
Anindya Langsung merebahkan tubuh nya ke ranjang.
Perasaan nya entah bagaimana sekarang, semuanya seperti di aduk aduk.
Tak lama kemudian,Fandy tiba di kamar.
Dengan wajah dingin dan sikap yang begitu acuh.
"Hey kenapa kamu tidak mau bercerai"Ucap Fandy dingin.
Anindya diam tak menjawab.
Dia tak mau membahas hal itu di keadaan yang seperti ini. Anindya tidak mau salah mengambil langkah
Tapi tiba tiba Anindya mendekati Fandy dan menggenggam erat tangan nya.
"Tolong antarkan aku ke makam Fandry, aku mohon"Ucap Anindya dengan suara yang memilukan.
Fandy terdiam sejenak,ada rasa kasian melihat tubuh nya yang begitu lemah.
tapi dia seperti tak ingin terlihat peduli.
Fandy melepaskan genggaman Anindya,dia sedikit menjauh.
"Ayo" Jawab Fandy singkat.
Anindya pun langsung bergegas mengejar Fandy yang sudah terlihat berjalan cepat.
Anindya mengikuti langkah Fandy, Keduanya pergi mengendarai mobil.
********
Setelah beberapa menit,Fandy menghentikan mobilnya.
Kini dia telah sampai di TPU dimana Fandry di makam kan disana.
Tak terasa air mata Anindya mengalir begitu deras setelah melihat nama yang tertulis di batu nisan tersebut.
__ADS_1
Anindya menangis sejadi jadinya, hati nya seperti hancur begitu pun dengan jiwanya yang kini sakit menerima kenyataan.
"Fandry.... Sayang, kenapa kamu ninggalin aku"
"Kenapa kamu pergi Fandry"
"Aku mencintaimu,aku ngga tau lagi apa yang akan terjadi dengan ku nanti. Aku ga mau kehilangan kamu sayang"
"Bangun Fandry bangun" Ucap Anindya diatas makam Fandry.
"Seberapa besarkah cinta nya dengan Fandry" Ucap Fandy dalam hatinya.
Dia kasihan melihat Anindya, namun ada rasa kesal melihat Anindya mengatakan sangat mencintai adiknya.
Hari sudah hampir sore, Anindya masih tetap bersimpuh di makam Fandry.
Dia tidak mau diajak pulang.
"Ayo pulang ini sudah sore kalau tidak aku akan meninggalkan mu disini" Ucap Fandy pada Anindya.
Anindya tidak membalas ucapan Fandy.
Akhirnya Fandy berpura pura untuk meninggalkan Anindya sendiri.
Namun Anindya tidak peduli sedikit pun.
Fandy yang kesal pun langsung menggendong Anindya.
Anindya menolak, tetapi tenaganya sangat lemah untuk melawan Fandy mungkin karena berjam jam menangis.
Setelah mereka masuk mobil,Fandy menatap tajam ke arah Anindya.
"Apa maksudmu, bahkan kamu sangat mencintai nya tetapi mengapa kamu tidak mau aku ceraikan". Ucap Fandy dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
"Aku mohon jangan,tak apa tidak ada cinta di antara kita" Jawab Anindya dengan wajah sendu.
"Baiklah,aku tidak akan menceraikan mu. Tapi aku tidak mau kamu mencampuri urusan pribadi ku dan ingat, kita tidak akan melakukan apa yang seperti pasangan lainnya lakukan kamu paham kan" Balas Fandy dingin.
__ADS_1
Anindya pun mengangguk, kemudian dia memeluk Fandy.
Fandy sedikit terkejut tapi ia tidak menolak.
"Boleh kan kalau seperti ini" Ucap Anindya pelan.
Anindya berharap Fandy mengijinkan nya bagaimana pun dia sangat merindukan kekasihnya.
dan Fandy sedikit mengurangi kerinduan nya.
"Hmm"Fandy hanya berdehem.
Anindya sangat bahagia mendengar nya, tapi dia yakin bisa membuat Fandy mencintai nya.
Setelah sampai di Apartemen, Seperti nya Mama dan papa sudah pulang.
Anindya segera membersihkan tubuhnya,dia merasa tubuhnya begitu lengket.
Beberapa menit kemudian, Anindya sudah selesai mandi.
Dia mengenakan baju tidur pemberian dari Mama nya,cukup baik tidak begitu tipis.
Namun di bagian dada sedikit terbuka.
Anindya bergegas menuju dapur.
dia akan memasak untuk makan malam.
Saat semuanya sudah beres, Anindya menata semua makanan di meja makan.
Tak sengaja dia mendengar Fandy sedang berbicara di telepon.
Ucapan dingin tetapi lebih baik daripada saat berbicara dengan Anindya.
"Dia berbicara dengan siapa ya,apa itu kekasihnya" .Anindya bertanya tanya dalam hati.
Kira kira bagaimana kisah mereka ya???
__ADS_1
Tetap setia dengan novel aku ya guys 😍