
"Pa Rangga mengalami benturan yang sangat keras yang membuat pak Rangga sampai sekarang belum sadarkan diri" Ucap seorang dokter muda tampan bernama Arya.
"Trus, saya harus gimana dok?" Tanya Kirana.
"Tetapi jika untuk benturan kepala itu tidak mengakibatkan banyak masalah. Namun ada satu masalah yang mungkin Pak Rangga dan Ibu Kirana susah untuk menerima nya" Ujar Arya dokter tampan putih dan tinggi itu.
"Apa dok? Apa?" Tanya Kirana dengan sangat cemas setelah mendengar perkataan dokter tersebut.
"Pak Rangga mengalami cidera di bagian kaki, lalu mengakibatkan Bapak Rangga mengalami lumpuh"
"Lumpuh dok?" Tanya kembali Kirana memastikan sembari meneteskan air mata.
"Iya bu, namun tenang saja. Jika Bapak Rangga rutin untuk terapi, kaki Pak Rangga dengan mudah akan cepat sembuh."
"Lakukan apa saja dok, asalkan suami saya bisa sembuh" Ujar Kirana.
"Baik bu, kami akan berusaha semaksimal mungkin" Jawab Pa Arya.
Keesokan harinya, Kirana dan Dito kembali menemui Rangga yang masih berada di rumah sakit.
"Keluarga Bapak Rangga" Ucap Suster memanggil keluarga Rangga.
"Saya" Jawab singkat Kirana sembari terbangun dari duduknya.
"Mari masuk, Pa Rangga sudah sadarkan diri" Ujar Suster di iringi oleh langkah Kirana dan Dito.
Pada saat itu, Dito tidak yakin jika Rangga akan menerima kedatangannya, namun Dito bisa apa jika Kirana mengajak Dito masuk ke ruangan tersebut.
"Saya tinggal ya bu" Ucap kedua suster lalu meninggalkan ruangan tersebut.
"Ngapain kalian berdua ada disini!" Teriak Rangga kepada Dito dan Kirana.
"Bukan nya kalian tidak peduli dengan saya?" Tanya Rangga.
"Mas Rangga, kita berdua nungguin kamu sadar dari kemarin mas" Ujar Kirana dengan nada lembutnya.
"Nungguin? Nungguin dengan cara kalian berdua berselingkuh di belakang saya? kalian memanfaatkan kesakitan saya? Aku berjuang setengah mati dan kalian malah selingkuh?!" Ucap Rangga lalu membantingkan gelas yang berada di samping ranjang nya.
"Mas! Kamu harusnya berterima kasih kepada Dito, jika semalam Dito tidak membantu aku, mungkin mas tidak akan ditangani oleh dokter dan suster di sini! mungkin jika masvterlambat 1 jam saja mas akan kehilangan nyawa Mas" Ujar Kirana dengan nada tegas.
"Ya sudah, jika kalau seperti itu mendingan semalam kalian berdua jangan tolongin aku aja!" Sahut Rangga.
"Sudah, tidak enak di dengar sama pasien yang lain" Sahut Dito menenangkan Kirana dan Rangga.
"Mendingan saya pulang saja" Ucap Dito lalu meninggalkan ruangan tersebut.
"Aku kecewa sama kamu mas!" Ucap Kirana lalu meninggalkan ruangan tersebut.
_Kediaman Anya_
__ADS_1
Dari kemarin, Anya masih saja belum keluar dari kamar nya. Ia masih saja mengurung diri tanpa makan.
"Anya, buruan makan nak, apakah kamu tidak lapar semalaman mengurung diri dikamar tanpa minum segelas pun?" Ucap Ibu Anya dari balik pintu kamar Anya.
"Iya bu" Jawab Singkat Anya lalu keluar dari kamar.
"Bapak kenapa sih bu? Gak bisa banget liat Anya bahagia sedikit pun" Ujar Anya sembari mengambil nasi putih untuk sarapan.
"Itu juga demi kebaikan kamu Nya" Jawab Ibu Anya dengan sangat santai menanggapi pertanyaan anaknya.
"Tapi kan bu-" Ucap nya terhenti oleh ucapan ibunya.
"Sudah Nya, sarapan dulu nanti ngobrol nya" Sahut Ibu Anya.
"Hm, ya sudahlah" Jawab singkat Anya lalu menyantap sarapannya dengan cepat.
Anya menyantap dengan sangat lahap, sebetulnya Anya sudah lapar dari semalam. Namun, Anya hanya gengsi aja jika ia keluar dari kamar lalu meminta makan tengah malam.
"Lahap banget Nya" Ucap Ibunya Anya.
"Hehe" Sahut Anya singkat.
