
Anindya terus menatap Fandy yang sedang sibuk dengan handphone nya.
Fandy yang tidak menyadari menengok ke arah meja makan.
Dia melihat Anindya sedang menatap kearahnya dengan tatapan kosong.
"Wanita bodoh,kenapa dia melamun seperti itu"Ucap Fandy dalam hatinya.
Fandy tidak menyadari alasan Anindya melamun.
Dia tidak pernah berfikir ke arah yang lebih jauh karena diapun tahu Anindya sangat mencintai adiknya dan Fandry mencintai Aurel.
Fandy beberapa menit terdiam menatap Anindya sampai dia lupa bahwa sambungan telepon masih aktif dan Aurel memanggil nya sedari tadi.
"Fandy......"Teriak Aurel kesal.
Fandy terkejut mendengar teriakan wanita,dia menengok kanan dan kiri tidak ada orang.
Seketika dia tersadar dengan handphone yang masih dalam genggaman nya.
"Eh iya,sudah dulu ya "Ucap Fandy langsung mematikan telpon nya.
Setelah sambungan telepon nya terputus,Anindya menghampiri Fandy untuk malam.
Fandy pun menuruti kata Anindya.
Mereka menghabiskan makan malam nya dengan tidak berbicara satu sama lain.
__ADS_1
Hanya suara sendok yang menghiasi suasana makan malam mereka.
*********
Akhirnya mereka selesai makan, kemudian Anindya ingin segera membereskan piring mereka.
Tapi seketika Fandy berbicara membuat Anindya menghentikan tangannya untuk membereskan sisa makanan.
"Duduklah dulu,aku mau bicara"Ucap Fandy.
Anindya hanya mengangguk untuk menjawab perintah suaminya.
"Besok aku berangkat ke Inggris,Aku akan cari orang untuk menemani sekaligus membantu pekerjaan mu dirumah"Kata Fandy dingin.
Anindya langsung memasang wajah masam,baru saja dia bertemu Fandy walaupun dia tak seperti dan memang bukan Fandry,tapi ada rasa nyaman saat di dekat dia.
Anindya tidak menjawab dan hanya diam saja.
Seketika wajah Anindya berubah sedikit ceria walaupun Fandy masih dengan sikap dinginnya,namun masih ada harapan karena sebenarnya Fandy masih sedikit peduli dengannya.
Fandy langsung berjalan ke kamar nya sedang kan Anindya langsung membereskan sisa makanan tadi, karena Anindya memasak banyak jadi masih ada sisa.
Setelah selesai mencuci dan membersihkan peralatan dapur, Anindya pun masuk kamar untuk merebahkan tubuhnya yang sedikit pegal.
Saat Anindya masuk,dia melihat suaminya sudah tertidur pulas di sofa,dia tidak tega untuk membangunkan nya.
Anindya berinisiatif untuk memberikan selimut di tubuhnya,agar suaminya tidak kedinginan.
__ADS_1
Dia juga mengangkat sedikit kepala Fandy,kemudian ia taruh Bantal agar suaminya tidur dengan nyaman.
Anindya menatap wajah Fandy, ia menitikkan air matanya.
Dia teringat dengan Fandry yang selalu memperhatikan nya, yang membuat nya merasa beruntung memiliki kekasih seperti Fandry.
Namun dia harus membuang semua nya dari bayang bayang nya.
Mau tidak mau dia sudah menikah dan dia harus bisa mencintai suaminya itu.
Perlahan Anindya menghapus setiap titik air mata yang Jatuh. Anindya segera ke ranjang tidurnya,dia segera merebahkan tubuh mungilnya.
Hari ini sudah banyak menguras air mata Anindya,dia ingin segera beristirahat.
Namun sebelum tidur,dia memohon untuk kebaikan hidup nya.
"Ya Tuhan, semoga esok hari lebih baik dari hari ini"
"Ya Allah,semoga esok aku lebih bahagia dari ini"
"Semoga aku bisa memenangkan perasaan ini"
"Aamiin". Ucap Anindya dalam hatinya.
Akhirnya Anindya menghangatkan tubuh nya dibawah selimut.
Dan tidak butuh waktu lama ,Anindya sudah terlelap dalam mimpi indah nya.
__ADS_1
Kira kira esok bagaimana ya kehidupan Anindya?
Jangan lupa Vote ya kawan kawan ku🤗😍