
"Hormat hamba Yang Mulia dan Permaisuri, hamba adalah penerjemah bahasa dan kami dari kerajaan barat ingin mengadakan kerjasama." ucap salah pemuda itu berbaju kuning..
"Hemm, kerja sama apa ?" tanya Kaisar Yu.
Pemuda berbaju kuning itupun mengangguk menatap orang di sampingnya.
"Hormat hamba Yang Mulia.." laki laki paruh baya itupun menunduk hormat.
"We are from the western kingdom. We want to establish cooperation in the economic field. If His Majesty agrees, we are very grateful."
"Yang Mulia, tuan berkata, Kami dari kerajaan barat. Kami ingin mengadakan kerja sama di bidang perekonomian. Jika Yang Mulia setuju, kami sangat berterimakasih.."
Kaisar Yu mengangguk mengerti. "Baiklah, aku menerimanya jika bisa menambah kemakmuran bagi rakyat ku.."
"Well, I accept it if it can increase prosperity for my people."
Laki laki itu pun mengangguk, kemudian memberi kode pada pengawalnya dan menyerahkan sebuah surat perjanjian.
"Yang Mulia, itu adalah surat perjanjian. Kami dari kerajaan barat tidak akan mengecewakan Yang Mulia dari kesepakan kerja sama ini.." ucap pemuda berbaju kuning.
"Really, we are very grateful, Your Highness."
"Sungguh kami sangat berterimakasih Yang Mulia.."
Kaisar Yu tersenyum mengangguk..
"I'm sorry, may i know the name of your kingdom.." ucap Yue Fei tersenyum ramah.
"Kingdom Gio..
Can you speak like me ?"
"Of course I can."
__ADS_1
"Wow, it's really great besides being beautiful, Ms. can understand our language.."
"Thank you for the compliment.." balas Yue Fei tersenyum..
Semua orang yang mendengarkan bahasa Yue Fei terkagum kagum, mereka pun tak menyangka Yue Fei yang terkenal sombong, angkuh dan jahat. Kini mengharumkan Kekaisaran Yu..
"Fei'er dari mana kau tau bahasa mereka ?" tanya Pangeran Chen keheranan.
"Benar Pemaisuri.." timpal Kaisar Yu.
Gawat, apa yang harus aku jawab. Tidak mungkin aku bilang dari masa depan ..
"Hamba, hanya mempelajari sedikit Yang Mulia, kebetulan hamba menemukan sebuah buku, jadi hamba mempelajarinya Yang Mulia.." ucap Yue Fei gugup..
Kaisar Yu dan Pangeran Chen saling menatap, alasan Yue Fei yang tak masuk akal, membuat mereka keheranan..
*Apa benar ada buku seperti itu, setauku hanya kitab batin Pangeran Chen menatap Yue Fei dengan mengangkat satu alisnya..
Alasan aneh, tapi tidak masalah yang penting Permaisuri Yue Fei membuat aku bangga batin Kaisar Yu tersenyum menatap Yue Fei..
"Baiklah, dari kerajaan barat, karna kalian sudah datang kemari di saat perayaan pangeran. Silahkan dinikmati pestanya.."
"Terimaksih Yang Mulia.." ucap pemuda yang menerjemahkan..
"Mereka pun menuju tempat masing masing dan menikmati pesta tersebut..
Selang beberapa saat, datanglah seorang laki laki paruh baya memakai hanfu putih..
"Hormat hamba, Yang Mulia. Maaf hamba datang terlambat.."
"Peramal Tao, tidak perlu seperti itu. Justru aku senang dengan kedatangan mu. Tolong ramalkan nasib Pangeran yang ada di dalam kandungan Selir Yue Mei.." perintah Kaisar Yu.
"Baik, Yang Mulia.."
__ADS_1
Peramal Tao, membuka sebuah gulungan kemudian ia menghitungnya dengan jarinya..
"Yang Mulia, kandungan Selir Yue Mei bukanlah seorang Pangeran tapi seorang Putri, putri itupun di anugrahi akan membawa kedamain.." ucap Peramal Tao..
"Tidak mungkin, Tabib istana bilang aku mengandung Pangeran.." ucap Selir Yue Mei menatap tajam Peramal Tao.
"Mohon maaf Selir, tapi itulah yang hamba lihat." jawab Peramal Tao.
"Aku tidak percaya, kau pasti berbohong.." bentak Selir Yue Mei..
"Selir Yue Mei, jaga batasan mu. Dia adalah Peramal terkenal di Kekaisaran ini sekaligus pendeta terkenal.." ucap Kaisar Yu menatap tajam.
"Apa yang kau lakukan Selir, jangan membuat ku malu.." ucap Pangeran Chen menatap tajam Selir Yue Mei..
"Peramal Tao mohon maaf atas kelancangan istriku.." ucap Pangeran Chen melirik Selir Yue Mei.. "Kenapa masih diam saja cepat minta maaf.."
"Ma,, maaf Peramal Tao.." ucap Selir Yue Mei menggertakan giginya..
Memangnya dia siapa ? aku adalah Selir seharusnya aku yang di hormati..
"Selir Yue Mei kau tidak perlu khawatir, lebih baik mengandung dari pada tidak mengandung.." ucap Permaisuri Lu melirik Yue Fei..
Rasanya aku ingin mencongkel mata nenek peot ini batin Yue Fei geram..
"Benar, mohon maaf atas ketidaknyamanannya Peramal Tao.." ucap Kaisar Yu..
"Tidak masalah Yang Mulia. Mungkin ini kesalahan hamba.." ucap Peramal Tao..
"Baiklah, silahkan menikmati pestanya.." perintah Kaisar Yu tersenyum.
Peramal Tao menunduk hormat, saat ia menuju kursinya yang di tunjukkan pelayan, Peramal Tao tanpa sengaja menatap Yue Fei.
Peramal Tao langsung terkejut..
__ADS_1
Dia, tidak mungkin ! kenapa tidak ada tanda kehidupan batin Peramal Tao menatap Yue Fei tanpa berkedip..
#Maaf bahasa jika bahasa inggrisnya rancau, karna saya tidak pintar dalam bahasa inggris🤣🤣🤣 di lewati saja...