Permaisuri Jahat !

Permaisuri Jahat !
Di Usir


__ADS_3

Setelah selesai berlatih, Yue Fei bergegas membersihkan tubuhnya, ia berendamkan tubuhnya, menghirup aroma mawar yang berada di dalam bak mandinya..


"Hormat hamba, Pangeran.."


"Dimana Permaisuri ?"


Pangeran Chen sangat khawatir, pikirannya kalang kabut, hingga ia memutuskan menemua Yue Fei, ia takut jika Yue Fei akan menjauhinya lagi.


"Baiklah, aku akan menunggu disini.." ucap Pangeran Chen, ia duduk di kursi dekat jendela memandang sang bulan..


Krekk..


Pangeran Chen menoleh, wajahnya langsung bersemu merah, melihat kulit putih mulus kaki Yue Fei, bahkan ke elokan tubuhnya sangat terlihat..


Yue Fei yang melihatnya, ia hanya tersenyum.


"Ada apa Pangeran ?" tanya Yue Fei.


Pangeran Chen langsung memalingkan wajahnya..


"Itu, aku hanya...."


Sebelum Pangeran Chen melanjutkan perkataannya, Yue Fei langsung menyanggahnya..


"Apa kau mengkhawatirkan ku, ketika aku mendengar kehamilan Selir Yue Mei ?" tanya Yue Fei, ia terkekeh pelan..


Yue Fei menghampiri Pangeran Chen, ia duduk berhadapan dengan Pangeran Chen, sambil menopang dagu menatapnya..


"Kau jangan khawatir Pangeran, hal itu wajar bagimu, dia juga istri mu dan Ibunda juga mendesak mu memiliki keturunan.." ucap Yue Fei..


"Fei'er aku minta maaf, pada waktu kau bertemu Ibunda ? Ibunda mengatakan apa saja ?"

__ADS_1


"Tidak ada, dia hanya bilang..."


Yue Fei melipatkan kedua tangannya, ia menatap Pangeran Chen begitu lekat..


Pangeran Chen yang di tatap, ia langsung menunduk..


"Apa Ibunda mengungkit pernikahan Selir Yue Mei, maaf, maaf, dan maaf. Aku tidak berguna. Pada waktu itu aku tidak ingin bercerai dengan mu dan Ibunda memberikan pilihan. Ibunda setuju aku dengan mu tidak bercerai, asalkan aku menikahi Adik mu.."


"Pangeran aku tau, aku dulu angkuh, sombong dan jahat semua orang sangat tau akan hal itu. Dan Ibunda memberi pilihan itu karna Ibunda tau aku tidak bisa memberikan keturunan pada mu karna aku membenci mu, dan itu pun kau melakukannya terpaksa, tidak ingin bercerai dengan ku. Bahkan Ibunda juga menyetujui tidak akan mengurus ku, melakukan hal apa pun."


glekk...


Pangeran Chen tertegun mendengarkan ucapan Yue Fei..


"Apa kau membenci ku jika aku melakukan hal itu ?"


Pangeran Chen menatap dengan tatapan sedih..


Segitukah cinta mu pada pemilik tubuh ini...


"Lalu masalah kutukan mu, apa kau sudah mengetahuinya ?"


Pangeran Chen langsung melototkan matanya, ia sungguh tidak menyangka Ibundanya juga membocorkan rahasia itu..


"Apa kau mengetahuinya, apa Ibunda bilang pada mu ?"


"Tentu..."


Pangeran Chen berdiri, ia menghampiri Yue Fei kemudian berjongkok menatap Yue Fei, ia menggenggam tangan Yue Fei..


"Fei'er percayalah, jika pun wanita itu ada. Aku hanya meminta darahnya untuk membebaskan kutukan ku. Aku tidak akan menikahinya bahkan jika pun Ibunda memaksanya, menikah dengan Adik mu saja, aku begitu tidak menginginkannya. Hanya karna ancaman Ibunda memisahkan ku dengan mu. Aku mohon percayalah, aku tidaak..."

__ADS_1


Yue Fei menutup mulut Pangeran Chen dengan jari telunjuknya, ia mendekatkan wajahnya pada Pangeran Chen.


"Sudahlah jangan dipikirkan, kau sungguh menggemaskan jika memasang ekspresi seperti itu.."


Jika pun kau tau, pemilik tubuh ini sudah mati. Apa kau akan menerimanya..


"Tapi apa Selir Yue Mei tau tentang kutukan mu dan perubahan wujud mu ?"


"Tentu saja tidak, setelah kedua orang tua ku hanya kau yang tau, Setiap bulan purnama aku akan mengasingkan diri di ruang rahasia ku.."


"Oh, begitukah, sebenarnya apa yang terjadi hingga kau mengalaminya?"


"Aku tidak tau, Ibunda dan Ayhanda menutup rapat tentang hal itu.." jawab Pangeran Chen menunduk.


"Baiklah, kau istirahat saja. Ini sudah malam.."


Yue Fei membantu Pangeran Chen berdiri, ia menuntun Pangeran Chen keluar kediamannya..


"Fei'er.."


"Pangeran sebaiknya kau keluar dari kediaman ku dan jaga Selir mu bisa saja..


Dalam hati Yue Fei Ibunda mu akan memarahi ku..."


"Fei'er tapi aku tidak mau..."


Yue Fei tersenyum, lalu ia menutup pintu kediamannya..


"Fei'er kau marah pada ku, maaf, Fei'er ku mohon jangan marah.."


"Haduh ribet, jika dia ada disini bisa saja aku tidak tidur semalaman..."

__ADS_1


Yue Fei pun merebahkan dirinya, tanpa peduli gendoran pintu dan teriakan Pangeran Chen..


__ADS_2