei pun hanya mengabaikan, ia menganggap hanya angin berlalu.
Sebelum memulai, Yue Fei merenggangkan ototnya dengan olah raga, seperti lari 10 kali berkeliling halamannya, plank, sit up 15 kali dan push up..
"Permaisuri.." teriak pelayan Liu, ia sangat khawatir yang di lakukan Yue Fei jika sampai melukai tubuhnya.
"Diamlah, kau hanya menonton saja dan sediakan aku air.." perintah Yue Fei..
__ADS_1
Setelah itu, Yue Fei menghampiri pelayan Liu, mengambil pedangnya di tangan pelayan Liu.
Dengan kelincahan dan kegesitan Yue Fei, sesekali Yue Fei bersalto ke belakang. Yang membuat pelayan Liu menatap keheranan sekaligus kagum. Bahkan Permaisuri yang tidak pernah belajar berpedang, kini ia belajar sendiri tanpa bantuan siapa pun. Bahkan teknik pedangnya ada yang tidak sama..