
Setelah beberapa menit kemudian,Mama Fandy datang ke Apartemen dengan Suaminya.
Anindya langsung memeluk mertuanya itu.
"Mama, sebenarnya siapa datang ke Apartemen ini,kenapa beda sekali dengan Fandry"Ucap Anindya sedikit ketakutan.
"Maksud kamu gimana nak,ayo masuk dulu biar papa lihat"Jawab Papa Menenangkan Anindya.
Setelah mereka masuk tidak terlihat siapa pun yang ada di dalam apartemen tersebut.
"Tidak ada siapa siapa nak,lagian Fandy kan pulangnya minggu depan" Ucap Mama Fandy.
"Ini bukan ke dua kalinya Mama menyebut nama Fandy, sebenarnya siapa dia mana mungkin Mama salah sebut terus"Batin Anindya.
"Tadi aku lihat dia masuk ke kamar aku Ma,Pa"Ucap Anindya sambil menunjuk.
Mereka pun langsung ke kamar yang di maksud Anindya.
Alangkah terkejutnya Mama Fandy melihat putranya sedang terlentang dengan pakaian santainya.
"Kamu Apakan Anindya sampai dia ketakutan"Ucap Mama Fandy.
"Mama kenal dia,dia bukan Fandry ma aku tau dia. Orang ini hanya mirip ma"Kata Anindya yakin.
"Aku memang bukan Fandry"Jawab Fandy tegas.
"Ma ini maksudnya apa,dimana Fandry"Ucap Anindya bingung.
Keadaan menjadi hening dan tidak ada satu pun yang menjawab.
__ADS_1
dan Anindya terus melempari mereka dengan berbagai macam pertanyaan.
Tiba tiba Fandy menunjukkan foto di layar hp nya kepada Anindya dimana Fandy dan Fandry sedang berada di luar negeri.
Anindya nampak tidak percaya dengan apa yang di tunjukkan oleh Fandy.
"Ini Fandry,Adikku"Ucap Fandy sembari menunjuk layar hp.
"Dan ini aku, orang yang harus menikahi mu karena Adikku sudah tiada"Ucap Fandy sembari menitikkan air mata.
Anindya menangis sejadi jadinya,dia tidak percaya dengan semua ini.
Apalagi yang menikahinya bukan orang yang dia cintai.
"Dua hari sebelum kecelakaan Fandry meninggal,dia menitipkan kamu untuk Aku nikahi padahal aku masih mempunyai kekasih."Ucap Fandy.
"Aku hanya terpaksa menikahi mu"
Seketika Mama Fandy langsung menampar pipi Fandy.
"Cukup Fandy kamu keterlaluan. Dia ini istri kamu Fandy"Jawab Mama Fandy sambil berderai air mata.
Mama Fandy pun langsung memeluk Anindya,dia merasa bersalah atas kejadian ini.
Anindya terus menangis.
"Mama kenapa tidak pernah bilang, kalau tahu aku tidak akan menikah ma."
"Bagaimana bisa aku menikah dan tidak tahu kalau kekasih ku sudah tiada ma"
__ADS_1
"Aku benar benar jahat "Ucap Anindya menyesali semuanya.
"Mama minta maaf ya nak, Mama fikir ini yang terbaik untuk kamu"Jawab Mama semakin mempererat pelukannya.
Papa Fandy memberikan air mineral untuk Anindya agar dia sedikit tenang.
Setelah dirasa tenang,Mama Fandy mencoba memberikan penjelasan.
Tapi tiba tiba Fandy ikut angkat bicara.
"Aku ingin pisah ma"Ucap Fandy dingin.
Kali ini Papa Fandy ikut emosi melihat anaknya yang masih seperti anak kecil.
Plakkk...
Fandy mendapatkan tamparan untuk yang kedua kalinya.
"Kamu fikir pernikahan itu apa,jaga omongan kamu!"Ucap Papa tegas.
"Lalu buat apa pa,dia juga sudah tahu semuanya"Jawab Fandy.
Anindya pun kembali menangis,namun dia juga tidak mau bercerai dia sudah terlanjur mencintai suaminya.
Apalagi kehadiran Fandy harusnya bisa mengobati rindu nya dengan Fandry.
"Aku tidak akan pernah mau untuk bercerai"Ucap Anindya sembari berlari ke kamarnya.
Fandy yang kaget pun langsung menyusul Anindya untuk menanyakan kenapa dia tidak mau bercerai.
__ADS_1
Hai Readers kira kira Anindya mau tidak ya untuk bercerai..
Jangan lupa like coment dan dukung author dengan vote ya 😍