
Yue Fei menelan ludahnya susah payah..
Ia meremas hanfu di dadanya, hatinya seakan di tusuk jarum berkali kali, bahkan hatinya seakan menangis darah.
"Ingatlah, Yue Fei kalian sudah mati.." ucap Yue Fei dengan penuh penekanan..
"Hentikan ! kita tidak tau masalahnya.." ucap Kaisar Yu menatap Yue Fei..
"Dan kau Jendral, ini juga salah mu. Seharusnya kau tidak langsung menamparnya.." ucap Kaisar Yu menatap tajam Jendral Yue.
"Tapi, dia juga salah Yang Mulia. Dia langsung menampar Selir Yue Mei.." ucap Permaisuri Lu.
"Diam !! kau juga salah, seharusnya kau tidak membuat pilihan itu pada Pangeran Chen. Lihatlah sekarang apa yang terjadi.." bentak Kaisar Yu menatap tajam Permaisuri Lu.
"Pelayan bawa Permaisuri ke kediamannya.." perintah Kaisar Yu..
"Tunggu, aku tidak butuh belas kasihan..."
Yue Fei Menggeleng gelengkan kepalanya, ia merasakan pusing dan hampir tubuhnya terjatuh ke tanah. Namun dengan sigap si putih menangkap tubuh Yue Fei agar tidak sampai jatuh tanah ke bawah.
Ia menatap Yue Fei lekat..
"Si putih.." lirih Yue Fei yang mulai tak sadarkan diri..
Si putih menatap mereka dengan tatapan amarah, ia mengeluarkan kekuatannya. Sehingga mereka terpental jauh.
"Beraninya kalian melukainya.." teriak si putih, ia mengeluarkan kekuatannya kemudian mengarahkan pada Jendral Yue, dengan cepat leher Jendral Yue di cengkram kuat oleh si putih..
"Kau menyakitinya, tau kah kau. Dia bukan putrimu dan kau berani menyentuh Permaisuri ku.." Si putih menghempaskan tubuh Jendral Yue lalu menabrak tembok pagar istana hingga tembok itu hancur.
__ADS_1
Si putih langsung menggendong Yue Fei dan membalikkan badannya..
"Tunggu, dia adalah Permaisuriku.." teriak Pangeran Chen menatap tajam..
Si putih terkekeh.. "Suami, sungguh miris. Dia bukan istri mu, istri mu sudah mati dan ya aku hampir lupa.."
Si putih menggunakan kekuatannya, ia merekam kejadian tadi dan memperlihatkannya pada semua orang, ia terkekeh ketika melihat semua orang membulatkan matanya.
"Bagaimana ??? sekarang kalian tau. Bukan Permaisuri ku yang salah tapi, Selir ular itu.." ucap si putih menunjuk Selir Yue Mei yang menunduk..
"Nak.." lirih Kaisar Yu, membuat Permaisuri Lu dan Pangeran Chen menatap Kaisar Yu
"Cih ! aku tidak sudi di panggil Anak oleh mu.." ucap si putih langsung menghilang dalam sekejap mata..
"Apa maksudnya ? kenapa Yang Mulia memanggil Anak ?" tanya Permaisuri Lu menatap Kaisar Yu..
"Dia Putraku dengan Meili.." ucap Kaisar Yu menatap tajam Permaisuri Lu.
Kaisar Yu langsung menatap Permaisuri Lu. "Darimana kau tau ?" tanya Kaisar Yu menatap tajam Permaisuri Lu..
"Hamba,,"
"Katakan !!! darimana kau tau ?" tanya Kaisar Yu mengguncang tubuh Permaisuri Lu.
"Jika aku tau, kau ada kaitannya dengan kejadian 20 tahun lalu, aku tidak segan segan membunuh mu.." bentak Kaisar Yu berlalu pergi..
Permaisuri Lu menekan dadanya yang terasa perih dan sesak..
Sementara Pangeran Chen, menatap tajam Selir Yue Mei, ia langsung melayangkan tangannya..
__ADS_1
Plakk...
"Aku sungguh tidak menyangka, mulai saat ini istana dingin adalah tempat mu.." ucap Pangeran Chen berlalu pergi..
"Aku sebagai Ayah membela mu di hadapan putriku, tapi sungguh tidak menyangka.." ucap Jendral Yue menatap tajam Selir Yue Mei, ia mengikuti langkah kaki Pangeran Chen..
Pagi berganti siang, siang berganti sore, sore berganti malam..
Kejadian tadi membuat semua anggota keluarga kerajaan hanya diam dengan pikiran masing masing,,
Hening itulah yang di alami di istana Kaisar Yu,,,
Disebuah ruangan rahasia, Kaisar Yu menangis memandang sebuah lukisan yang ia cintai..
"Aku harus mencari mu kemana ?" lirih Kaisar Yu..
"Yang Mulia.."
"Bagaimana ?" tanya Kaisar Yu..
"Hamba tidak menemukan apa pun Yang Mulia.."
"Jendral Xio, selidiki kejadian 20 tahun lalu. Aku curiga ada kaitannya dengan Permaisuri ucap Kaisar Yu menghela nafas..
"Baik Yang Mulia.." ucap Jendral Xio berlalu pergi..
Disisi lain...
Pangeran Chen mengeluarkan semua prajuritnya bahkan pengawal bayangannya, Namun hasilnya sama saja tetap tidak menemukan Permaisurinya, ia hanya bisa minum arak untuk menenangkan pikirannya.
__ADS_1
Sama halnya dengan Jendral Yue ia sangat menyesal dengan kejadian tadi..
Di dalam pikirannya, bagaimana keadaan Fei'er kata itulah yang terbayang bayang di pikiran Pangeran Chen dan Jendral Yue, penyesalan pasti ada di lubuk hatinya....