Permaisuri Jahat !

Permaisuri Jahat !
Kenyataan Pahit.


__ADS_3

Saat Pangeran Chen hendak pergi, Yue Fei langsung menggenggam lengan Pangeran Chen..


"Untuk apa kau tidur di kursi, sebaiknya kau tidur di sampingku.." larang Yue Fei menatap Pangeran Chen dengan senyumannya.


Apa Permaisuri mengajak ku tidur batin Pangeran Chen..


Pertama kalinya Yue Fei mengajaknya tidur di sampingnya. Ya, walaupun tidak harus melakukan itu..


Pangeran Chen tersenyum, mengangguk.


Yue Fei menggeser badannya ke arah samping, membiarkan Pangeran Chen untuk tidur di sampingnya..


Rasa gugup di hati berada di kedua, Yue Fei sekaligus Ana yang tidak pernah tidur dengan orang asing sangat gugup bahkan keringat muncul di telapak tangannya.


Sama halnya dengan Pangeran Chen yang merasakan kegugupan bahkan jantung keduanya mulai tidak terkondisikan..


Yue Fei menghembuskan nafasnya, ia memejamkan matanya. Karna memang tubuhnya sangat letih..


Pangeran Chen yang sedari tadi menatap langit langit, kini ia menatap Yue Fei.. Pangeran Chen tersenyum, ia membenarkan selimut itu agar menyelimuti Yue Fei hingga ke dadanya..


Setelah itu Pangeran Chen mencium kening Yue Fei..


Merekapun tidur di bawah selimut yang sama, menghiasi malam yang terasa dingin..


Ke esokan paginya...


Yue Fei membuka matanya, ia mengerjapkan beberapa kali hingga terlihat jelas..


Saat itu pula Yue Fei merasakan ada tangan Kokoh yang melingkar di perutnya, ia menoleh kemudian pipinya bersemu merah melihat siapa yang disampingnya..


Astaga apa yang aku lakukan tadi malam,


Yue Fei pun mengkrutuki kebodohannya..


Dengan lembut Yue Fei mengangkat tangan Chen agar tidak membangunkannya. Namun Pangeran Chen yang merasakannya, ia membuka matanya.


"Ada apa Fei'er ?" tanya Pangeran Chen dengan suara serak khas orang tidur..


"Maaf Pangeran, hamba mengganggu tidur Pangeran. Hamba hanya ingin membersihkan diri.." ucap Yue Fei dengan nada bersalah..


"Ah, iya benar. Kita harus bersiap siap untuk pulang.." ucap Pangeran Chen, ia beranjak duduk kemudian turun dari ranjangnya..


"Pelayan.." teriak Pangeran Chen...


Pelayan Liu serta kedua pelayan lainnya masuk.


"Hormat hamba Pangeran.."


"Kalian bantu Permaisuri untuk membersihkan tubuhnya dan ingat harus hati hati dengan lukanya, dan kalian juga harus membantu Permaisuri untuk berkemas.." perintah Pangeran Chen, ia langsung pergi ke luar membersihkan diri di bantu pelayan lainnya.


30 menit berlalu..

__ADS_1


Pangeran Chen yang sudah siap, ia langsung ke kediaman Yue Fei..


"Fei'er.."


Pangeran Chen menatap Yue Fei yang masih di rias oleh pelayan Liu kemudian menghampirinya..


Ia menatap Yue Fei di cerminnya, yang dihiasi dengan senyumannya..


Pangeran Chen mengambil salah satu perhiasan rambut Yue Fei yang berbentuk bunga dengan warna ungu



"Lihatlah Permaisuri, kau sungguh cantik.." ucap Pangeran Chen dengan tatapan memuji..


Yue Fei tersenyum, ia berdiri dan menatap Pangeran Chen..


"Ayo Pangeran.."


"Hormat hamba Pangeran, Permaisuri. Pangeran dan Permaisuri telah ditunggu oleh tuan Long di ruang perjamuan.." ucap sang pelayan..


Merekapun menuju ruang makan, setelah selesai makan..


Yue Fei pun menggandeng lengan Pangeran Chen, mereka lantas menuju ruang pertemuan.


Selir Yue Mei yang melihat, lilitan tangan Yue Fei di lengan Pangeran Chen, lantas ia sangat geram, ingin rasanya ia mencabik cabik Yue Fei.


"Tuan Long, nyonya Ling dan Long Li, terimakasih atas tumpangan kalian dan ini hadiah dari kami.." ucap Pangeran Chen, ia memberi kode pada pengawalnya untuk memberi hadiah..


"Tidak perlu Pangeran, hamba sudah bersyukur atas kehadiran Pangeran, Permaisuri dan Selir.." ucap tuan Long tersenyum.


