Pernikahan Pahit

Pernikahan Pahit
Terbongkar?


__ADS_3

"Ada sesuatu hal penting yang ingin aku beritahu padamu Rei!" kata Winda setelah tiba-tiba ia masuk ke dalam ruang kerja Reino. Sepertinya Winda sudah tidak sabar ingin melihat akhir dari pernikahan Reino dan Eliza. Dengan begini semakin besar kesempatannya untuk menggantikan posisi istrinya di hati lelaki tersebut.


"Ada apa? Apa sangat penting sampai kamu seserius ini?" jawab Reino yang terkejut melihat kedatangan Winda yang mengagetkannya.


"Kamu harus selidiki istrimu, sepertinya dia ada main dengan lelaki lain,"


Reino menghentikan kegiatan menulisnya. Sejenak dia mencoba mencerna kalimat yang diucapkan Winda barusan padanya.


"Maksud kamu apa Win?" tanya Reino. Ia ingin memastikan jika yang di maksud Winda bukan seperti yang ia pikirkan.


"Ku rasa istrimu selingkuh darimu,"


Mata Reino bergetar mendengar jawaban dari Winda. Kenapa Winda tega mengatakan hal ini padanya? Eliza? Melakukan hal ini pada Reino? Sepertinya ini hal termustahil yang pernah Reino dengar. Bagi Reino Eliza adalah wanita terbaik yang pernah dia temui. Dia mengerti keadaanya dan tidak banyak menuntut seperti wanita kebanyakan.


"Jangan becanda. Ini tidak lucu," jawab Reino pada akhirnya setelah berperang dengan pikiran negatifnya.


"Aku serius. Aku mengatakan ini karena kamu sahabatku Rei. Aku tidak bisa hanya diam saja mengetahui kamu dihianati seperti ini," kata Winda. Seperti biasanya ia selalu berlindung di balik kata sahabat untuk selalu ikut campur dalam kehidupan Reino.


"Eliza nggak mungkin melakukan hal kotor seperti itu. Aku tahu dia bukan orang yang seperti itu. Tolong jangan menuduh istriku dengan hal buruk seperti ini Win," ucap Reino mencoba tidak percaya dengan apa yang sudah dia dengar baru saja. Meskipun sebenarnya ia juga khawatir jika benar terjadi hal seperti itu. Dia akui jika selama ini hubungan mereka masih jauh untuk status sebagai suami dan istri.


"Karena itu aku memintamu untuk menyelidikinya. Kalau kamu melihat dengan mata kamu sendiri kamu pasti akan percaya dan berterima kasih padaku karena sudah memberitahumu. Kalau sekarang kamu nggak percaya sama aku, aku bisa memakluminya kok,"


"Lalu apa kamu melihat dengan mata kepala kamu sendiri Eliza berselingkuh dariku? Jalan dengan lelaki lain? Atau ngelakuin hal yang nggak-nggak?"


"Emm.. nggak sih.. tapi.."

__ADS_1


"Sudahlah Win. Kalau kamu nggak punya bukti berarti itu hanya spekulasimu saja. Kalaupun ada sesuatu yang salah dengan istriku biar aku sendiri saja yang mengurusnya. Kamu nggak perku ikut campur dalam urusan rumah tanggaku dengan Eliza," kata Reino. Ia lantas berdiri dan berniat meninggalkan Winda karena sudah muak dengan kalimat demi kalimat yang keluar dari mulut sahabatnya itu. Tapi sebelum keluar, Reino berdiri di ambang pintu ruangannya.


"Terima kasih untuk perhatianmu selama ini padaku. Tapi kamu nggak perlu khawatir aku bisa mengurusnya sendiri. Percayalah padaku.. Mulai sekarang kamu harus lebih fokus untuk kehidupanmu sendiri Win," kata Reino lalu benar-benar pergi meninggalkan Winda.


Winda menghela napas panjangnya melihat reaksi Reino yang tidak percaya padanya. Tapi dia tidak bisa tinggal diam, dia akan mencari bukti untuk membuat Reino percaya padanya jika istrinya benar-benar ada main dengan penyanyi itu.


"Ah benar.. harusnya aku beritahu Reino jika lelaki itu adalah penyanyi yang bekerja di kafenya. Bodohnya aku," runtuk Winda menyesal karena sudah melewatkan kesempatan untuk memberitahu Reino hal penting itu. Untuk saat ini Reino pasti sedang tidak ingin bertemu dengannya.