_Mobil Dito_
"Kamu yang tenang ya Kir, mungkin suami kamu hanya salah paham saja" Ucap Dito menghentikan keheningan di dalam mobil tanpa ada balasan jawaban dari Kirana sedikit pun.
Saat itu Dito tidak mendapatkan jawaban dari Kirana melainkan hanya ada suara tangisan Kirana.
"Ya udah, mendingan sekarang kita ketemu sama Anya ya biar pikiran kamu tenang bisa curhat sama Anya" Ujar Dito.
"Tidak usah, aku mau pulang saja" Sahut Kirana masih dengan air mata yang menetes.
"Ya sudah kalau begitu" Jawab Dito kepada Kirana.
_Apartmen Manda_
Saat itu Manda hanya bisa melihat telfon genggam miliknya hanya untuk melihat chat dari seorang pria yang sangat spesial di hidupnya.
"Rangga kemana sih, ko sampe sekarang belum juga kabarin aku" Gerutu Manda sambil melihat handphone nya.
"Katanya sekarang mau ke sini" Ujar Batin Manda.
_Kediaman Kirana_
"Makasih To" Ucap Kirana.
"Iya Kir, sama sama. Kalau ada apa apa hubungin aja aku ya" Jawab Dito.
"Iya" Sahut Kirana dengan singkat lalu pergi memasuki rumah miliknya.
__ADS_1
Kini mobil Avanza milik Dito itu sudah melaju kencang meninggalkan tempat tinggal Kirana. Dan kini Kirana langsung memasuki kamarnya dan membantingkan tubuhnya sekeras mungkin, ia hanya bisa menangis berdoa dan selalu berusaha menjadi istri yang baik untuk Rangga suaminya.
Menurut Kirana, cinta itu tidak bisa dipaksakan namun Kirana selalu berusaha untuk menjadi istri yang terbaik.
"Tidak ada gunanya aku menangis, lebih baik aku sholat lalu meminta doa dan meminta pertolongan kepada Allah SWT" Gerutu hati Kirana.
Saat itu Kirana langsung beranjak pergi dari tempat tidur miliknya. Kirana mengambil air wudhu dari kamar mandi lalu menjalankan sholat sebagai penenang dari segala masalah.
"Ya Allah, aku hanya bisa berdoa kepada mu Ya Allah. Kamu lah yang menakdirkan diriku menikah bersama Mas Rangga, maka hamba hanya ingin meminta jika mas Rangga memang betul betul jodohku untuk selamanya maka dekatkan dan selesaikan masalah ini Ya Allah. Namun jika bukan, berilah petunjuk untuk mengakhiri semuanya Ya Allah" Doa Kirana kepada Allah SWT.
Tok tok tok...
Suara ketukan pintu itu sangat terdengar jelas membuat Kirana langsung beranjak pergi dari kamarnya mengakhiri doanya.
"Iya tunggu sebentar" Ucap Kirana sembari melepas Mukena putih yang ia kenakan saat ini.
"Anya, ada apa kamu kesini?" tanya Kirana setelah membuka pintu.
"Ya aku mau main lah, jenuh di rumah aja dengerin bapa sama ibu berantem mulu gak ada habisnya" Ucap Anya sambil duduk tanpa di suruh.
"Eh Btw, kenapa mata kamu bengkak sih?" Tanya Kirana salfok kepada mata Anya yang memang begitu terlihat bengkak.
"Panjang ceritanya, kamu mau denger?"
"Mau dong, aku penasaran banget Nya" Balas Kirana.
Saat itu juga Anya menceritakan kejadian semalam, Anya menceritakan ketika dirinya di marahi oleh bapak nya yang membuat mata dirinya bengkak karna menangis semalaman.
"Sepertinya bukan waktu yang tepat untuk curhat sama Anya" Ujar batin Kirana.
"Jadi gitu deh ceritanya"
"Yang bener aja lu di marahin sama bapak lu" Tanya Kirana memastikan karna dirinya tidak percaya dengan apa yang Anya omongkan.
"Kalau kamu gak percaya juga gak apa apa sih" Jawab Anya.
"Hm, bukannya aku gak percaya ya tapi aku hanya memastikan saja" Ucap Kirana.
"Trus sekarang bapak kamu ada di rumah?" Sambung Kirana.
"Gatau, sekarang bapak gua gak ada di rumah" Jawab Anya kesal.
"Tapi walaupun kamu lagi kesel sama bapak kamu, jangan sampe kamu melawan bapak kamu Nya" Ujar Kirana dengan bijak.
"Hm" Jawab singkat Anya.
..._Bersambung_...
Jangan lupa Like, Coment, Vote dan Rate ya😍
__ADS_1