
"Trus kenapa kamu gak jagain Rangga di Rumah Sakit?" Tanya Anya dengan amat heran karena Kirana masih berada di rumah.
"Bukan nya aku gak mau, tapi tadi aku udah bela belain jagain dia berdua sama Dito tapi dia malah salah sangka dengan apa yang kita lakukan" Jawab Kirana seraya mengambil satu gelas air putih untuk Anya.
"Salah sangka gimana? Aku belum paham" Tanya Anya yang belum mengerti dengan apa yang Kirana ucapkan.
"Jadikan, tadi aku itu berduaan nungguin Mas Rangga di Rumah sakit sama Dito. Tapi pas Mas Rangga sadar dia malah salah sangka, dia kira kita berdua malah selingkuh di belakangnya" Ujar Kirana dengan wajah bodo amatnya.
"Lagian kenapa kalian berduaan yang nungguin Rangga? Harusnya kalian ajak aku, jadi Rangga gak bakalan marah kalau ada aku" Sahut Anya lalu meminum satu gelas air putih yang di ambil Kirana.
"Jadi aku salah ya Nya?" Tanya Kirana.
"Bukannya salah Kir, tapi setidaknya kalian berdua itu gak boleh terlalu berduaan. Jadi ngertikan semua orang juga pasti cemburu trus salah sangka dengan apa yang kalian lakukan" Cakap Anya.
"Ya sudah, antar aku ke Rumah Sakit sekarang" Perintah kirana sembari mengambil tas selempeng mini berwarna hitam.
"Sekarang banget?" Tanya Anya yang masih terduduk di atas sofa.
"Banget!" Ujar Kirana lalu menarik tangan Anya.
_Kediaman Dito_
Sesampainya di rumah, Dito langsung masuk ke dalam kamar miliknya lalu merebahkan tubuhnya yang sangat lelah.
"Bukan nya terima kasih, malah marah marah" Gerutu Dito sembari melepas jaket hitam yang ia kenakan.
Setelah itu tidak ada suara lagi dari kamar Dito, Dito sangatlah kecapean menunggu pasien yang tidak berterima kasih kepadanya. Ia sangatlah menyesal telah membuang waktunya sia sia hanya untuk menemui orang yang tak berguna.
"Dito...Dito" Suara pria itu membangunkan Dito dari tidurnya.
"Iya ada apa Pah?" Tanya Dito masih belum beranjak dari kasurnya.
"Mamah kamu kabuh Nak" Ujar Pak. Lukman ayah kandung Dito.
Ucapan Pak Lukman itu berhasil membuat Dito terbangun dari tidurnya lalu membuka kan pintu kamarnya.
"Kambuh? Sekarang mamah dimana pah?" Tanya Dito dengan cemas.
"Di kamar nak, papah berencana membawa mamah kamu ke rumah sakit. Jadi tolong jaga dulu mamah kamu, papah mau ngeluarin mobil dulu" perintah pak Lumakan.
"Gak usah pah, itu kelamaan. Mendingan papah pake mobil Dito aja" Jawab Dito
__ADS_1
"Ya sudah, papah bawa dulu mamah kamu" Ujar Pak Lukman lalu berlari menuju kamar.
Ibu Ratih Wartini adalah ibu kandung Dito Ramadhansyah. Ibu Ratih memiliki penyakit Asma yang bisa kapan saja kambuh. Maka dari itu, Dito selalu menjaga kesehatan ibunya karena takut ibunya kenapa kenapa. Bu Ratih sudah berusia 48 tahun sedangkan pak Lukman berusia 52 tahun, mereka sudah tua namun tetap terlihat muda.
_Rumah Sakit_
Saat itu juga Kirana berencana untuk masuk ke rumah sakit lalu Kirana ingin meminta maaf karena dirinya telah meninggalkan Rangga sendirian di rumah sakit.
'Cekrekk' Kirana membuka pintu ruangan Rangga saat itu.
"Ngapain kamu kesini lagi?!" Tanya Rangga sambil membuang muka dari tatapan Kirana.
"Aku mau minta maaf mas, aku tadi ninggalin kamu sendirian disini" Ujar Kirana sambil mendekati Rangga.
"Ternyata, Kirana masih peduli sama aku. Walaupun aku sudah memarahi dirinya" Ucap Rangga dalam hati.
"Mas kamu makan dulu ya, aku suapin" Ujar Kirana seraya mengambil piring makan pasien.
'Awwhh ah sakit' Teriak Rangga saat ingin duduk dari tempat tidurnya.
