Permaisuri Jahat !

Permaisuri Jahat !
pengorbanan


__ADS_3

Dari kejauhan se sosok gadis berambut putih di dahan pohon , berkulit putih, hidung mancung dan tak pernah lepas dari senyuman di bibir merahnya, sedari tadi dia memandang perkemahan itu yang lebih tepatnya Kaisar Yu.


"20 tahun kau tau pernah berubah Yang Mulia.." ucapnya berlalu pergi..


"Putraku..." sapa gadis itu melihat si putih memegang tangan Yue Fei yang masih tak sadarkan diri..


Si putih tak bergeming, dia terus memandang Yue Fei yang lebih tepatnya Safira.


"Istirahatlah, kau harus menjaga kesehatan mu semenjak gadis ini tak sadarkan diri kau hanya diam saja tanpa istirahat dan makan.."


"Ibunda aku tidak bisa makan dan istirahat melihatnya seperti ini.." ucap si putih sambil mengelus pipi Yue Fei..


"Malam nanti aku akan memisahkan jiwanya Ibunda.."


"Apa kau yakin ? sama saja harus memberikan separuh jiwa mu Chang'er.." jelas Ratu Meili, ia tidak habis pikir dengan jalan putranya, tapi dia juga berfikir pernah berada di posisi tentang cinta..


"Terserah lah, Ibunda hanya ingin kau bahagia.." ucap Ratu Meili berlalu pergi..


Pada malam harinya, sesuai dengan janji Raja rubah, ia membawa tubuh Yue Fei ke sebuah tempat tidur dekat danau, dengan di kelilingi bunga wisteria..



Raja rubah membaringkan tubuh Yue Fei dengan hati hati, sebelum itu Raja rubah mencium kening Yue Fei atau Safira..


Ia memandang bulan,,



Lalu duduk di lantai dengan posisi lotus dan membacakan sebuah mantra,,


Selang beberapa saat, keluarlah cahaya dari Raja rubah dan tubuh Permaisuri Yue Fei..


Cahaya itu pun keluar dengan se sosok jiwa masa depan di hadapan Raja rubah. Keringat dingin dan panas keluar dari Raja rubah, ia terus mengeluarkan kekuatannya hingga tubuh Safira sempurna..


Setelah selesai, Raja rubah menggigit jari telunjuknya, lalu meminumkan darahnya pada gadis di depannya, ia juga memberikan darahnya di dahi Safira..


Dengan semua ritualnya yang telah selesai, Raja rubah melepaskan jubahnya, menutupi tubuh gadis di depannya yang dalam keadaan telanjang tanpa sehelai benang pun..


"Kau adalah Permaisuri ku.." ucap Raja rubah mencium bibir Safira setelah itu mencium keningnya. Tubuhnya yang lemas dan mengeluarakan seteguk darah hingga ia tidak mampu menahannya dan jatuh ke samping Safira dan tak sadarkan diri..


Brak ...


"Chang'er.." teriak Ratu Meili, ia menghampiri Raja rubah, menepuk nepuk pipinya..


Ratu Meili menangis, ia menyalurkan kekuatannya pada Raja rubah. Namun hasilnya sama saja Raja rubah masih tidak sadarkan diri..


"Pelayan bantu aku memindahkan Raja, dan juga pindahkan tubuh gadis ini..." teriak Ratu Meili..


3 jam kemudian.


Disebuah ruangan, Seorang gadis mulai membuka kelopak matanya. Penglihatnnya kabur, ia mengerjapkan beberapa kali..

__ADS_1


Hingga gadis itu melihat sekelilingnya dan seorang pelayan mulai mendekat..


"Nona, Nona sudah sadar.." ucap sang pelayan, ia langsung memanggil Tabib istana.


Safira memejamkan matanya, ia mengingat apa yang terjadi padanya..


"Si putih.." ucap Safira, ia bangun dari tempat tidur..


"Nona, istirahatlah.." ucap sang pelayan dengan seorang laki laki paruh baya..


"Maaf Nona, izinkan hamba memeriksa denyut nadi Nona.." ucap Tabib istana menunduk hormat.


Safira mengangguk ia memberikan tangannya, entah mengapa hatinya merasakan jika orang di depannya adalah orang baik..


"Syukurlah, Nona baik baik saja.." ucap sang Tabib.


"Baiklah kau boleh pergi.." ucap pelayan Lin.


Tabib istana mengangguk dan hormat kemudian meninggalkan Safira dan pelayan Lin.


"Dimana aku ?" Safira menatap sang pelayan di depannya..


"Hormat hamba, Nona. Hamba adalah pelayan Nona, nama hamba Lin dan Nona berada di Raja istana rubah.." jelas pelayan..


"Istana rubah.." ucap Safira kebingungan..