"Baiklah, kita tunggu saja. Sampai kapanĀ  bangkai itu masih bisa dia sembunyikan. Cepat atau lambat Reino pasti tahu kebenarannya. Dan dia akan percaya jika istrinya yang ia anggap wanita baik-baik selama ini nggak seperti dugaannya," kata Winda bermonolog.


Reino masuk ke dalam toilet dan membasuh mukanya. Kata-kata dari Winda tadi terus menganggu pikirannya. Walaupun mulutnya berkata jika ia tidak mempercayai hal itu tapi tidak dengan hatinya. Ia benar-benar takut jika hal itu benar-benar terjadi.


Reino memandang pantulan wajahnya di cermin yang ada di depannya. Di sana terlihat sosok dirinya yang jauh dari sempurna sebagai seorang suami. Jika Eliza menghianati dirinya sudah pasti itu karena dirinya yang tidak becus menjadi suaminya. Sebagai suami menyentuhnya pun dia tak mampu.


Saat Reino masih sibuk berseteru dengan pikirannya tiba-tiba ponselnya berbunyi dan ada nama Eliza muncul di layar gawainya. Reino lalu membuka pesan tersebut.


Reino : Iya.


Eliza : Kalau begitu, nanti kamu jemput aku sepulang dari kantor.


Reino : Iya.


Reino lalu memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku jas nya. Dia merauk udara sebanyak-banyaknya dan mengeluarkannya dengan pelan. Setelah dirasa pikirannya tenang, ia keluar dari toilet untuk melanjutkan pekerjaannya. Dia harus tampak biasa saja di depan Winda agar Winda mengira jika dirinya tidak percaya dengan tuduhan yang Winda ucapan untuk Eliza tadi.


Sementara itu Eliza tampak bingung setelah mengirim pesan pada suaminya barusan. Hal itu karena Reino hanya membalas pesannya dengan satu kata tidak lebih.

__ADS_1


"Apa dia marah padaku ya? Tapi kenapa? Atau jangan-jangan Winda sudah mengatakan hal yang nggak-nggak tentangku di depan Reino?? Tapi itu bukan hal yang nggak-nggak. Itu memang benar," ucap Eliza.


Dia khawatir jika perbuatannya secepat ini terungkap oleh Reino. Dia belum siap jika harus berhadapan dengan Reino yang mengetahui perbuatan kotornya.


Eliza sangat egois saat ini menginginkan keduanya. Reino dan Bastian dua pilihan yang belum bisa ia putuskan. Meskipun Bastian jauh lebih membuatnya nyaman tapi entah kenapa dia tidak ingin berpisah dari Reino.


Apa karena harta? Sepertinya Eliza bukan tipe wanita yang gila harta selama ini.


Pikiran Eliza menjadi kacau saat ini. Dia tidak tahu bagaimana harus berhadapan dengan Reino nantinya jika benar suaminya itu sudah mendengar kabar buruk tentangnya ini dari orang lain.


"Ya Tuhan,, maafkan aku yang sudah sangat berdosa ini," guman Eliza.


"Kenapa?" tanya seseorang dari balik pintu ruangan Eliza.


Suara berat itu mengagetkan Eliza yang sedang kacau.


"Tidak apa-apa," jawab Eliza bohong. Dia menghindari tatapan mata Bastian agar lelaki itu tidak tahu jika dirinya sedang berbohong.


Bastian lalu berjalan mendekati Eliza.


"Jangan bohong, aku tahu itu,"


Bastian menatap mata Eliza yang hampir basah. Dia lalu meraih kepala wanita itu dan menenggelamkannya di dadanya. Mengelus pelan kepalanya dan menepuk-nepuk punggungnya.


"Semua akan baik-baik saja. Nggak ada yang perlu kamu khawatirkan. Aku selalu ada untukmu. Kamu nggak akan pernah sendirian," ucap Bastian pada telinga Eliza.

__ADS_1


Mendengar hal itu hati Eliza kembali hangat. Mungkin merupakan hal gila baginya hanya dengan mendengar suara lelaki itu bisa membuat hatinya tenang kembali. Sebenarnya kelebihan apa yang di miliki Bastian sehingga mampu membuat wanita seperti Eliza sampai berbuat sejauh ini?


__ADS_2