
"Permaisuri bangun, ini sudah pagi. Permaisuri akan terlambat.." ucap pelayan Liu mengguncangkan tubuh Yue Fei..
"Aku masih ngantuk sebentar lagi..." jawab Yue Fei dengan nada malas..
"Tapii Permaisuri..." teriak pelayan Liu..
Yue Fei dengan joroknya ia menggaruk lubang telinganya,,
"Ini telinga bukan corongan.." ucap Yue Fei dengan nada sewot..
Pesta apaan, rasanya aku muakk...
Setelah selesai dengan ritual mandinya, Serta hadiah yang telah disiapkan. Yue Fei menuju aula istana...
Sampai di depan kediamannya, ia melihat Pangeran Chen yang menghampirinya.
"Hormat hamba, Pangeran.." ucap Yue Fei tersenyum.
"Ayo."
Pangeran Chen menggenggam tangan Yue Fei, lalu menggandengkan ke lengannya..
"Permaisuri sungguh cantik.."
"Terimakasih, Pangeran.." balas Yue Fei tersenyum..
Sampai di aula istana..
Dengan senyuman yang mengalahkan dewi bunga, mata yang mengeluarkan cahaya kehidupan se akan akan semua makhluk ingin memilikinya. Para laki laki dengan tatapan memuja, sungguh langkah kakinya yang begitu lembut, membuat para laki laki tanpa berhenti mengkedipkan mata dan para wanita ada yang memujanya dan ada juga yang mencemoohnya..
Yue Fei yang melihat bisikin para gadis, ia melirik dan tersenyum..
__ADS_1
Para gadis yang melihat senyuman Yue Fei ia meleleh seperti lilin yang terbakar habis oleh sang api..
Pletak...
"Jangan menatapnya seperti itu, biasa saja.." ucap Nona berhanfu kuning memukul kepala temannya yang sedang melihat Yue Fei..
"Lihatlah, Permaisuri sungguh cantik.." balas Nona hanfu biru yang masih menatap Yue Fei tanpa berkedip..
Karna kesal, Nona berhanfu kuning meninggalkan temannya yang masih dalam lelehan sang api...
"Hormat hamba, Yang Mulia dan Permaisuri.." ucap Yue Fei menunduk hormat..
Selir Yue Mei yang melihatnya sedari tadi, ia manahan amarahnya, api hatinya telah membakar tubuhnya, rasanya ia ingin membakar Yue Fei hidup hidup..
"Hormat hamba, Pangeran dan Permaisuri.." ucap Selir Yue Mei semanis mungkin.
"Pangeran, kau harus duduk dengan Selir Yue Mei." timpal Permaisuri Lu tersenyum.
"Terima saja Pangeran, Pangeran harus mencintai anak Pangeran sebaik mungkin dan jangan membaginya.." ucap Yue Fei ia melirik Permaisuri Lu dan Selir Yue Mei dengan senyuman kelembutan yang penuh artian..
Sialan ! ****** ini aku ingin mengulitinya hidup hidup batin Selir Yue Mei...
"Baiklah, Fei'er setelah acara selesai. Aku akan menemui mu.." ucap Pangeran Chen tersenyum..
Tanpa kau menemuiku, aku sudah bersyukur.. Lihatlah kedua beruang ini seakan akan memunculkan api batin Yue Fei tersenyum..
Yue Fei menunduk hormat, ia langsung ke tempat duduknya yang berhadapan dengan Selir Yue Mei...
Acara pun berlangsung meriah, berbagai macam musik dan tarian serta bakat-bakat para putri telah di tunjukkan. Kini penyerahan hadiah..
Hadian dari Kaisar Yu dan Permaisuri serta Pangeran Chen, kini yang terakhir anggota kerajaan adalah hadiah Yue Fei..
__ADS_1
Pelayan Liu memberikan sebuah kotak, yang berisi kain sutra dan gelang giok..
Selir Yue Mei menatap Yue Fei dengan tatapan sinis. Lalu membuka kotaknya..
"Permaisuri, hamba berterimakasih atas hadiah dari Permaisuri.." ucap Selir Yue Mei..
"Sama sama.." balas Yue Fei menaikkan bibirnya..
Selang beberapa saat, datanglah seorang pemuda. Dengan langkah tegas serta wibawa dan tatapan tajam, banyak kaum wanita yang memujanya hingga matanya keluar love love dan di ikuti 15 orang.
Yue Fei hanya berdesih, melihat wanita kuno yang menurutnya membosankan..
"Hormat hamba, Yang Mulia.." ucap pemuda itu yang tak lain Jendral Xio.
"Jendral, selamat datang bagaimana dengan perbatasan barat ?" tanya Kaisar Yu..
"Perbatasan barat sangat aman Yang Mulia.." jawab Jendral Xio..
Kaisar Yu tersenyum puas, semua orang yang berada di istana memuja Kaisar Yu.
Kaisar Yu yang begitu perhatian pada rakyat, hingga ia sebulan sekali akan menyuruh Jendral Xio mengecek semua perbatasan agar terhindar dari pemberontak..
Tak heran jika Kekaisaran Yu jauh dari kata pemberontak, Namun satu rahasia yang penuh misteri ia simpan seumur hidupnya dengan Jendral Xio.
"Yang Mulia, Kekaisaran kita di datangi oleh tamu dari kerajaan barat.." ucap Jendral Xio..
Jendral Xio pun menoleh ke belakang. Ia mengangguk menatap 15 orang tersebut.
Sekitar 15 orang menghampiri Kaisar Yu dan Permaisuri Lu kemudian menunduk hormat.
Semua orang di istana berbisik bisik, menatap orang berpakaian aneh..
__ADS_1
Bajunya kenapa mirip orang zaman inggris dulu batin Yue Fei menaikkan salah satu alisnya.