Permaisuri Jahat !

Permaisuri Jahat !
nyamuk di pagi hari


__ADS_3

Ke esokan paginya,,


Ying Hua membuka kelopak matanya, yang ia rasakan hanya bagian badannya yang terasa sakit.


"Selamat pagi cintaku.."


Sapa Raja rubah tersenyum sembari mencium kening Ying Hua...


Tanpa basa basi Raja rubah langsung mencium bibir Ying Hua.


"Hem,, Chang'er..."


Raja rubah menghapus air liur di bibir Ying Hua.


"Kau sungguh menggemaskan Ying'er.." ucap Raja sambil mengeluskan pipinya di pipi Ying Hua.


"Baiklah, hentikan. Kita harus membersihkan diri, mereka pasti menunggu kita.." tolak Ying Hua.


"Tidak, aku tidak mau. Aku masih menginginkannya.." ucap Raja rubah, ia langsung menidih tubuh Ying Hua dan kembali melakukan aksinya lagi dan lagi...


Sementara di ruang perjamuan...


Hati Pangeran Chen terasa mengenaskan, pagi pagi dia harus melihat Ayahandanya dan Ibundanya bermesraan di perjamuan makan saling menyuapi..


Apa kah mereka tidak tau, disini masih ada orang batin Pangeran Chen sambil melirik kedua orang tuanya yang saling tertawa.


Huh, hati kau harus kuat...


Selang beberapa saat..


"Hormat hamba, Ibunda, Ayahanda. Maaf kami datang terlambat.." ucap Ying Hua menunduk hormat..


Kaisar Yu tersenyum ketika melihat tanda kepemilikan di leher Ying Hua begitu banyak.


"Li'er, rupanya Putra kita sangat ganas, aku tidak ingin kalah darinya.." bisik Kaisar Yu di telinga Ratu Meili.


Ratu Meili yang masih tidak mengerti, ia menatap Ying Hua begitu seleksi. Hingga ia menemukan celahnya.


"Biarkan saja, aku tidak sabar ingin menggendong cucu.." bisik Permaisuri Meili tersenyum.


Sementara Ying Hua hanya mengernyitkan dahinya, ketika melihat Pasutri di depannya saling berbisik dan tersenyum ke arahnya.


"Ah, baiklah. Cepat kalian makan." ucap Permaisuri Meili tersenyum.


Ying Hua dan Raja rubah duduk berhadapan dengan Permaisuri Meili dan Kaisar Yu..

__ADS_1


Sementara Pangeran Chen ia saling melirik melihat kedua Pasutri yang hampir membuatnya tersedak setengah mati..


Ratu Meili memberikan beberapa sayur dan lauk pauk, bahkan piring Ying Hua hampir penuh..


"Ibunda ini terlalu banyak. Tidak mungkin Ying'er menghabiskannya.." desah Ying Hua, ia meringis melihat makanan di piringnya..


"Ah, kau harus banyak makan. Agar tubuh mu kuat." ucap Permaisuri Meili tersenyum menatap Ying Hua..


"Benar, Istriku kau harus kuat.. Jika tidak kuat, bagaimana bisa aku melakukannya.." timpal Raja rubah..


Sudahlah, aku memang lapar batin Ying Hua..


Ia langsung menyantap makanannya..


"Sayang, bagaimana tadi malam ? Apa putraku mengecewakan mu. Jika Putra ku tidak kuat. Aku akan memberikannya jamu.." ucap Permaisuri Meili tersenyum.


Sementara Ying Hua, langsung tersedak mendengarkan perkataan Ibundanya..


Bagaimana dia tidak kuat, tadi malam saja aku tidak bisa tidur batin Ying Hua..


Ia tersenyum dan bersemu merah di wajahnya.


"Tenang saja, jika dia tidak kuat. Aku akan mengajarkannya.." timpal Kaisar Yu menatap Raja rubah..


Seketika Pangeran Chen terasa di hantam batu besar mendengarkan hal mesum dari Ayahandanya. Selama ini Pangeran Chen hanya melihat wajah datarnya dan senyum kesedihan di wajah Ayahandanya..


"Hah, Ayah jangan meremahkan kekuatan ku, Aku begitu kuat.." ucap Raja rubah sambil memperlihatkan otot tangannya..


Merekapun tertawa lepas, disisi lain Pangeran Chen memakan makanannya dengan lahap. Ia hanya menganggap perkataan Pasutri di hadapannya seperti angin lewat.


Raja rubah melirik Pangeran Chen yang sedang makan dengan lahapnya, ia sudah mengakui dan menerima Pangeran Chen sebagai adiknya. Walaupun berbeda Ibunda, karna darah Kaisar Yu juga mengalir di dalam tubuhnya..


Prok, prok..


"Chang'er apa yang kau lakukan.." tanya Permaisuri Meili melihat Raja rubah dengan ke anehan.. Kaisar Yu dan Ying Hua menoleh ke arah Raja rubah.


"Apa Ibunda tidak lihat ?? pagi pagi seperti ini. Masih ada saja nyamuk.." ucap Raja rubah dengan menatap sekelilingnya kemudian melirik Pangeran Chen..


Seketika Permaisuri Meili dan Kaisar Yu mengerti akan kejahilan Putra pertamanya..


"Ah, benar. Tapi nyamuk tidak akan makan di pagi hari justru malam hari.." timpal Kaisar Yu menatap Raja rubah..


Karna mengerti sindiran dari Raja rubah. Pangeran Chen seketika menghentikan santapannya.


"Apa kalian pikir aku nyamuknya ?" ucap Pangeran Chen bedesih kesal.

__ADS_1


"Aku rasa nyamuk itu harus tidur di pagi hari.." sindir Raja rubah..


"Sungguh menjengkelkan.." ucap Pangeran Chen melirik Raja rubah yang terkekeh.


"Kalian tidak tau tempanya.." ucap Pangeran Chen melirik Ayahandanya..


"Adik cinta tidak pernah melihat tempatnya dan waktunya.." ucap Raja rubah.


Seketika Pangeran Chen berdiri..


"Aku bisa gila, jika bersama kalian.." ucap Pangeran Chen berlalu pergi.


"Adik jangan khawatir, aku akan membuat jodoh untuk mu, tapi masih ada di dalam perut Ying'er." teriak Raja rubah..


Merekapun tertawa, melihat wajah kesal Pangeran Chen..


Silahkan mampir jika berkenan.


#Permaisuri Sang Penguasa


#Selir Yang Terbuang


#Mandadak Selir


#Putri Mahkota Yang Terbuang (Terbit)


#Permainan Sang Permaisuri


#Permaisuri Jahat !


#Oh, Kaisar Ku


#Istri Kontrak Kaisar Kejam


#Paman, Duke


#Istri Pengganti Sang Duke


#Pembalasan Permaisuri Yang Dingin


#Simpanan Kontrak Kaisar Kejam


#lapak orenz / aplikasi W A T T P A D


#Istri Kedua Sang Duke

__ADS_1


#Istri Kontrak Ke Empat Pangeran.


__ADS_2