
Ke esokan paginya..
Yue Fei memikirkan kejadian tadi malam, semalaman ia tidak tidur memikirkan pemuda mesum itu dan yang ia fikirkan kata Adik, yang menurutnya Kaisar Yu tidak memiliki Selir..
Apa dia anak kekasih gelap Kaisar Yu batin Yue Fei ....
"Permaisuri, kenapa Permaisuri melamun ?" tanya pelayan Liu keheranan..
"Hemm, apa Yang Mulia Kaisar pernah memiliki Selir atau kekasih ?" tanya Yue Fei keheranan..
"Setau hamba, dulu pernah ada rumor. Jika Yang Mulia, pernah memiliki kekasih dan menolak menikahi Permaisuri. Namun Kaisar terdahulu tidak menyetujui dan setelah itu tidak ada rumor lagi.."
Sebaiknya aku harus menanyakan pada listrik konslet itu...
"Hormat hamba, Permaisuri. Hamba menemukan se ekor rubah di halaman belakang.." ucap salah satu pelayan dengan membawa se ekor rubah di kandang yang kecil..
Yue Fei menatap lekat rubah itu,,
Mata biru..
"Kasian sekali, mungkin pemiliknya akan mencarinya. Kau urus saja dia.."
Sayang kenapa kau begitu ? bahkan menyerahkan rubah setampan diriku pada pelayan mu, huhuhu..
"Permaisuri, dia kelihatan ganas..." ucap salah satu pelayan yang memerhatikan sang rubah. Seakan akan menerkamnya hidup hidup..
"Awas, lindungi Permaisuri, rubahnya terlepas.." teriak salah satu pelayan yang melihat rubah itu berlari menuju ke arah Yue Fei..
Namun siapa sangka, sang rubah malah merebahkan dirinya di paha Yue Fei yang duduk di kursi riasnya..
Yue Fei terkekeh. "Rupanya kau tidak mau berada di kandang, baiklah, kau bebas tapi tidak boleh membuat onar.." ucap Yue Fei mengelus kepala sang rubah..
"Permaisuri bagaimana jika rubah itu menggigit Permaisuri ?" tanya pelayan Liu.
"Dia tidak akan menggigit, lihatlah dia sangat menyukai ku.." ucap Yue Fei tersenyum..
Sayang, aku merindukan mu...
"Permaisuri hidangan telah siap.." ucap pelayan dapur..
Yue Fei mengangguk, ia menuju meja makan yang telah tersaji semua hidangan..
"Liu..."
Yue Fei memberikan rubah itu pada pelayan Liu..
"Jangan nakal.." ucap Yue Fei mengelus kepala sang rubah dan tersenyum menatapnya.
Sebelum Yue Fei memakan hidangannya, ia di hentikan oleh kedatangan Pangeran Chen dan Selir Yue Mei...
__ADS_1
Aaa...
"Permaisuri.."
Yue Fei pun menoleh, ia melihat Pangeran Chen tersenyum sedangkan di sampingnya
Kenapa mereka datang batin Yue Fei...
"Bagaimana keadaan mu ? apa kau sudah baikan ?" tanya Pangeran Chen khawatir..
"Tidak apa apa, hamba baik baik saja Pangeran.." balas Yue Fei tersenyum.
Sementara sang rubah di gendongan pelayan Liu, ia menaham geram dan loncat dari gendongan Liu ingin menerkam Pangeran Chen..
Dengan sigap Pangeran Chen menghindar..
"Prajurit, kurung hewan buas ini.." teriak Pangeran Chen..
"Tunggu Pangeran, dia hewan yang baik. Hanya saja mungkin dia terkejut.." ucap Yue Fei menatap kasian pada sang rubah.
Beraninya kau ingin mengurungku...
Yue Fei segera menggendong sang rubah, kemudian mengelusnya agar tenang..
"Permaisuri, sebaiknya hewan ini di kurung. Aku khawatir dia akan melukai mu.." ucap Pangeran Chen menatap tajam sang rubah.
"Jangan Pangeran kasihan, biarkan saja dia akan menjadi rubah yang baik.."
