
Kini hari senin pada pukul 09.00 WIB, Bu Seli telah sampai di kediaman Kirana dan Rangga.
"Assalamualaikum..." Ucap Bu Seli dari luar rumah sambil mengetuk pintu.
"Waalaikumsalam...Mas, ibu udah dateng" Ujar Kirana lalu membuka kan pintu.
"Kirana, apa kabar kamu sayang?" Ucap Bu Seli lalu memeluk seorang menantu kesayangan nya.
"Alhamdulillah baik mah, bagaimana kabar mamah?" Tanya balik Kirana lalu tersenyum kehadapan Ibu Mertua nya.
"Baik dong sayang"
"Mamah udah dateng?" Ujar Rangga keluar dari pintu kamarnya.
"Udah dong sayang... mamah kangennn banget sama kalian" Ucap Bu Seli lalu mencium Rangga anak satu satunya.
__ADS_1
"Oh iya, apa kalian udah ada tanda tanda mau memberi Mamah cucu?" Tanya Bu Seli lalu terduduk di sofa.
"Cucu?" Teriak Kirana dan Rangga bersamaan, lalu saling menatap satu sama lain.
"Kiran, kenapa kamu kaget saat mamah minta cucu? apakah kamu memang tidak ingin memiliki anak?" Ucap Batin Rangga.
"Aku memang menginginkannya, tapi apakah Mas Rangga mau?" Ujar Batin Kirana.
"Yap, betul sekali. Mamah mau minta cucu dari kalian berdua. Mamah ini udah tua, jadi mamah pengen gendong anak dari kalian berdua sebelum mamah meninggal" Ujar Bu Seli.
"Tapi mah..." Sahut Kirana lalu menatap Rangga dengan sangat dalam.
Suara ketukan pintu itu begitu jelas membuat ucapan Kirana tidak tuntas terselesaikan. Entah siapa yang mengetuk pintu tersebut, yang jelas kini Kirana segera mengakhiri perkataannya lalu membukakan pintu untuk seseorang yang berada di belakang pintu rumahnya tersebut.
"Sebentar..." Teriak Kirana lalu berlari menuju pintu.
__ADS_1
Ketika Kirana membukakan pintu, kini dirinya hanya memandang kepada seorang wanita cantik yang tengah berdiri di hadapannya. Wanita tersebut berkulit putih, tinggi, dan kini dirinya membawa sebuah Mini Koper dan memakai sebuah kacamata.
"Dengan siapa ya mbak?" Tanya Kirana lalu menatap wanita tersebut dari ujung rambut hingga ujung kaki.
"Perkenalkan, nama saya Kinanti. Saya melihat di sosmed Pak Rangga sedang butuh ART. Dan kini saya bersedia untuk menjadi ART di rumah ibu dan bapak." Ujar wanita tersebut lalu tersenyum manis.
"Apa? Asisten Rumah Tangga? Apakah kamu yakin bahwa kamu seorang ART?" Tanya Kirana dengan heran karena melihat penampilannya yang begitu mewah namun mau menjadi ART.
"Iya bu saya sangat begitu yakin" Ujar wanita tersebut.
"Ada apa Kiran?" Tanya Rangga dari dalam rumah.
"Mas Rangga? Itu pasti suara mas Rangga. Aku begitu rindu dengan suara kamu mas. Aku sangat rindu pelukan hangat mu mas" Ujar Kinanti di dalam hati.
"Ini mas ada yang mau jadi ART" Teriak Kirana dari depan pintu rumahnya.
__ADS_1
"Yasudah sini suruh dia masuk saja" Ujar Rangga.
..._Bersambung_...