"Sudah seharusnya hamba melindungi Permaisuri.." ucap Long Li tersenyum.


"Baiklah, sekali lagi terimakasih.." ucap Pangeran Chen, ia berdiri bersama dengan Yue Fei yang enggan melepaskan tangannya pada lengan Pangeran Chen..


Keluarga Long mengantarkan Pangeran Chen, Yue Fei dan Selir Yue Mei keluar..


Sampai di luar mereka menaiki kereta masing masing.


Sampailah mereka malam harinya di istana..


Pangeran Chen turun lebih dulu, ia membantu Yue Fei turun..


"Pangeran.." sapa seseorang..


Yue Fei dan Pangeran Chen menoleh, ia melihat Permaisuri Lu berlari menghampirinya..


Permaisuri Lu menatap lekat Pangeran Chen,


"Pangeran bagaimana keadaan mu?" tanya Permaisuri Lu khawatir, lalu ia melirik Yue Fei..


"Hormat hamba, Ibunda. Maaf atas ketidak sopanan hamba.."

__ADS_1


"Kau ikut dengan ku.." perintah Permaisuri Lu datar..


"Ibunda.."


Pangeran Chen memegang lengan Permaisuri Lu.


"Ibunda hanya ingin berbicara dengannya Pangeran.." ucap Permaisuri Lu menatap tajam Pangeran Chen..


"Hormat hamba, Ibunda.." ucap Selir Yue Mei.


Permaisuri Lu mengangguk, kemudian ia menatap Yue Fei berlalu pergi..


Ada apa ini batin Yue Fei..


Ia langsung mengikuti Permaisuri Lu..


Sementara Pangeran Chen hanya menatap khawatir.


Sampailah mereka di kediaman Permaisuri Lu..


"Kalian cegah siapapun yang masuk kediaman ku kecuali Yang Mulia.." perintah Permaisuri Lu..


Para pelayan pun menunduk hormat berlalu pergi..


Sementara Yue Fei semakin penasaran apa yang dibicarakan oleh Permaisuri Lu.


"Langsung saja Permaisuri, kau telah melihat Pangeran berubah ?" tanya Permaisuri Lu.


"Itu..." ucap Yue Fei ragu, ia takut di marahi oleh Permaisuri Lu..


Bis bisa aku di penggal batin Yue Fei menunduk.


"Apa kau jijik melihatnya ? setiap bulan purnama Pangeran akan mengalami kesakitan bahkan setiap tubuhnya akan berubah seperti luka bakar dan hitam.."


Yue Fei mendongakkan kepalanya.


"Kau tau, sejak awal kami sebagai orang tua khawatir tentang masa depan Anaknya. Dia selalu mengagumi semenjak kecil." Permaisuri Lu menghela nafas.


"Dan awal pernikahan mu, Kau mengusir Pangeran karna kau jijik melihat wajahnya dan ke esokan harinya rumor keluar dari istana dan pada saat itu pula Pangeran menemuiku. Aku masih ingat jelas tatapan khawatir Pangeran saat dia menatapku. Ada kesedihan di matanya dan aku menyarankan untuk menceraikan mu bahkan Yang Mulia.


Namun Pangeran tidak mau, bahkan dia bersujud di kaki ku dan Yang Mulia. Kami pada saat itu bersih keras memisahkan mu dengan Pangeran hingga kami memberikan dua pilihan.


Pilihan pertama Pangeran harus menceraikan mu dan menikah dengan Adik mu tapi dia tidak mau..


Dan kami membuat pilihan kedua yaitu tidak menceraikan mu dan mengangkat Adik mu menjadi Selirnya meneruskan keturunannya.


Pangeran juga memberikan syarat padaku, dia akan menerima Adik mu menjadi Selirnya asalkan kami tidak pernah mencampuri urusan mu dan Pangeran.


Jika dilihat dari kejahatan mu, bahkan kau tidak bisa dianggap sebagai Permaisuri. Bahkan aku pun belum pernah mencambuk seorang pelayan hanya gara gara memecahkan vas bunga kesukaanya dan kau ingat bahkan dengan tangan mu sendiri kau mencambuk Putri Mentri pajak sampai mati hanya karna menumpahkan teh di hanfu mu.


Kami tau kau tidak akan sudi bersama dengan Putraku.

__ADS_1


Dan Pangeran terpaksa menikahi Adik mu hanya karna tidak ingin menceraikan mu. Lalu kau berkorban apa untuknya ? bahkan kau jijik melihatnya, kau sering kali menghinanya tepat di hadapannya. Permaisuri jika kau tidak mencintai Pangeran kau bisa pergi, Aku masih menghargai mu karna kau Anak dari temanku.."


Mendengarkan perkataan Permaisuri Lu, Yue Fei hanya diam membeku.


__ADS_2