
Sudah 2 hari berlalu, Fandy belum memberi kabar Sama sekali kepada Anindya.
"Dimana kamu sekarang Fan, aku merindukan mu. Kenapa kamu berubah setelah kita menikah "ucap Anindya berbicara sendiri.
Anindya sudah berkali kali menghubungi nomor telepon Fandry, tetapi nomor itu tidak pernah aktif.
Hal itu membuat Anindya semakin gelisah dan dilanda ke khawatiran.
Saat ini Anindya tinggal bersama mama mertua nya untuk sementara waktu sampai Fandy kembali lagi ke Indonesia.
Mama Fandy yang melihat Anindya sedang duduk sendiri di atas balkon pun langsung menghampiri nya.
"Anindya,ada apa nak seperti nya kamu sedang gelisah "ucap mama Fandy.
"Eh ini ma,kenapa nomor Fandry beberapa hari ini tidak aktif ya ma"Anindya berusaha untuk bertanya.
Mama Fandy pun sontak teringat dengan Fandry.
"Bagaimana nomor itu akan bisa dihubungi sedang kan orang nya saja telah tiada,maaf Anindya mama terpaksa berbohong lagi. Padahal sebenarnya nomor itu sengaja di non aktifkan" ucap mama dalam hati.
"Oh iya nak mama lupa,Fandy sudah ganti handphone. Sebentar ya mama akan kirim nomor barunya ." balas Mama Fandy berbohong.
"Pantas saja ma, nomor nya tidak aktif." jawab Anindya lembut.
Tak lama kemudian mama Fandy segera mengirim nomor handphone yang memang di gunakan oleh Fandy.
"Yasudah mama ke bawah dulu ya nak. Coba kamu telpon dulu "Ucap mama Anindya.
Anindya mencoba menghubungi nomor yang diberi oleh mama mertua nya itu.
__ADS_1
Tak lama kemudian telpon di angkat oleh Fandy
Terlukis senyuman di bibir Anindya,dia sangat senang karena nomor nya bisa dihubungi.
"Halo sayang "Ucap Anindya memulai pembicaraan.
"Ini siapa "jawab Fandy cuek.
"Apakah kamu melupakan ku Fan."tanya Anindya dengan raut wajah sendu.
Fandy yang menyadari bahwa itu Anindya dia tambah semakin dingin.
"Untuk apa kamu menelponku, aku sedang sibuk "ucap Fandy lagi.
Degg..Anindya tidak menyangka bahwa Fandry yang dia kenal telah berubah drastis.
Anindya pun menangis dengan sambungan telepon yang masih terhubung.
"Tidak usah seperti anak kecil. Minggu depan aku akan pulang untuk menengok mu. Kamu fokus saja dengan kuliahmu"Ucap Fandy yang entah kenapa dia berbicara seperti itu..
"Ahh kenapa aku bilang aku akan kembali, bukan kah aku lebih nyaman berada disini bersama Aurel." Kata Fandry dalam hatinya.
Anindya memang sedih tapi ada rasa bahagia saat Fandy bilang Minggu depan akan pulang. Dia pun segera menghapus air matanya.
"Baiklah aku akan menunggumu. Jangan lupa jaga kesehatan mu disana "ucap Anindya menjawab.
Panggilan telepon pun sudah terputus, Anindya sedikit tenang bisa mendengan suara yang dia rindukan.
********"
__ADS_1
Di Inggris,Fandy tampak memikirkan Anindya.
dia pun tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya,di fikiran nya hanya ada wajah Anindya.
"Tok..tok..tok.."bunyi ketukan pintu.
Tak lama muncul lah sosok wanita yang cantik,dia adalah Aurel.
Aurel adalah kekasih Fandy.
Mereka menjalin hubungan baru beberapa bulan belakangan ini.
Aurel tampak begitu penurut,dia selalu mengikuti apapun yang diucapkan oleh Fandy.
"Kemarilah duduk."Ucap Fandy.
Aurel pun segera duduk di sofa bersebelahan dengan Fandy.
"Apa apaan ini kenapa kamu masih saja memakai baju yang pernah kamu kenakan. Aku kan sudah bilang,jangan kenakan pakaian yang sudah pernah kamu pakai "Ucap Fandy emosi.
Aurel pun menunduk,selalu saja apa yang dia lakukan tetap saja salah di mata Fandy..
"Ini baru dipakai satu kali bey, sayang kalau ngga dipakai lagi "Jawab Aurel pelan.
"Apa kamu fikir aku tidak sanggup untuk membelikan kamu pakaian hah "kata Fandy sambil mencengkram dagu Aurel.
Aurel terlihat kesakitan karena tindakan Fandy,tetapi apalah daya dia memang harus melakukan apa saja yang dikatakan Fandy. Termasuk diam saja saat Fandy sedang marah.
Menurut kalian wajar tidak menjalin hubungan yang seperti ini??
__ADS_1
Ingin tahu kelanjutan nya seperti apa😌Jangan lupa like coment dan beri vote sebanyak banyaknya ya😍