"Mas jangan duduk dulu mas" Sahut Kirana lalu menidurkan Rangga kembali.
"Kaki kamu lumpuh mas, jadi kamu sementara ini kaki kamu jangan banyak gerak" Ujar Kirana.
"Apa? Lumpuh?"
"Iya mas"
"Aku gak mau lumpuh, kaki aku pasti gak apa apa kan Kir?" Tanya Rangga memaksa untuk terduduk dari tempat tidurnya.
"Mas, mas yang tenang ya. Mas pasti bisa sembuh dari penyakit ini" Ujar Kirana seakan menenangkan Rangga yang masih menangis.
_Apartmen Manda_
Semalaman Manda tak bisa tidur karena mimikirkan seorang kekasihnya yang tak kunjung datang. Dan dirinya sangat khawatir dengan kekasihnya.
"Rangga ko gak datang datang ya" Gumam hati Manda sembari beranjak pergi meninggalkan kasur miliknya.
"Apa aku coba telpon sekali lagi ya?" Tanya dirinya sendiri seraya mengeluarkan telfon genggam miliknya.
"Nomor yang ada tuju tidak aktif" Namun suara itulah yang keluar dari handphone miliknya.
__ADS_1
Kecemasan Manda semakin tinggi, dirinya tak bisa hanya diam di Apartmen sendirian. dirinya sangat takut jika seorang kekasih nya kenapa kenapa.
"Aku harus cari Rangga" Gerutu dirinya seraya mengambil tas selempeng warna merah miliknya.
Saat itu juga Manda langsung pergi meninggalkan Apartmen, tak lupa dirinya mengunci pintu ruangan dirinya lalu pergi menuju parkiran mobil.
Dirinya sangat terburu buru sekali, dirinya pergi dengan langkah yang sangat cepat. Manda tidak mau jika ada sesuatu yang membuat kekasihnya kenapa kenapa.
_Rumah Sakit_
Kini di ruangan Kirana hanya tinggal berada dirinya dan suaminya. Saat itu Anya telah pergi meninggalkan Kirana dengan alasan Bapaknya mencari dirinya.
Saat itu ruangan kamar milik Rangga sangatlah sunyi tanpa ada suara apa pun. hanya ada suara garpu dan sendok saat itu.
"Kamu harus makan mas, aku percaya kamu pasti sehat" Ujar Kirana seraya menyuapi suaminya.
"Ternyata, Kirana sangat tulus sekali. Walaupun diriku telah menghianati janji cintanya namun dirinya tetap setia menyayangiku" Gumam Rangga dalam hati.
Tanpa terasa waktu telah menunjukan pukul 18.00 WIB. Saat itu Kirana segera mengambil air wudhu untuk menjalankan ibadah sholat magrib.
"Mas, aku mau sholat magrib dulu ya. Kamu mau ikut sholat?" Tanya Kirana dengan nada yang sangat lembut.
"Sholat sholat! Kamu nggak lihat aku terbaring di ranjang seperti ini?!" Sahut Rangga dengan nada marah.
"Mas, Kamu bisa sholat ko. Walaupun sekarang kamu mendapatkan penyakit dari Allah, Allah tidak pernah memberikan larangan menjalankan sholat sembari tidur ko. Bahkan Allah menganjurkan untuk orang yang sakit bisa sholat sembari tidur, ataupun duduk" Ujar Kirana tanpa ada balasan dari Rangga.
"Ya sudah jika mas tidak mau, aku sholat dulu ya" Sahut Kirana.
"Tunggu, aku juga mau ikut sholat" Ucap Rangga.
"Alhamdulillah kalo kamu mau menjalankan sholat" Ujar Kirana dengan sangat lembut.
"Gimana caranya?!" Tanya Rangga.
"Sekarang kedua kaki diluruskan ke kiblat. Kepala diganjal bantal berada disebelah timur, agar muka menghadap kekiblat" Ujar Kirana.
"Sini aku bantu ya Mas" Sambung Kirana seraya menaikan bantal yang di tiduri oleh Rangga saat itu.
_Bersambung_
JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA AUTHOR YANG SATU INI, MAKA JANGANLAH SUNGKAN SUNGKAN UNTUK MEMBERIKAN LIKE DI SETIAL EPISODE, DAN UNTUK YANG MEMILIKI REZEKI LEBIH DAN MEMILIKI POIN LEBIH BOLEH DONG VOTE KARYA AUTHOR INI AGAR AUTHOR LEBIH SEMANGAT DALAM BERKARYA YAA😊
__ADS_1