Permaisuri Jahat !

Permaisuri Jahat !
Kebenaran


__ADS_3

Sampai di kediamannya..


Yue Fei menangis di ranjangnya dengan posisi tengkurap, ia menangis tersedu sedu..


Kenapa, kenapa terasa sakit...


Sang rubah yang berada di samping Yue Fei, perlahan lahan mengeluarkan cahaya, ia mengelus kepala Yue Fei yang tidak menyadarinya.


"Jangan menangis.."


Yue Fei menoleh, ia langsung bangun kemudian memundurkan badannya..


"Kenapa kau bisa ada di sini ?" tanya Yue Fei keheranan. Ia menghapus air matanya kemudian menghampiri dan kemudian mengelus telinganya..


"Apa ini ?" tanya Yue Fei menyentuh telinga sang rubah...


"Apa kau ikut teater ?" tanya Yue Fei keheranan, lalu tatapannya jatuh pada ekor yang memiliki bulu yang halus. Karan lembut Yue Fei memeluk ekor sang rubah..


"Haha, aku ingin membuat pakain hangat seperti bulu ini.." ucap Yue Feu mengeluskan ke pipinya..


"Pfuuf...


Kau menyukainya ? jika begitu aku bisa memeberimu kehangatan.." ucap pemuda itu, seketika tubuhnya keluar cahaya menjadi sang rubah..


Yue Fei hanya diam, melongo tak percaya, sang rubah kembali ke wujud manusianya tanpa menghilangkan telinga serta ekornya.


"Kau..."


"Tenang saja sayang, aku tidak akan memakan mu,, tubuh mu sangat berarti untukku.." ucap pemuda itu dengan menujuk salah satu gundukan Yue Fei..


"Kau, dasar mesum.." ucap Yue Fei menepis tangannya..


Pemuda itupun terkekeh kemudian memuluknya.. "Ingat jangan pernah mengeluarkan air mata mu untuk Pangeran seperti dia, dia tidak pantas untuk mu dan tinggalkan tubuh ini, tubuh ini terlalu jelek jika di masuki jiwa secantik di dirimu.." ucap pemuda itu menatap lekat mata Yue Fei..


Deg, deg...


Yue Fei mendorong tubuh pemuda itu, ia memalingkan wajahnya yang bersemu merah..


"Lupakan Pangeran Chen, dia tidak oantas untuk mu. Lihatlah tadi seharusnya dia menanyakan kejadian sebenarnya, bukan membentak mu. Jika dia menjadi penguasa, mungkin rakyatnya akan menderita.." ucap pemuda itu yang membuat Yue Fei menunduk.


Pemuda itu mengelus kepala Yue Fei, ia tersenyum menatapnya..


"Ikutlah dengan ku, aku akan menjadikan mu Permaisuriku, Aku bisa membuat mu keluar dari tubuh Permaisuri Yue Fei. Biarkan mereka tau, orang yang mereka sakiti telah meninggal.."

__ADS_1


Yue Fei mendongakkan kepalanya, ia langsung memeluk pemuda itu..


"Terimakasih, karna telah mempercayaiku.."


"Tentu saja aku tau, aku melihatnya. Jika pun aku tak melihatnya aku pasti mempercayai Permaisuriku.."


Yue Fei seketika melepaskan pelukannya..


"Tunggu dulu, kenapa kau sangat tebal muka. kau bilang aku Permaisuri mu.." ucap Yue Fei dengan nada sewot..


"Secepatnya kau akan menjadi Permaisuriku.."


"Cih ! tapi aku hanya penasaran, kenapa kau bilang Pangeran Chen, Adik mu?" tanya Yue Fei mengernyitkan dahinya.


"Hahaha, dia memang Adikku tapi beda Ibu dan aku datang kesini untuk balas dendam karna ******** itu menelantarkan Ibunda ku.." ucap pemuda itu mengepalkan tangannya, hingga bola matanya berubah menjadi merah kemarahan..


Yue Fei menelan ludahnya susah payah, ia sangat takut melihat kemarahan di matanya terlebih lebih lagi suasananya menjadi dingin seketika..


Kemudian dia pemuda itu menatap Yue Fei. seketika matanya berubah menjadi warna ungu memancarkan kebahagiaan..


