Permaisuri Jahat !

Permaisuri Jahat !
lengkapnya kebahagiaan...


__ADS_3

"Chang'er, Ayahanda akan membawa Ibunda mu ke istana, bolehkah ??" tanya Kaisar Yu menatap Raja rubah.


"Selama Ibunda bahagia dan Ayah jangan sampai ada Selir.." jawab Raja rubah dengan wajah serius.


"Baiklah, Ayahanda berjanji..." ucap Kaisar Yu tersenyum.


"Sama halnya dengan ku Ayah, aku tidak akan memiliki Selir. Meskipun istri ku yang memintanya. Lebih aku mati daripada harus bersama orang lain. Cinta ku padanya seperti pohon pisang yang hanya berbuah satu kali.." goda Raja rubah sambil mencium kening Ying Hua..


"Baiklah, Ibunda dan Ayahanda akan bersiap siap, kalian cepat berikan Ibunda seorang cucu.." ucap Permaisuri Meili tersenyum, lalu beranjak pergi semberi bergandengan tangan dengan Kaisar Yu..


Di aula istana....


Kaisar Yu dan Permaisuri Meili bergantian berpelukan dengan Ying Hua dan Raja rubah sebagai tanda perpisahan..


"Chang'er ingatlah, jaga kesehatan mu dan cepat beri Ibunda cucu.." ucap Permaisuri Meili sambil menangis.


"Tenang saja Ibunda, Anak mu ini tidak akan mengecewakan Ibunda.." balas Raja rubah tersenyum dan menghapus jejak air mata di pipi Permaisuri Meili..


"Kau, tidak akan memeluk Kakak mu ini.." ucap Raja rubah menatap Pangeran Chen..


"Kakak," ucap Pangeran Chen memeluk Raja rubah..


"Jaga kesehatan mu, ingat ! jaga Ibunda dan Ayahanda serta cari jodoh.." ucap Raja rubah terkekeh sambil melepaskan pelukannya...


"Kakak,,," rajuk Pangeran Chen menatap Raja rubah..


"Ternyata selain pernah jadi suami, kau juga menggemaskan Adikku.." ucap Raja rubah tersenyum..


Sedangkan Ying Hua seringkali menghapus air matanya, dia tidak menyangka harus berpisah dengan Ibunda yang baru di anggap seperti Ibu kandungnya sendiri..


"Ying'er Ibunda titip Chang'er.." ucap Permaisuri Meili berlalu pergi..


Perlahan lahan tubuh mereka menghilang di telan oleh cahaya..

__ADS_1


"Ying'er bukankah kita harus melaksanakan perintah Ibunda.." goda Raja rubah sambil menggendong Ying Hua ke kediamanya..


"Yang Mulia.." ucap Ying Hua menahan malu dengan tingkah laku Raja rubah yang menurutnya mesum..


Merekapun melakukan aktivitas mereka tanpa rasa lelah, lagi dan lagi...


Kini 9 bulan berlalu...


Di sebuah ruangan terlihat seorang wanita berjuang hidup dan mati. Dia berjuang sangat keras melahirkan buah hatinya..


"Yang Mulia bayinya hampir keluar.." ucap Tabib istana..


Sesekali para pelayan mengelap keringat Ying Hua dan Tabib istana.


owek,,owek...


Raja rubah yang mendengarkannya, ia langsung masuk ke dalam...


"Yang Mulia, selamat. Permaisuri melahirkan seorang putra.." ucap Tabib istanaa, memperlihatkan putranya yang menggemaskan


"Ying'er, apa yang sakit. Katakan ?" tanya Raja rubah menatap khawatir melihat Ying Hua yang berwajah pucat..


"Tidak Yang Mulia, hamba merasa bahagia.." ucap Ying Hua sambil meneteskan air matanya..


"Jika begitu sakit, aku tidak ingin kau melahirkan anak. Andaikan saja aku yang melahirkan.."


Disela wajah pucatnya, Ying Hua terkekeh mendengarakan perkataan suaminya..


"Yang Mulia, jangan mengada ngada. Bagaimana Yang Mulia sudah menyiapkan nama untuk Putra kita ?" tanya Ying Hua..


Raja rubah mengangguk, dia mengambil putranya yang masih di gendongan Tabib istana.


"Karna Putra kita secantik dirimu dan setampan diriku. Maka aku akan memberikannya nama Pangeran Chyou, laki laki rupawan dan tenang bagaikan musim gugur.." ucap Raja rubah sambil mencium kening Putranya lalu mencium kening Ying Hua..

__ADS_1


"Hormat hamba Yang Mulia. Maaf hamba mengganggu.." ucap seorang pelayan..


Raja rubah dan Ying Hua menoleh, ia melihat pelayan Ibundanya..


"Ada apa ? apa ada sesuatu dengan Ibunda ?" tanya Raja rubah..


"Tidak ada Yang Mulia, hamba hanya menyampaikan sebuah surat.." ucap sang pelayan, dia memberi kode pada temannya agar memberikan surat di nampannya pada Raja rubah..


Raja rubah memberikan Pangeran Chyou pada pelayannya dan langsung mengambil surat itu. Sesaat kemudian Raja rubah tersenyum membaca surat itu..


"Ada apa Yang Mulia?" tanya Ying Hua keheranan melihat wajah suaminya yang tersenyum.


"Berita bagus Ying'er, Adikku akan segera menikah dengan Putri Menteri Pajak. Aku sungguh bersyukur dia membuang masa tak berlakunya itu.." ucap Raja rubah sambil terkekeh.


"Dan kita akan membawa Putra kita, agar Pangeran cepat menyusulnya.." ucap Raja rubah..


Dengan mencium kening Ying Hua dan Pangeran Chyou ..


.....


Assalamualaikum Wr. Wb.


Alhamdulillah ya kak, terima kasih atas dukungan kalian. Tanpa kalian aku mah author rengginang ini bisa apa. Terima kasih banyak, like dan komentarnya. Masih setia mengikuti cerita novel author yang lainnya.


Dan untuk hari ini, author mau promosi, mungkin ada yang minat dengan salah satu novel author, yang jelas beda ya sama aplikasinya. Di sana author sudah buat bonus chapter dan akan berbeda hasilnya di aplikasi ama Penerbitnya.


Ini novel author yang pertama sudah terbit tinggal novel satunya yang semoga saja cepat menyusul. Yang mau beli semoga bertambah rezekinya, yang belum punya uang semoga di lancarkan rezekinya.


"Yuk kak, Dukung author dengan beli karyanya. Cinta ama novel author, harus punya donk😊"



__ADS_1


#Yang Mau pesen pakai COD bisa di lihat di Shopee



__ADS_2