
"Iya Tante, Mama saya Alza dan Papa saya Danu Syah Putra" ucap Fandry kepada Mama Anindya
"Ya ampun ini kamu Fandry, sekarang sudah besar ya. Ini tante Tya nak sahabat mama kamu " balas Mama Anindya tersenyum..
"Hah ini tante Tya "Jawab Fandry terkejut..
"Iya nak ini tante, Anindya anak Tante "ucap Tya,mama Anindya..
Wajar jika Fandry terkejut karena dia sudah lama tidak bertemu Tante Tya.
Tante Tya sering datang ke rumah Fandry,tapi tidak pernah mengajak Anindya.
"Bagaimana keadaan Fandy nak "tanya mama Anindya..
"Fandy baik Tan,dia sedang kuliah di luar negeri"Jawab Fandry sopan..
Ternyata Fandy adalah kembaran Fandry.
Fandry harus pindah ke Indonesia karena dia sakit,dan Mama nya meminta Fandry untuk kuliah di kampus milik orang tua membawa minuman dan Makanan ringan.
Anindya tidak mendengar apa yang mereka bicarakan, karena dapur Anindya cukup jauh dari ruang tamu nya.
Setelah Anindya datang Mama dan papa Anindya pergi ke ruang keluarga supaya mereka leluasa untuk berbincang.
"Sayang,wajah kamu kelihatan pucat apa kamu sakit?"tanya Anindya..
Fandry memang sakit,tapi dia tidak pernah menunjukkan sakit nya saat di depan Anindya..
Tapi kali ini kepala nya begitu sakit, dia harus meminum obat nya, tetapi dia harus menghindar dari Anindya.
__ADS_1
Entah secara kebetulan atau tidak, Anindya ingin pergi ke dapur untuk mengambil hpnya yang tertinggal di atas kulkas saat dia membuat minuman tadi.
Disaat itu juga adalah kesempatan Fandry untuk meminum obatnya itu.
Sesaat,Fandry merasa dia sudah baikan.
Anindya kembali dari dapur dan langsung duduk lagi di tempat nya tadi.
Mereka berbincang bincang dan sesekali bercanda ria.
Tak terasa sudah sore, akhirnya mereka berpamitan untuk pulang..
"Ma Nindy dan Fandry pulang dulu yah" pamit Anindya sembari mencium tangan keduanya..
Begitupun dengan Fandry,dia melakukan hal yang sama dengan Anindya..
"Iya, Tante Tya ngga usah khawatir. Fandry bakalan jagain Anindya terus" jawab Fandry lembut..
Akhirnya mereka pulang ke Apartemen Anindya.Fandry tidak langsung pulang ke rumah nya dia masih ingin bersama Anindya.
Fandry menatap wanita itu lekat, wanita yang sudah mengisi hari hari nya selama setahun ini dengan tulus. rasanya dia ingin segera memiliki nya dan hidup bahagia dengan wanita itu..
Anindya tersadar bahwa Fandry sedang menatap ke arahnya. dia langsung mendekati Fandry dan lain mencium bibir Fandry lembut..
Fandry terkejut karena mendapat ciuman tiba tiba dari Anindya.
tidak bisa di pungkiri bahwa dia sangat senang dan menginginkan hal itu..
Dengan segera Fandry menarik tengkuk leher Anindya dan langsung membalas ciuman Anindya dengan semakin dalam.
__ADS_1
tanpa mereka sadari lidah mereka sudah saling beradu dan mereka pun terbawa suasana..
Fandry yang menyadari itu segera menyudahi nya, karena dia tidak mau semakin tidak bisa menahan diri.
"Maaf sayang aku terlalu terbawa suasana "ucap Fandry merasa bersalah..
"Tidak sayang, aku yang seharusnya minta maaf. aku yang memulainya duluan "balas Anindya tertunduk..
Sebenarnya Anindya tidak ber maksud untuk memulai nya,dia hanya ingin mencium Fandry, dia tidak menyangka kalau Fandry akan membalas ciuman nya secepat itu..
"Aku akan secepatnya melamar kamu sayang, supaya kamu dapat leluasa menciumiku tentu nya"Ucap Fandry sembari meledek.
"Apa hanya aku saja yang menciumi mu, apa kmu yakin tidak akan membalas ciuman dariku"balas Anindya sambil mengedipkan matanya sebelah..
"Tidak siapa juga yang akan membalas ciuman dari orang jelek seperti kmu,"Kata Fandry sembari tertawa..
kini mereka sama sama tertawa, sampai akhirnya Fandry pamit pulang karena hari sudah mulai gelap..
"I love you sayang"ucap Anindya sedikit teriak..
"I love you too Anindya sayang " jawab Fandry yg sudah masuk ke dalam mobilnya..
Anindya pun masuk ke Apartemen nya, setelah mobil yang di kemudi Fandry sudah tidak terlihat lagi..
Haii Readers 😍
kira kira Fandry akan melamar Anindya tidak ya??🤗
setia terus dengan novel ini ya man teman 😊😌
__ADS_1