Selang beberapa saat...


"Kau sudah sadar, " ucap Ratu Meili tersenyum, ia mengelus rambut Safira..


Safira hanya diam menatap wanita di depannya yang sangat cantik bagaikan sang dewi..


"Siapa kau ? kau sungguh sangat cantik." ucap Safira tanpa mengkedipkan matanya.


"Aku Ratu Meili, Ibunda Raja rubah. Raja Yu Chang Shi."


"Hah, maksudnya apa cobak.." gumam Safira yang kebingungan..


"Rubah selama ini yang kau kenal adalah Putraku, Raja Yu Chang Shi." ucap Ratu Meili..


"Hah, lalu dimana si putih.."


"Kau memanggilnya si putih.." ucap Ratu Meili terkekeh..


Safira langsung menutup mulutnya..


Aku lupa, apa kepalaku akan di penggal batin Safira mengigit bibir bawahnya..


"Maaf.." ucap Safira tersenyum..


"Pantas saja Putra ku yang terkenal dinginnya terhadap wanita bisa luluh dengan mu."

__ADS_1


"Tapi dimana dia hamba ingin bertemu dengannya.." ucap Safira dengan wajah memohon..


"Tapi tubuh mu masih lemah.." tolak Ratu Meili dengan lembut..


Safira turun dari ranjangnya, ia berdiri di bantu Ratu Meili..


"Hamba mohon.." ucap Safira..


"Baiklah.."


Safira di papah oleh Ratu Meili, hati Safira menghangat ketika merasakan kelembutan Ratu Meili.


Selain cantik, Ratu Meili begitu lembut pantas saja Kaisar Yu mencintai nya batin Safira, ia mengingat tatapan kerinduan Kaisar Yu ketika melihat sebuah lukisan..


Safira terkejut ketika keluar dari kediamannya, kediaman yang menurutnya bak istana emas, seluruh ukiran dan apapun yang ada terbuat dari emas. Setelah Safira keluar bertambah pula keterkejutannya dengan menatap sekeliling istana dan luar istana yang di hiasi berbagai macam bunga. Safira berjalan di dengan menggandeng lengan Ratu Meili, setiap para pelayan yang berpapasan menaruh hormat, ia sungguh tak menyangka. Dirinya bisa memasuki sebuah dunia yang menurutnya hanyalah sebuah novel angan angan manusia..


Sampailah Safira di sebuah ruangan dengan pintu berlapis emas ukiran Naga..


Ratu Meili membuka pintu itu, langkah kakinya mendekati sebuah ranjang yang di jaga oleh pelayan..


"Si putih.." Safira melepaskan gandengan lengannya, ia menatap si putih yang berwajah pucat.


"Keadaannya masih lemah, dia tidak bisa sadar dalam waktu dekat. Jika pun dia sadar dalam waktu dekat pertanda adalah ke ajaiban bagi kami.." ucap Ratu Meili menatap sendu, butiran air mulai membasahi pipinya.


"Kenapa dia bisa seperti ini Ratu?" tanya Safira.


Ratu Meili menghela nafas, ia menatap Safira.


"Dia melakukannya untuk mu, kau tau jiwa mu tidak bisa bertahan lama di tubuh Permaisuri Yue Fei. Maka dari itu dia menggunakan separuh kekuatannya untuk membangkitkan jiwa mu.." ucap Ratu Meili mengelus pucuk kepala Raja rubah..


"Apa ??" Safira sangat terkejut mendengarkan ucapan Ratu Meili, ia sungguh tidak menyangka laki laki yang baru dia kenal harus berkorban untuk dirinya.


"Berapa hari dia bisa sadar ?" tanya Safira..


"Separuh jiwanya ada pada diri mu nak. Mungkin 3 tahun baru jiwanya bisa pulih, itu pun belum memulihkan semuanya.." jelas Ratu Meili..


Safira hanya melongo, ia mengusap wajahnya secara kasar.


"Lalu apa yang harus aku lakukan, bisakah aku mengembalikan jiwanya.." ucap Safira..


Ratu Meili tersenyum..


"Hormati keputusannya, jujur saja aku sebagai Ibundanya juga sedih. Tapi dia melakukan ini demi dirimu jadi jangan mengecewakannya, Ibunda rasa hanya cinta mu yang akan membuatnya cepat pulih.." ucap Ratu Meili, ia mencium kening Raja rubah dan Memberikan waktu pada Safira agar lebih leluasa bersama putranya..


"Kalian, tinggalkan Putri. Biarkan dia yang menemani Raja rubah.." perintah Ratu Meili.


Pelayan itu pun keluar mengikuti langkah kaki Ratu Meili..


Ratu Meili...


__ADS_1


__ADS_2