"Ekhem, jadi maksud mu kau ingin balas dendam. Ah, itu lebih baik, aku ingin lihat reaksi nenek sihir itu.." ucap Yue Fei mengelus dagunya..


"Oh, jadi sayangku ingin membalaskan dendam.." ucap pemuda itu tersenyum.


"Ya, ya kau benar.."


"Ada apa?" tanya Yue Fei keheranan..


"Permaisuri di panggil oleh Yang Mulia.." ucap Yue Fei..


"Aku akan ikut dengan mu sayang, jangan takut.." ucap pemuda itu dengan merubah wujudnya menajadi se ekor rubah..


"Aku akan memanggil mu si putih.." ucap Yue Fei kemudian ia berdiri membereskan hanfu serta riasan rambutnya lalu menggendong si putih kemudian keluar kediamannya..


"Baiklah, tunjukkan jalan.." ucap Yue Fei datar.


Sampailah Yue Fei di ruangan kerja Kaisar, Yue Fei masuk sendiri ke dalam ruangan tersebut..


Terlihat Kaisar Yu memandang sebuah lukisan, ia meraba lukisan itu. Sangat jelas di wajahnya tersimpan berjuta kerinduan hingga air matanya keluar.


"Hormat hamba, Yang Mulia.." ucap Yue Fei menunduk hormat yang membuyarkan lamunan Kaisar Yu.


"Kau datang, kebetulan sekali kau membawa rubah itu.." ucap Kaisar Yu tersenyum..

__ADS_1


"Bisakah kau meninggalkan rubah itu dengan ku, aku hanya ingin melihatnya.." ucap Kaisar Yu..


"Bi, bisa Yang Mulia.." ucap Yue Fei ia kemudian mengelus kelapa si putih.


"Selesaikan urusan mu dengan Ayah mu.." bisik Yue Fei..


Huh, kebetulan sekali aku ingin membunuhnya batin si putih.


Yue Fei menaruh si putih di atas meja, kemudian ia menunduk hormat berlalu pergi..


Setelah kepergian Yue Fei, Kaisar Yu menatap sang rubah..


"Aku tau kau adalah siluman rubah, perlihatkan wujud mu.." perintah Kaisar Yu.


Seketika si putih berubah menajadi manusia.


Ia langsung mencekik Kaisar Yu.


"Lepaskan ! apa yang kau lakukan.." ucap Kaisar Yu menatap tajam.


"Kau sudah menyakitinya, aku ingin sekali membunuh mu.." ucap si putih mengeluarkan amarahnya, seketika ruangan itu dalam suasana kedinginan.


"Kau membuat Ibunda ku menderita, Suami macam apa yang meninggalkan istrinya dan Ayah meninggalkan Anaknya.."


Si putih mencengkram, hingga kukunya menggores leher Kaisar Yu..


Kaisar Yu diam membeku, ia menatap lekat si putih yang menatapnya dengan tatapan kebencian..


"Kau memang mirip dengannya.." ucap Kaisar Yu, ia menggerakkan kedua tangannya, memegang kedua pipi si putih.


Karna geram, si putih lansung menghempaskan tubuh Kaisar Yu ke lantai..


Huk,, huk,,


Kaisar Yu memegang lehernya, ia menatap si putih.


"Aku mohon, pertemukan aku dengannya.."


"Cih, aku tidak butuh permohonan mu. Aku datang kesini hanya ingin membuat perhitungan dengan mu dan tentu saja menjemput Permaisuriku.."


Si putih kembali menghampiri Kaisar Yu ia kembali mencengkram leher Kaisar Yu.


"Bahkan kau tidak pantas mendapatkan pengampunan nya.." Si putih melepaskan kembali cengkraman nya, Ia menatap Kaisar Yu dengan tatapan kebencian, kemudian tubuhnya bercahaya dan menghilang..

__ADS_1


"Aku salah, aku pantas mendapatkannya.." ucap Kaisar Yu menangis tersedu sedu, ia memukul dadanya yang terasa sesak..


"Pelayan, cepat panggil Jendral Xio, suruh menghadap ku.." teriak Kaisar Yu.


__ADS_2