Pangeran Chen hanya mengangguk. Hanya ada keheningan di antara mereka, sesekali Pangeran Chen melirik Yue Fei..
"Pangeran aku ingin mencari udara segar. Apa kau tidak ada kesibukan menemani Selir Yue Mei ?" tanya Yue Fei menatap Pangeran Chen.
"Tidak ada, aku akan menemani mu.." jawab Pangeran Chen tersenyum..
Yue Fei hanya membalasnya dengan anggukan..
"Hormat hamba, Pangeran dan Permaisuri. Tiba tiba Selir Yue Mei merasakan sakit di perutnya kemudian tak sadarkan diri.."
"Apa ?" ucap Pangeran Chen terkejut.
"Fei'er maaf aku harus menemui Selir Yue Mei.." ucap Pangeran Chen khawatir..
"Baiklah, hamba akan ikut Pangeran..." ucap Yue Fei..
Merekapun menuju kediaman Selir Yue Mei..
Sampai disana Kaisar Yu dan Permaisuri Lun serta Jendral Yue menatap khawatir Selir Yue Mei yang terbaring lemah..
"Tabib, bagaimana keadaanya ?" tanya Pangeran Chen.
__ADS_1
"Hamba Pangeran, Selir Yue Mei hanya butuh istirahat.." ucap Tabib istana..
Tanpa sengaja, Kaisar Yu melihat se ekor rubah di gendongan Yue Fei, ia langsung berkeringat dingin, ingatan seorang gadis yang di cintainya mulai berputar di kepalanya..
Cih, akhirnya kita bertemu ********...
Permaisuri yang melihat Kaisar Yu keluar keringat, ia menatap khawatir.
"Yang Mulia kenapa ? apa Yang Mulia tidak enak badan ?" tanya Permaisuri Lu.
"Tidak ! aku hanya ingin beristirahat.." ucap Kaisar Yu berlalu pergi..
Sedangkan Permaisuri Lu hanya menatap keheranan.
Aneh, ada apa dengan Yang Mulia batinnya...
Kemudian Permaisuri Lu mengikuti Kaisar Yu..
"Pangeran sebaiknya kau melihat Ayahanda, sepertinya dia tidak enak badan.." ucap Yue Fei, ia merasa keanehan ketika melihat rubah di dalam gendongannya..
Ada apa dengan Yang Mulia batinnya...
"Baiklah, aku titip Selir Yue Mei.." ucap Pangeran Chen di ikuti Tabib istana..
Selang beberapa saat, Selir Yue Mei sadar, ia menatap sekelilingnya lalu bangun..
"Untuk apa kau disini ?" tanya Yue Mei menatap tajam Yue Fei..
"Heh, jika bukan Pangeran Chen yang memintaku menjaga mu. Mana aku mau ulet keket.." balas Yue Fei memutar bola matanya..
"Kakak, kau sungguh iri pada ku, karna aku akan melahirkan untuk Pangeran Chen, sementara kau hanya wanita yang penuh kasihan.."
"Aku bukanlah wanita murahan, yang menaik ke ranjang orang seperti ibumu.." ucap Yue Fei tersenyum sinis..
"Hahaha, ternyata Kakak sudah tau. Kalau aku adalah Anak kandung Ayah. Bahkan aku tau lebih dulu darimu, karna aku hanya ingin Ayah mengungkapkan nya padamu.." ucap Selir Yue Mei tertawa..
"Aku kasian sekali pada Kakak, melihat ibumu di hianati dan aku sangat bahagia." ucap Selir Yue Mei tertawa mengejek.
Plakk...
"Permaisuri, apa yang kau lakukan ? kenapa kau menampar Selir Yue Mei." teriak Pangeran Chen menatap tajam Yue Fei..
Yue Fei mengepalkan tangannya, dadanya naik turun menahan amarah..
"Dia sedang sakit dan kau malah menamparnya.." bentak Pangeran Chen..
"Aku sungguh kecewa pada mu Permaisuri, keluar dari kediaman ini.."
Yue Fei menatap tajam Pangeran Chen, ia langsung pergi..
__ADS_1
Bisakah dia menanyakan alasannya batin Yue Fei..
Air matanya luluh keluar dengan sendirinya..