Permaisuri Jahat !

Permaisuri Jahat !
rasa sakit


__ADS_3

Yue Fei menatap Peramal Tao keheranan,,


"Tuan.." ucap pelayan yang menyadarkan lamunan Peramal Tao..


"Ah iya iya, maaf. Ayo..."


Peramal Tao itupun duduk di samping Yue Fei..


Acara pesta pun berlangsung, Semua orang termasuk dari kerajaan barat menikmati pesta tersebut yang di hiasi oleh tarian dan musik istana..


Sesekali Peramal Tao melirik Yue Fei.


Yue Fei yang merasa risih akibat lirikan Peramal Tao ia memutuskan untuk meninggalkan pesta.


"Yang Mulia, hamba meras tidak enak badan. Bolehkan hamba kembali kekediaman hamba.." ucap Yue Fei..


"Fei'er aku akan menemani mu ke kediaman mu.." timpal Pangeran Chen menatap khawatir..


"Tidak perlu Pangeran. Hamba bisa sendiri lebih baik Yang Mulia menemani Selir Yue Mei.."


"Benar Pangeran.." timpal Permaisuri Lu tersenyum sinis..


Aku tidak akan pernah membuat Putra ku berdekatan dengan mu..


"Baiklah, hamba undur diri Yang Mulia, Permaisuri dan Pangeran.." ucap Yue Fei menahan geram di hatinya, ia lalu bergegas pergi meninggalkan aula istana.


"Yang Mulia, bolehkah hamba mencari udara segar.." tanya Peramal Tao..


"Baiklah, silahkan Peramal Tao.." ucap Kaisar Yu tersenyum..


Peramal Tao itupun keluar istana, ia melihat kanan kiri mencari Yue Fei..


"Permaisuri.." ucap Peramal Tao menghentikan langkah kaki Yue Fei..

__ADS_1


Yue Fei pun menoleh..


"Hormat hamba, Permaisuri. Bolehkah hamba berbicara dengan Permaisuri ?" tanya Peramal Tao..


"Hem, boleh. Kita akan berbicara di taman." jawab Yue Fei melanjutkan langkah kakinya.


Sampai di taman istana, Yue Fei duduk berhadapan dengan Peramal Tao, para pelayan membawa teh sekaligus camilan.


"Permaisuri lansung saja, Sebenarnya siapa anda ? dan kenapa bisa berada di dalam tubuh Permaisuri Yue Fei.." ucap Peramal Tao dengan wajah serius..


"Oh, jadi kau sudah tau, aku tidak heran kau tau karna kau di katakan Peramal terkenal disini.." Yue Fei pun menghembuskan nafasnya.


"Aku tidak tau, kenapa aku bisa ada di sini. Entah anda percaya atau tidak yang jelas aku bukan berasal dari zaman ini. Aku berasal dari zaman masa depan, aku mati hanya karna keracunan dan kemudian aku berada di dalam tubuh ini.." jelas Yue Fei ia meminum tehnya, kemudian ia menatap Peramal Tao yang tanpa berkedip.


"Apa masa depan ?" Peramal Tao membulatkan matanya, terkejut.


Apa mungkin dia.....


"Anda merasa heran ? atau anda menyatakan saya gila ? tapi itulah kenyataannya.." ucap Yue Fei tersenyum.


"Mungkin benar, darimana kau tau."


"Hamba sudah melihat tanda kehidupan di dahi Permaisuri, Namun tidak ada.Tapi apa semua keluarga istana sudah tau ?"


"Tidak, aku tidak menjelaskannya. Yang ada malah aku di sangka gila atau membunuh pemilik tubuh ini.."


Peramal Tao mengangguk mengerti.


"Jika begitu, darah andalah yang akan membebaskan kutukan Pangeran.."


"Mana mungkin, aku hanyalah roh yang kesasar di zaman ini." ucap Yue Fei terkekeh.


"Tapi roh anda sudah menyatu dengan tubuh Permaisuri Yue Fei.."

__ADS_1


Yue Fei mendengarkan Peramal Tao ia menggeleng gelengkan kepalanya..


"Jika aku mau, aku tidak ingin menempatinya. Untuk sementara ini aku ingin anda jangan mengatakan apapun, karna aku masih ada misi. Baiklah untuk saat ini kita sudahi perbincangan kita.." ucap Yue Fei tersenyum, kemudian berlalu pergi..


Apa benar darah pemilik tubuh ini bisa menyembuhkan Pangeran, hemm..


Saat Yue Fei menuju kediamannya, dari kejauhan ia melihat Jendral Yue berbicara serius dengan laki laki paruh baya yang sejajar umurnya..


Siapa dia ? aku baru pertama kalinya melihatnya..


Karna penasaran Yue Fei menghampiri mereka, Namun langkahnya berhenti seketika mendengarkan ucapan Ayahnya..


"Aku tidak mungkin memberi tau Fei'er jika Mei'er adalah putri kandungku. Aku belum sanggup. Itu semua adalah kesalahan ku di masa lalu, seandainya aku tidak minum arak pada waktu itu. Aku tidak mungkin tidur dengan seorang pelayan. Dan pada saat Mei'er berumur lima tahun, pelayan Yin memberiku surat, agar menjemput Mie'er dan pada saat itu dia mengindap penyakit. Sehingga mau tidak mau aku harus membawa Mie'er. Selama ini aku tidak pernah memberi tau pada mendiang istriku. Aku sangat takut dia marah dan meninggalkan ku.."


"Tapi Yue kau harus memberi taukan Fei'er, mau tidak mau dia juga Putri mu.."


Yue Fei hanya diam membeku, hatinya begitu sakit mendengarkan kenyataan pahit yang harus di telannya.


"Tapi aku merasa Fei'er mendengarkan pembicaraan kita pada waktu itu, semenjak umur 12 tahun sikapnya berubah angkuh, sombong dan jahat.."


"Apa mungkin ? tapi apa Fie'er pernah membahasnya dengan mu ?"


"Tidak pernah, mungkin hanya dugaan ku saja.." ucap Jendral Yue menatap laki laki paruh baya yang sekitaran dengannya.


Perlahan lahan kaki Yue Fei mundur, dadanya terasa sesak mendengarkan kenyataan pahit itu, ia langsung membalikkan badannya berlari ke kediamannya..


"Jangan ganggu aku dan siapa pun yang ingin menemuiku, bilang saja aku ingin beristirahat.." perintah Yue Fei kepada pelayan Liu dan pelayan lainnya..


Ia langsung menutup pintu kediamannya.


Tubuhnya terasa lemas, perlahan lahan ia jatuh ke lantai dengan berjongkok..


Isak tangis mulai keluar dari mulutnya,

__ADS_1


Apa ini rasa sakit dari pemilik tubuh ini


__ADS_2