
Dengan cepatnya, Dito langsung pergi menjemput Kirana dengan mobil miliknya.
"Kiran aku sudah ada di depan rumah kamu" Tulis Dito di laman chat whatsapp pribadi dirinya.
Tidak lama setelah Dito chating Kirana, akhirnya Kirana menghampiri Dito yang sudah berada di depan gerbang rumah Kirana.
"Aku ganggu kamu nggak To?" Tanya Kirana kepada Dito sambil menaiki mobil avanza berwarna hitam tersebut.
"Engga Kir, tenang aja" Jawab Dito lalu menarik safety belt.
"Yaudah kalo bisa kita ngebut ya ke Rumah Sakitnya" Ucap Kirana
"Ngebut ngebut! Safety belt nya pake dulu" Jawab Dito lalu memasangkan safety belt Kirana.
"Ko aku nyaman ya kalo deket deket sama Kirana" Gerutu hati Dito.
"Aku bisa sendiri" Ujar Kirana membuyarkan pikiran Dito.
"Yasudahlah" Ucap Dito lalu menyetir mobil miliknya.
_Kediaman Anya_
"Dasar cowok brengsek, masa gua di tinggal sendirian di jalanan sepi sih. Mana sekarang gak ada nanya nanyain kabar gua lagi" Ketus Anya ketika memasuki rumahnya.
"Dari mana aja kamu Anya?!" Ucap seorang pria bersuara berat itu mengagetkan Anya.
__ADS_1
"Eh Bapak, Dari sono pa" Jawab Anya dengan wajah ketakutan.
"Dari mana bapak tanya! Udah tengah malem gini baru pulang! Kamu itu anak gadis Anya!" Ucap Tegas papah Anya yang bernama Bapak Mubarok.
"Emang kenapa sih pa kalo Anya pulang tengah malem? Anya juga butuh main pa! Anya di rumah itu jenuh Pa! Anya di rumah cuma denger Bapa marah marahin ibu mulu" Jawab Anya lalu pergi meninggalkan Bapak nya.
"Bapak belum selesai ngomong Anya!" Tegas Bapak nya Anya.
Namun, Anya pergi meninggalkan Bapaknya lalu memasuki kamar dan menutup pintu kamarnya dengan keras.
"Itu tuh! Itu! Didikan ibunya itu!" Ucap Pak Mubarok dengan menyentak Ibu Anyam
"Ya sudah lah pa, kasian Anya di marahin mulu" Ucap lembut ibunya Anya sembari menenangkan emosi Mubarok.
"Sudahlah, Ibu sama Anak sama aja!" Mubarok langsung pergi meninggalkan rumah. Sedangkan Anya hanya menangis dan mengurung diri di dalam kamar.
"Yasudah jika kamu tidak mau keluar, ibu tidak apa apa. Ibu ngertiin perasaan kamu ko nak" Ucap lembut Ibu Anya lalu meninggalkan kamar Anya.
_Rumah Sakit_
Kirana hanya bisa terduduk di luar ruangan, Kirana hanya bisa menangis melihat Rangga yang sedang terbaring di ranjang pasien.
"Tenang ya Kir" Ucap Dito sembari menenangkan Kirana dengan cara mengusap pundak Kirana dengan sangat lembut.
Namun saat itu tidak ada balasan dari Kirana, Kirana sangat mencintai Rangga walaupun hati Rangga bukan untuknya. Kirana hanya ingin menjadi istri yang baik untuk seorang suaminya.
__ADS_1
Kirana dikenal sebagai wanita yang sangat kuat, maka saat ini walaupun ia selalu menangis tetapi ia selalu kuat dan tabah dengan masalah yang sedang ia lewati.
Flashback...
"Will you marry me?" Ucap Rangga lalu berlutut di hadapan Kirana.
"Yes I will" Jawab Kirana di barengi oleh air mata yang bercucuran. Air mata itu adalah air mata bahagia dan air mata haru.
"Saya berjanji tidak akan mengecewakan mu Kirana" Sahutnya lalu memasangkan cincin kepada jari Kirana.
Perasaan Kirana saat itu sangatlah bahagia, dan Kirana pikir Rangga adalah pria yang akan selalu ada menemani suka dan duka. Namun, ternyata cinta Rangga yang sesungguhnya adalah wanita lain.
Flashback off...
"Dengan keluarga bapak Rangga?" Tanya seorang wanita berpakaian putih di hadapan Kirana dan Dito.
"Iya sus, saya istrinya" Jawab Kirana.
"Mari ikut saya ke ruangan dokter"
"Iya sus" Jawab Kirana singkat lalu berdiri.
"Dito tunggu disini saja ya" Ujar Kirana kepada Dito.
"Iya Kir" Jawab Dito.
__ADS_1
..._Bersambung_...