Pernikahan Semu

Pernikahan Semu
Anindya Putri Wijaya


__ADS_3

Anindya Putri Wijaya adalah gadis yang berumur 21 tahun. Ia adalah gadis dari keluarga terpandang,namun memiliki kepribadian yang sangat baik.


Ia juga gadis yang memiliki paras cantik dan menawan.


Anindya memiliki hati yang lembut dan senang berbagi.


(Di sebuah cafe)


Seseorang perempuan tengah duduk menyendiri dengan wajah sendu dan mata berkaca kaca. Ya dia adalah Anindya.


"Kenapa kamu jahat,aku sudah bersabar dengan sifat kamu yang begitu kasar. Aku tak masalah jika kamu bersikap seperti itu tapi kenapa kamu tega mengkhianati aku selama ini"ucap Anindya dengan mata yang sudah berlinang air mata.


"Anindya..."Teriak seorang wanita yang sedikit berlari mendekati sahabat nya itu.


Dia adalah Mentari sahabat yang selalu ada di samping Anindya .Usia nya tak jauh berbeda karena mereka juga satu universitas dengan Anindya.


Anindya menoleh kearah yang memanggil namanya itu,Ia langsung memeluk sahabatnya itu dengan tangis yang semakin menjadi jadi.

__ADS_1


"Tari dia telah mengkhianati aku.."Ucap Anindya dengan suara serak karena terlalu lama menangis.


"Ada apa Anindya kenapa kamu seperti ini?ayo duduk dan ceritakan semuanya padaku"ucap Mentari dan mengajak Anindya duduk.


"Sebentar ya Nin aku pesan minuman dulu setelah itu baru cerita"tambah Mentari .


Setelah Memesan minuman kepada pelayan, Pelayan langsung membuatkan minuman yang telah mentari pesan dan mengantarkan ke meja yang di tempati Mentari dan Anindya.


"Minumlah dulu Nin supaya kamu lebih tenang"kata Mentari sambil mengelus pundak Anindya.


"Tari Irfan sudah mengkhianati aku,dia selingkuh tar"ucap Anindya dengan wajah sendu nya.


Sebenarnya Mentari sudah sering melihat Irfan jalan dengan beberapa wanita tapi ia tidak bisa memberi tahu Anindya, karena ia tak punya bukti bahwa Irfan telah mengkhianati Anindya. Namun sekarang Anindya sudah mengetahui nya sendiri.


"Aku memergoki nya Tar saat aku sedang datang ke Apartemen nya,dia sedang bermesraan dengan wanita"Ucap Anindya


Dengan rasa iba Mentari memeluk sahabatnya itu.

__ADS_1


"Sudah Anindya kamu itu baik dan juga cantik aku yakin masih banyak laki laki yang lebih baik dari dia"Kata yang bisa diucapkan oleh mentari untuk sahabat nya.


"Iya Tar kamu benar aku harus secepatnya move on,agar aku tidak larut dalam kesedihan ini"ucap Anindya sembari mengusap air matanya yang terbuang sia-sia itu.


"Nah gitu dong,baru itu sahabat aku. Aku yakin kamu bisa Nin apalagi kamu sudah terbiasa dengan sikap dia yang cuek itu"


"Yasudah ayo pulang, sudah sore juga, nanti kamu dicariin lagi sama pacar kamu"ledek Anindya


"Iya dong memangnya kamu,gapunya pacar"ucap Mentari sembari tertawa.


Akhirnya Anindya pun ikut tertawa karena ledekan dari sahabatnya itu,dia beruntung memiliki sahabat yang ada saat dia sedang butuh.


Akhirnya mereka pulang dengan mobil yg mereka kendarai karena jam sudah menunjukkan pukul 15.00 Wib.


Hallo Readers 🙂


Cukup segitu dulu ya ceritanya di sambung besok lagi,Hargain author nya ya gays, ternyata nulis novel itu susah susah gampang lohhh😌🤗

__ADS_1


Dibacanya yang teliti ya supaya ngga bingung kedepannya, Karena masih banyak episode yang bakalan author up🙂


tetep dukung author dengan komen dan saran yang membangun ya❤️🤗


__ADS_2